Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health
<p data-pm-slice="0 0 []"><strong>Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)</strong>, with registration numbers ISSN 2503-0981 (print) and 2623-2499 (online), is a tool for the publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official Open Journal System website of the University of Aufa Royhan Padangsidimpuan City. This journal will be published every 6 months in June and December each year.<span id="result_box" class="" lang="en"></span></p>Universitas Aufa Royhanen-USJurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)2503-0981Efektivitas Penggunaan Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Mencit (Mus musculus) Model Hipertensi
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2739
<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi <br>yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. World Health <br>Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang dewasa di dunia menderita <br>hipertensi dan di Indonsia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi <br>hipertensi mencapai 34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun dengan sebanyak 13,3% penderita <br>hipertensi tidak mengonsumsi obat serta 32,3% tidak rutin minum obat antihipertensi, sehingga <br>kepatuhan pengobatan hipertensi di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk <br>mengetahui efektivitas pemberian ekstrak sambiloto terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan <br>diastolik pada mencit (Mus musculus) model hipertensi. Metode yang digunakan adalah true <br>experimental dengan desain post-test only control group design pada mencit jantan di bawah induksi <br>NaCl 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto berpengaruh signifikan <br>terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,05). Berdasarkan analisis deskriptif, <br>dosis 30 mg/kgBB menunjukkan efektivitas paling baik karena nilainya paling mendekati kelompok<br>kontrol negatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto (Andrographis <br>paniculata) berpotensi sebagai terapi herbal alternatif dalam membantu menurunkan tekanan darah <br>pada mencit hipertensi.</p>Afiq Ichsanuddin Billah M.Masyhur Billah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-25111EFEKTIVITAS KOMBINASI BALANCE EXERCISE DAN TANDEM STANCE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN STABILITAS POSTURAL PADA LANSIA YANG TINGGAL DI KOMUNITAS: CASE STUDY
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2864
<p>Latar Belakang: Jatuh merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan dengan gangguan keseimbangan, penurunan kemandirian, serta peningkatan risiko cedera. Kombinasi <em>balance exercise</em> dan <em>tandem stance training</em> berpotensi meningkatkan stabilitas postural dan menurunkan risiko jatuh, namun bukti klinis mengenai efektivitas kombinasi kedua intervensi tersebut masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh kombinasi <em>balance exercise</em> dan <em>tandem stance training</em> terhadap stabilitas postural dan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan keseimbangan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus prospektif pada seorang perempuan berusia 62 tahun yang mengalami gangguan keseimbangan. Intervensi diberikan selama tiga minggu (9 sesi) dan dievaluasi menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Hasil<strong>:</strong> Skor BBS meningkat dari 34 menjadi 48 setelah intervensi, menunjukkan peningkatan keseimbangan sebesar 41,2% serta perubahan kategori risiko jatuh dari sedang menjadi rendah. Kesimpulan: Kombinasi <em>balance exercise</em> dan <em>tandem stance training</em> berpotensi meningkatkan stabilitas postural dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi fisioterapi dalam rehabilitasi geriatri.</p>Nova Relida SamosirSiti MuawanahIsmaningsih
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2864PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN DAN MONITORING TERAPI TUBERKULOSIS: LITERATURE REVIEW
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2742
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan tantangan utama berupa kepatuhan pengobatan yang rendah dan keterbatasan metode pemantauan respons terapi. Perkembangan teknologi digital, khususnya <em>digital adherence technologies </em>(DATs) dan pemantauan berbasis perangkat seluler, menawarkan pendekatan inovatif dalam meningkatkan kepatuhan dan evaluasi pengobatan TB. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, penerimaan, serta tantangan implementasi teknologi digital dalam pemantauan pengobatan TB. Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap beberapa studi eksperimental, uji klinis acak, dan studi campuran. Ada beberapa artikel yang terseleksi dari PubMed dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti pengingat berbasis SMS, <em>medication event reminder monitor </em>(MERM), pemantauan batuk berbasis kecerdasan buatan, serta insentif finansial melalui <em>mobile money </em>mampu meningkatkan kepatuhan pasien dan memberikan dukungan psikososial. Namun, tidak semua intervensi menunjukkan dampak signifikan terhadap luaran klinis seperti kesembuhan atau penurunan kekambuhan. Selain itu, ditemukan kendala berupa keterbatasan infrastruktur, penurunan kepatuhan penggunaan teknologi dalam jangka panjang, serta isu privasi dan penerimaan pengguna. Kesimpulannya, teknologi digital memiliki potensi besar dalam mendukung pengobatan TB, namun memerlukan optimalisasi desain berbasis pengguna, integrasi sistem layanan kesehatan, serta evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitasnya terhadap luaran klinis.</p>Daru ShobrinataProf. Prof. Dr. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes(Epid) , S.KM., M.Kes.(Epid)Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Kes., Ph.D
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2742Intervensi Sekolah Berbasis Teori untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Scoping Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2877
<p>Perilaku seksual berisiko pada remaja tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kejadian human immunodeficiency virus (HIV), infeksi menular seksual (IMS), dan kehamilan remaja yang tidak direncanakan. Intervensi berbasis sekolah telah banyak diterapkan untuk menangani permasalahan ini; namun efektivitasnya sangat bergantung pada kerangka teori yang mendasari rancangan intervensi tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan menyintesis intervensi sekolah berbasis teori dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Review ini mengikuti panduan <em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Scoping Reviews</em> (PRISMA-ScR). Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan di berbagai basis data utama, dan 40 studi memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik intervensi, kerangka teori, dan domain luaran. Temuan menunjukkan bahwa <em>Theory of Planned Behaviour</em> (TPB), <em>Social Cognitive Theory (</em>SCT), dan <em>Health Belief Mode</em>l (HBM) merupakan kerangka yang paling umum digunakan. Intervensi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan niat perilaku; SCT menunjukkan efek lebih kuat terhadap perubahan perilaku aktual melalui efikasi diri dan pengembangan keterampilan; HBM terutama meningkatkan pengetahuan dan persepsi risiko. Studi-studi terbaru yang menggunakan <em>Behaviour Change Wheel</em> (BCW) menunjukkan luaran yang paling komprehensif dan konsisten di seluruh domain pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku, terutama ketika diintegrasikan dengan strategi digital dan berbasis teman sebaya. Intervensi sekolah berbasis teori sangat penting dalam menangani perilaku seksual berisiko remaja; namun pendekatan terpadu dan multi-teori menawarkan potensi lebih besar untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan dan bermakna. Penelitian mendatang sebaiknya berfokus pada efektivitas jangka panjang, pengukuran luaran yang terstandarisasi, serta integrasi strategi intervensi multi-level dan berbasis teknologi.</p>yanna wari harahapNurlaila NurlailaDelfi RamadhiniNurul Hidayah NasutionAhmad Safii HasibuanHaslinah AhmadSuryati HarahapHenny SahrianiDewani HarahapSoleman JufriIta ArbaiyaYuli Arisyah Siregar
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-2911110.51933/health.v11i1.2877Asuhan Akupuntur pada Kasus Saraf Terjepit Bagian Lumbar di Griya Sehat “Mandiri” Medan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2583
<p>LDH merupakan kondisi patologis berupa pergeseran komponen disc (nukleus pulposus) melewati ruang intervertebralis. Diperkirakan sekitar 1%–3% penduduk menderita LDH setiap tahun, terutama di kalangan orang dewasa pekerja berusia 30–50 tahun. Hasil studi pendahuluan kepada 1 orang pasien di Griya Sehat melalui wawancara bahwa reponden berjenis kelamin laki-laki mengeluhkan nyeri dari pinggang bawah menjalar ke kaki sejak ±2 bulan yang lalu. Tujuan penelitian yaitu asuhan akupuntur pada kasus saraf terjepit bagian lumbar di Griya Sehat “Mandiri” Medan. Metode menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dibatasi hanya 1 orang, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan sopir ekspedisi, teknik sampling <em>purposive sampling</em>, instrumen menggunakan lembar data klien, Skala nyeri NRS, terapi akupuntur titik titik BL 23, BL 25, BL 40, BL 60, GB 30, DU 3, Ashi point lumbar. Hasil studi kasus terdapat perbedaan signifikan antara terapi pertama dengan terapi keenam. Keluhan utama dan tambahan yang dirasakan pada terapi sesi akhir terdapat penurunan skala nyeri dari berat menjadi nyeri ringan. Terapi akupuntur dapat direkomendasikan untuk mengatasi keluhan LDH dan menghindari aktivitas repetitif berlebihan, dan melakukan peregangan secara rutin.</p>Delvin Delvin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2583HUBUNGAN JARAK RUMAH DARI TPS DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT HOMBIS MENGENAI DAMPAK KESEHATAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2748
<p>Permasalahan sampah di Indonesia, terutama di Kota Kendari, semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan pola konsumsi masyarakat. Akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lingkungan, termasuk gangguan pernapasan, penyakit kulit, diare, serta pencemaran pada udara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara jarak tempat tinggal dengan tingkat pemahaman masyarakat Lorong Hombis, Kelurahan Lepo-lepo tentang dampak kesehatan lingkungan yang diakibatkan oleh keberadaan TPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner terstruktur, lalu dianalisis dengan menggunakan uji <em>Chi-Square</em> pada aplikasi IBM SPSS <em>Statistics</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal jauh atau sedang dari TPS menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik (78,6%) dibandingkan dengan responden yang tinggal dekat TPS (31,3%). Uji statistik mengungkapkan nilai p-value sebesar 0,010 (<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara jarak rumah ke TPS dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian hubungan spasial tempat tinggal dengan tingkat pemahaman kesehatan lingkungan masyarakat lokal</p> <p><strong> </strong></p>afifa yunizahSiti Rabbani KarimunaTatya Devina PraitiwiNadya Elysabet BarthimeusRegina Afifa Faradhina R.Nurcahyani Dwi Lestari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2748HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG POLA KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2026
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2889
<p>Anemia pada masa kehamilan masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak karena berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun terhadap janin. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan anemia adalah pengetahuan dan sikap ibu mengenai pola konsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 179 ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru pada periode Maret–April 2026. Sampel sebanyak 65 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data kejadian anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (44,6%), sikap positif (60,0%), dan mengalami anemia (53,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,001) serta antara sikap tentang pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,013). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu tentang pola konsumsi tablet Fe berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan konseling mengenai konsumsi tablet Fe yang benar untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil serta mencegah terjadinya anemia selama kehamilan.</p>Fatma MutiaMasnawatiNur Arfah NasutionSukhri Herianto Ritonga
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-2911110.51933/health.v11i1.2889Efektivitas Kombinasi Terapi Ankle Pump Exercise Dan Elevasi Kaki 30° Terhadap Edema Ekstremitas Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2636
<p><em>Chronic Kidney Disease</em> (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel, yang sering disertai komplikasi berupa edema ekstremitas bawah akibat gangguan keseimbangan cairan dan penurunan fungsi ekskresi ginjal. Edema ekstremitas bawah dapat menimbulkan ketidaknyamanan, keterbatasan mobilitas, serta menurunkan kualitas hidup pasien.. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah <em>ankle pump exercise</em> dan elevasi kaki 30°. Tujuan dari analisis praktik keperawatan ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi <em>ankle pump exercise</em> dan elevasi kaki 30° dalam menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CKD di ruang hemodialisa RSUD Inche Abdoel Moies Samarinda. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan masalah keperawatan edema ekstremitas bawah. Intervensi <em>ankle pump exercise</em> dan elevasi kaki 30° diberikan secara teratur sesuai prosedur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan derajat edema ekstremitas bawah setelah pemberian intervensi, ditandai dengan berkurangnya pembengkakan dan peningkatan kenyamanan pasien. Kesimpulan dari analisis praktik keperawatan ini adalah terapi <em>ankle pump exercise</em> dan elevasi kaki 30° efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.</p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible decline in kidney function, often accompanied by complications such as lower extremity edema caused by fluid imbalance and impaired renal excretory function. Lower extremity edema may lead to discomfort, restricted mobility, and decreased quality of life in patients undergoing hemodialysis. Nursing interventions are needed to help reduce edema and improve patient comfort. Non-pharmacological interventions that can be applied include ankle pump exercise and 30° leg elevation. These interventions are expected to improve venous return, enhance blood circulation, and facilitate fluid redistribution.This nursing practice analysis aimed to determine the effectiveness of ankle pump exercise and 30° leg elevation in reducing the degree of lower extremity edema in CKD patients undergoing hemodialysis at RSUD Inche Abdoel Moies Samarinda. The method used was a case study with a nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject of this study was a CKD patient undergoing hemodialysis who experienced lower extremity edema. Ankle pump exercise and 30° leg elevation were implemented regularly according to established procedures. Evaluation results showed a reduction in edema degree, indicated by decreased swelling and improved patient comfort. Therefore, these interventions can be considered effective nursing strategies</em></p> <p><em> </em></p>Rey Egi Santana
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2636ANALISIS KONSEP SAINS PADA PRAKTIK PENGGUNAAN BARUNGGE (Moringa Oleifera) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DI DESA BATUGANA
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2762
<p>Pemanfaatan barungge (Moringa Oleifera) sebagai obat tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Praktik tersebut penting dikaji karena mengandung pengetahuan lokal yang dapat dihubungkan dengan konsep sains ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep sains pada praktik penggunaan barungge sebagai obat tradisional masyarakat di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnosains. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Gana pada bulan Maret sampai April 2026. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan daun kelor sebagai obat tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran dan air rebusan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa lelah, dan membantu mengatasi gejala anemia. Praktik tersebut mengandung konsep biologi, kimia, dan kesehatan, seperti nutrisi, zat besi, antioksidan, sistem imun, dan ekstraksi sederhana. Disarankan agar hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains dan kearifan lokal.</p>Rika Apripan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2762HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG NYERI KALA I FASE AKTIF DENGAN PENGENDALIAN NYERI DI PUSKESMAS BINJAI ESTATE TAHUN 2025
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2897
<h4> </h4> <h4>Labor pain is a physiological experience that is almost always experienced by mothers giving birth, especially during the first active phase. Uncontrolled pain intensity can cause anxiety and disrupt the mother's comfort during labor. One factor that influences the mother's ability to control pain is the level of knowledge. This study aims to determine the relationship between mothers' knowledge about the first active phase of labor pain and pain control at the Binjai Estate Community Health Center, Binjai City. This study used a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional method. The population in this study were all mothers giving birth in the first active phase at the Binjai Estate Community Health Center, Binjai City in 2025, totaling 50 people, with a total sampling technique. Data collection was carried out using a structured questionnaire, then analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a low level of knowledge and uncontrolled pain control. Statistical tests showed a significant relationship between mothers' knowledge and pain control at the first active phase with a p value = 0.015 (p < 0.05). The conclusion of this study is that maternal knowledge during labor is significantly related to pain management skills during the active phase of the first stage of labor. Therefore, increased antenatal education and counseling regarding labor pain and how to manage it are necessary to optimize maternal comfort during labor.</h4>FIFI RIA NINGSIH SAFARIEliza Bestari Sinaga Efi Irwansyah PaneR. Sri RezekiSri Legawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2897HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HIGIENE GENITALIA DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIPIONGOT KECAMATAN DOLOK KABUPATEN PALUTA
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2654
<p><em>Personal hygiene Getitalia</em> adalah segala tindakan atau upaya yang dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan serta kebersihan pada daerah kewanitaan agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Menurut WHO, Salah satu dampak dari proses persalinan normal adalah resiko infeksi perineum sekitar lebih dari 2, 8 % sampai lebih dari 18 %, bahkan resiko infeksi preineum ini bisa mencapai lebih dari 20 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan <em>Personal Higiene Genitalia </em>dengan perawatan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah Seleruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja puskesmas sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan <em>accidental sampling</em> yaitu tekhnik pengambilan sampel dengan cara mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak melakukan perawatan luka peninium sebanyak 22 orang (62,9%) dan 13 responden (37,1%) melakukan perawatan luka perineum. Terdapat hubungan antara pengetahuan <em>Personal Hygine genitalia </em>dengan perawatan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara dengan nilai p (<em>v</em><em>alue)</em> = 0,000.</p>Nur Hamima HarahapRahmah SiregarIrawati HarahapSiti Alo PasaribuNisa Indriani Harahap
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2654Eksplorasi Mekanisme Antioksidan Centella asiatica (L.) Urb. melalui Molecular Docking terhadap NADPH:FMN Oxidoreductase
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2769
<p>Centella asiatica (L.) Urb. is a medicinal plant known to contain a wide range of bioactive compounds with potential antioxidant properties. This study aimed to investigate the antioxidant mechanisms of the major active constituents of Centella asiatica (L.) Urb. through a molecular docking approach targeting the NADPH:FMN oxidoreductase protein. The principal bioactive compounds of Centella asiatica (L.) Urb. were identified through an extensive literature review and phytochemical databases, followed by in silico analysis using molecular docking to evaluate their binding affinities and molecular interaction profiles with the target protein. The docking results revealed that curcumin exhibited the strongest binding affinity (-137.849), followed by asiatic acid (-56.3352) and madecassic acid (-30.1314). These findings provide preliminary insights into the pharmacological potential of Centella asiatica (L.) Urb. as a natural source of antioxidants from a modern computational perspective. Furthermore, this study offers a scientific basis for the development of phytopharmaceutical candidates and future investigations into target-based antioxidant mechanisms.</p>Novyananda Salmasfattah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2769FAKTOR RISIKO PERDARAHAN POSTPARTUM DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE BANDUNG 2025
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2907
<p>Perdarahan postpartum merupakan kegawatdaruratan obstetri yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian ibu di seluruh dunia. Angka kejadian perdarahan postpartum di UPTD Puskesmas Ibrahim Adjie pada tahun 2025 mencapai 24,7% dari total 320 persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 menggunakan data sekunder dari rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin di UPTD Puskesmas Ibrahim Adjie tahun 2025 sebanyak 320 ibu bersalin yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 79 ibu bersalin (24,7%) mengalami perdarahan postpartum. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia ibu (p=0,560), paritas (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,966) dengan kejadian perdarahan postpartum. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas antenatal care (ANC) dengan kejadian perdarahan postpartum (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kualitas ANC dengan kejadian perdarahan postpartum, sedangkan usia, paritas, dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas ANC dalam upaya pencegahan perdarahan postpartum.</p>Lestari Puji RahayuFannia Faradillah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2907FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN SITI ROHANI DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA TAHUN 2026
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2674
<p>Mual dan muntah merupakan hal yang fisiologis terjadi dalam kehamilan muda, tetapi mual dan muntah berlanjut semakin berat akan menyebabkan hiperemesis gravidarum yang dapat menyebabkan dehidrasi dan asidoketotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya <em>hyperemesis gravidarum </em>pada ibu hamil trimester I di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Jenis penelitian adalah penelitian <em>kuantitatif </em>dengan desain pendekatan <em>cross sectional</em><em> study</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang bulan November 2025-Februari tahun 2026.Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang di Praktek Mandiri Bidan Siti Rohani Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua sebanyak 41 orang dengan menggunakan metode <em>total sampling</em>. Analisa yang digunakan adalah uji <em>Chi Square </em>dengan hasil menunjukkan bahwa umur (0,002), status pekerjaan (0,000), dan pendidikan (0,005) berpengaruh denganterjadinya hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan diperoleh umur, status pekerjaan dan pendidikan berpengerahun terjadinyan hyperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Saran bagi ibu hamil agar memperhatikan lebih kesehatannya dan memiliki pengetahuan tentang hyperemesis gravidarum.</p> <p> </p>Irawati HarahapNur Hamima HarahapAnna Rizki NasutionSiti Alo PasaribuFatma MutiaYanna Wari HarahapRini Amalia Batubara
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-2911110.51933/health.v11i1.2674PENATALAKSANAAN AKUPUNKTUR PADA NYERI KEPALA AKIBAT HIPERTENSI: STUDI KASUS
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2774
<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 25.2pt;"><span lang="IN" style="font-size: 11.0pt; color: black;">Hipertensi adalah kondisi medis kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik yang terus-menerus ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Sakit kepala, biasanya muncul sebagai rasa sakit tumpul atau berdenyut di daerah oksipital atau temporal, adalah gejala umum hipertensi. Perawatan farmakologis bersifat jangka panjang dan seringkali seumur hidup, sehingga pasien mencari alternatif alami dan holistik seperti akupunktur dan moksibusi. Subjek penelitian ini adalah klien pria berusia 37 tahun yang mengalami sakit kepala hipertensi dan menjalani terapi akupunktur di Acupuncture Holistic Care Bontang. Desain penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Lembar Data Klien. Data diolah berdasarkan Observasi (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), dan Sentuhan (Qie). Berdasarkan diagnosis sindrom "Liver Yang Rising", pengobatan akupunktur diterapkan selama enam sesi terapi selama tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat sakit kepala yang signifikan dan kembali ke tekanan darah normal setelah menerima akupunktur. Gejala lain, seperti kekakuan leher, tinnitus, dan stres, juga membaik. Studi ini menunjukkan bahwa akupunktur merupakan pengobatan yang efektif untuk sakit kepala hipertensi dan dapat digunakan sebagai referensi praktis untuk kasus serupa.</span></p>Lia Pipit Yuanita
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2774Hubungan Literasi Digital dengan Pemanfaatan ChatGPT sebagai Alat Bantu Riset Kesehatan pada Mahasiswa Akhir Universitas Aufa Royhan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2686
<h4>Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam proses penyusunan skripsi mahasiswa tingkat akhir di Universitas Aufa Royhan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah Chat Generative Pre-trained Transformer (ChatGPT). Platform ini memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan menjawab pertanyaan, serta membantu dalam proses penulisan tugas akhir. Bagi mahasiswa, ChatGPT kini menjadi salah satu alat yang paling sering dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan menulis skripsi, mulai dari mencari referensi, merangkum, hingga menyusun ide.</h4> <h4> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital dengan efektivitas dan etika pemanfaatan ChatGPT sebagai instrumen pendukung riset kesehatan pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Aufa Royhan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dari populasi mahasiswa tingkat akhir. Sebanyak 31 mahasiswa semester 7 Program Studi Kebidanan menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital yang mengukur tingkat literasi digital (Variabel X) dan efektivitas penggunaan Chat GPT untuk riset (Variabel Y). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman.</h4> <p> Penelitian menunjukkan mayoritas responden sebanyak 25 (<strong>80,65%</strong>) telah menggunakan ChatGPT dalam penyusunan skripsi dengan durasi penggunaan diatas 6 bulan. Hasil uji bivariat membuktikan pemanfaatan ChatGPT berkorelasi signifikan dengan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa (<strong>p=0,0004</strong>) dan reduksi stres akademik (<strong>p=0,0061</strong>) melalui efisiensi waktu. Meskipun mahasiswa memiliki literasi digital yang cukup dengan mengutamakan sinergi AI, jurnal, dan dosen, sebanyak 21 responden (67,74%) menyatakan perlunya pelatihan etis institusional untuk menjaga akurasi dan integritas riset kesehatan.</p> <p> Terdapat hubungan positif antara literasi digital dengan pemanfaatan ChatGPT. Peningkatan literasi digital di lingkungan kampus sangat krusial untuk memastikan AI digunakan sebagai alat bantu pendukung, bukan pengganti proses berpikir kritis dalam riset kesehatan.</p>Yusnina MaisyarohSuryani Suryani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2686Pengaruh Kompos Bekas Manggot dalam Remediasi Timbal pada Sempel Tanah TPA Piyungan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2778
<p><em>Land degradation can be caused by environmental pollution from heavy metals, and final processing sites have the potential to be contaminated with heavy metals, particularly lead (Pb) from waste. Lead (Pb), even at low concentrations, is hazardous to health, making remediation efforts very important. Stabilization using compost as a soil amendment is one of the remediation techniques. This study aims to determine the effect of various compositions of used maggot compost on lead remediation in soil from the Piyungan landfill. The study used a quantitative method with a Quasi-Experimental Pre Test–Post Test With Control Group design. There were 4 treatment groups with ratios of used maggot compost (A=40%, B=50%, C=60%, Control=0%). Remediation was carried out for 30 days. The results showed that in treatment group A, there was a decrease in lead of 46.19%, while in treatment groups B and C, there was an increase in lead (Pb) of 74.40% and 92.49%, respectively. However, the control group experienced a lead decrease of 11.22%. The concentration of 40% composted maggot residue had the most significant effect on lead (Pb) remediation. The increase in lead levels in some treatments was influenced by soil sample collection, pH fluctuations, temperature, and humidity</em></p>HIRA NURMALINDA
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2778ANALISIS PENINGKATAN MUTU KESELAMATAN PASIEN DI RS KHUSUS MATA MEDAN BARU
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2699
<p>Upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan, baik melalui mekanisme internal maupun eksternal, secara konsisten dan berkesinambungan guna menjamin kualitas pelayanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan mutu keselamatan pasien di RS Khusus Mata Medan Baru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif desain survei analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian yaitu pegawai sebanyak 242 orang dengan sampel 71 orang yang diambil menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan analisis <em>Chi-square</em> pada batas kemaknaan perhitungan statistik p value (0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai <em>p</em> untuk variabel kepemimpinan yaitu <em>p </em>= 0,040, sarana prasarana <em>p </em>= 0,025, komunikasi <em>p </em>= 0,030 dan kerja sama <em>p</em> = 0,020, yang artinya ada pengaruh kepemimpinan, sarana prasarana, komunikasi, dan kerja sama terhadap peningkatan mutu keselamatan pasien. Diharapkan pimpinan rumah sakit memberikan dukungan, motivasi dan arahan kepada para staf untuk menerapkan keselamatan pasien secara efektif. Bagi rumah sakit menyediakan sarana prasarana dan alat komunikasi yang mendukung, guna terselenggaranya kerjasama tim yang baik.</p>Hana Dhini Julia PohanSri Agustiana MelialaAida Sulisna
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2699Literatur Review Analisis Faktor Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2787
<p><strong><span style="letter-spacing: -0.1pt; text-align: center;">ABSTRAK</span></strong></p> <p>Kepuasan pasien merupakan indikator utama kualitas layanan kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh peran intensif perawat. Faktor seperti perilaku <em>caring</em>, <em>response time</em>, dan komunikasi terapeutik menjadi determinan utama persepsi pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai faktor pelayanan keperawatan terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan pendekatan analisis naratif. Sebanyak 20 artikel penelitian (10 jurnal nasional, 10 internasional) rentang tahun 2020–2026 dianalisis dalam studi ini. Pencarian literatur dilakukan melalui <em>database</em> bereputasi seperti Google Scholar dan PubMed. Temuan menunjukkan dimensi interpersonal seperti <em>caring</em> dan komunikasi terapeutik adalah kontributor paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kecepatan respon perawat secara optimal kurang dari lima menit terbukti meningkatkan rasa aman pasien. Selain itu, pelayanan edukasi kesehatan dan kenyamanan lingkungan juga memberikan dampak positif yang nyata. Rumah sakit disarankan untuk terus meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan mengintegrasikan aspek interpersonal yang empatik dan efisiensi teknis secara konsisten.</p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p><em>Patient satisfaction is the main indicator of health service quality which is strongly influenced by the intensive role of nurses. Factors such as caring behavior, response time, and therapeutic communication are the main determinants of patient perception. This study aims to analyze the effect of various nursing service factors on patient satisfaction levels in inpatient wards. The method used is a literature review with a narrative analysis approach. A total of 20 research articles (10 national, 10 international journals) published from 2020 to 2026 were analyzed. Literature search was conducted through reputable databases such as Google Scholar and PubMed. The results showed that interpersonal dimensions such as caring and therapeutic communication are the most influential contributors to patient satisfaction. Nurse response time optimally less than five minutes is proven to increase patient security. In addition, health education services and environmental comfort also have a significant positive impact. Hospitals are advised to continuously improve the quality of nursing care by consistently integrating empathetic interpersonal aspects and technical efficiency.</em></p>Muhammad Raihan Ghifari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2787Hubungan Tingkat Stres terhadap Tekanan Darah pada pasien Hipertensi Lansia
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2710
<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan aktivitas saraf simpatis sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami stres sedang sebanyak 45 responden (46,4%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 50 responden (51,5%), sedangkan tekanan darah diastolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 46 responden (47,4%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan tekanan darah sistolik (p-value = 0,000; V = 0,351) dan tekanan darah diastolik (p-value = 0,014; V = 0,267). Disarankan lansia hipertensi mampu mengelola stres dengan baik untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi hipertensi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Tingkat Stres, Tekanan Darah, Hipertensi</p>Noki Formike
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2710Studi Kasus IMPLEMENTASI KEPERAWATAN SPIRITUAL EMOSIONAL FREEDOM TECHNIQUE UNTUK MENGATASI ANSIETAS PADA IBU HAMIL DENGAN PLASENTA PREVIA TOTALIS
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2799
<p>Plasenta previa totalis merupakan kondisi kehamilan berisiko tinggi yang dapat menimbulkan perdarahan antepartum dan memicu ansietas pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi <em>Spiritual Emotional Freedom Technique</em> (SEFT) dalam menurunkan ansietas pada pasien prenatal dengan plasenta previa totalis. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada pasien G2P1A0 usia kehamilan 35 minggu 2 hari di Bangsal Maternal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi medis. Diagnosis keperawatan utama adalah ansietas berhubungan dengan kekhawatiran menghadapi tindakan <em>sectio caesarea</em>. Intervensi keperawatan meliputi reduksi ansietas, dukungan emosional, relaksasi napas dalam, edukasi, keterlibatan keluarga, dan terapi SEFT. Hasil menunjukkan pasien tampak lebih tenang, keluhan cemas berkurang, pola tidur membaik, dan kemampuan mengendalikan kekhawatiran meningkat setelah intervensi diberikan. Dengan demikian, terapi SEFT dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang membantu menurunkan ansietas pada ibu hamil dengan plasenta previa totalis. Disarankan perawat menerapkan SEFT sebagai bagian dari asuhan keperawatan pada pasien dengan kecemasan akibat kehamilan risiko tinggi.</p> <p> </p>Ayu Novita
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2799HUBUNGAN KOMPONEN PENILAIAN AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE (ATS) DENGAN OUTCOME KLINIS DAN LAMA WAKTU TUNGGU PASIEN KARDIOVASKULAR DI INSTALASI GAWAT DARURAT : LITERATURE REVIEW
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2727
<p><strong>A</strong><strong>BSTRAK</strong></p> <p>Ketepatan penilaian Australasian Triage Scale (ATS) pada pasien kardiovaskular di Instalasi Gawat Darurat sangat penting untuk menentukan prioritas pelayanan. Penilaian ATS yang tepat berpengaruh terhadap outcome klinis dan lama waktu tunggu pasien, sehingga perlu dianalisis hubungannya melalui literature review ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hubungan antara komponen penilaian ATS dengan outcome klinis dan lama waktu tunggu pasien kardiovaskular di IGD melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan desain literature review tradisional dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar dengan kata kunci yang mencakup triase ATS, penyakit kardiovaskular, outcome klinis, dan waktu tunggu. Kriteria inklusi meliputi artikel teks lengkap yang diterbitkan dalam rentang waktu terbaru dan membahas hubungan komponen ATS dengan efektivitas pelayanan. Hasil analisis dari berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan ATS yang konsisten berhubungan signifikan dengan percepatan respon medis (response time) dan penurunan lama waktu tunggu. Pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mengaplikasikan ATS menjadi faktor kunci dalam menentukan akurasi prioritas pasien. Meskipun efektif dalam menangani pasien dengan kegawatan tinggi (ATS 1 dan 2), beberapa studi mencatat adanya variasi dalam outcomeklinis yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti keterbatasan sumber daya, koordinasi antar unit, dan beban kerja di IGD. Terdapat hubungan yang kuat antara ketepatan penilaian ATS dengan efisiensi pelayanan gawat darurat pada pasien kardiovaskular. Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan diperlukan untuk mempertahankan akurasi triase demi menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan rumah sakit.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Australasian Triage Scale (ATS), Penyakit Kardiovaskular, Outcome Klinis, Waktu Tunggu, IGD.</p> <p> </p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Accurate Australasian Triage Scale (ATS) assessment of cardiovascular patients in the Emergency Department is crucial for determining service priority. Accurate ATS assessment impacts clinical outcomes and patient waiting times, necessitating an analysis of the relationship through this literature review. This study aims to examine and analyze the relationship between ATS assessment components and clinical outcomes as well as the length of waiting time for cardiovascular patients in the ED through a literature review. This research utilizes a traditional literature review design by reviewing relevant national and international scientific articles. The literature search was conducted via databases such as Google Scholar using keywords including ATS triage, cardiovascular disease, clinical outcomes, and waiting time. Inclusion criteria included full-text articles published within the latest timeframe that discussed the relationship between ATS components and service effectiveness. Analysis of various studies indicates that consistent ATS implementation is significantly associated with accelerated medical response times and reduced waiting periods. Nurses' knowledge and skills in applying ATS are key factors in determining the accuracy of patient prioritization. While effective in managing high-urgency patients (ATS 1 and 2), some studies noted variations in clinical outcomes influenced by external factors such as resource limitations, inter-unit coordination, and ED workload. There is a strong relationship between the accuracy of ATS assessments and the efficiency of emergency services for cardiovascular patients. Continuous training for healthcare professionals is necessary to maintain triage accuracy, ensuring patient safety and hospital service quality.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Australasian Triage Scale (ATS), Cardiovascular Disease, Clinical Outcome, Waiting Time, Emergency Department.</p>muhammadridhoFachmi AlamsyahPutri Sintya Wati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2727Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Senam Hamil Di BPM Mona Durryah Siregar di Kota Padangsidimpuan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2846
<p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Pregnancy exercise is an exercise that is done to prepare and train muscles so that they can be used to function optimally during labor. Where the benefits include reducing complaints during pregnancy, cramps and back pain, improving sleep, making the body fresher and more relaxed and maintaining the flexibility of the abdominal wall and pelvic floor muscles during labor. The purpose of this study was to determine the description of the knowledge and attitudes of pregnant women about pregnancy exercise at the </em><em>BPM Mona Durryah Siregar di Kota Padangsidimpuan</em><em>. The type of research is quantitative with a descriptive design with a cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women in the third trimester at the </em><em>BPM Mona Durryah Siregar di Kota Padangsidimpuan</em><em>, as many as 43 people in May 2025. The sample in this study was all pregnant women in the third trimester at the </em><em>BPM Mona Durryah Siregar di Kota Padangsidimpuan</em><em>, as many as 43 people using the total sampling method. The analysis used was univariate with the results showing that the knowledge of pregnant women about pregnancy exercises was lacking knowledge as many as 22 people (51.2%), and the attitude of pregnant women about pregnancy exercises was negative as many as 28 people (65.1%). It is recommended that pregnant women increase their knowledge about pregnancy exercises so that their attitudes are more positive towards the benefits of pregnancy exercises.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords: Knowledge, Attitude, Pregnancy Exercise</em></strong></p>ARISA HARFA SAID LUBISNur Aliyah RangkutiAyannur NasutionLeli KhairaniAnwar SyahadatMona Durryah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2846PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PLANTAR FASCIITIS SINISTRA DI RUMAH SAKIT Tk.II dr.SOEDJONO MAGELANG
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2735
<h2>ABSTRAK</h2> <p><em>Plantar fasciitis</em> merupakan gangguan <em>muskuloskeletal</em> yang sering menyebabkan nyeri tumit dan keterbatasan aktivitas fungsional pada pasien. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat melalui intervensi fisioterapi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi pada <em>plantar fasciitis</em> <em>sinistra</em> di Rumah Sakit Tk.II dr.Soedjono Magelang. Metode penelitian menggunakan studi kasus (<em>case report</em>) dengan enam kali sesi intervensi pada bulan Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan menggunakan <em>Numerical Rating Scale</em> (NRS), <em>Manual Muscle Testing</em> (MMT), <em>goneometer</em>, dan <em>Foot and Ankle Disability Index</em> (FADI). Intervensi yang diberikan berupa kombinasi <em>Infrared</em>, <em>Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation</em> (TENS), dan <em>exercise</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri diam dari skala 4 menjadi 2, nyeri tekan dari 8 menjadi 5, dan nyeri gerak dari 7 menjadi 5. Kekuatan otot <em>ankle</em> meningkat dari nilai 3 menjadi 4, lingkup gerak sendi <em>ankle</em> mengalami peningkatan, serta kemampuan fungsional berdasarkan skor FADI meningkat dari 22,1% menjadi 88,5%. Disarankan pasien menggunakan alas kaki yang nyaman serta rutin melakukan latihan untuk mencegah kekambuhan <em>plantar fasciitis</em>.</p> <p> </p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p><em>Plantar fasciitis is one of the most common musculoskeletal disorders causing heel pain and functional activity limitations in patients. This condition may reduce quality of life if not treated properly through comprehensive physiotherapy interventions. This study aimed to determine the effectiveness of physiotherapy management in patients with left plantar fasciitis at Tk. II dr. Soedjono Hospital, Magelang. The research method used a case report design with six intervention sessions conducted in February 2026. Assessments were performed using the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), goniometer, and Foot and Ankle Disability Index (FADI). The interventions consisted of a combination of Infrared therapy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), and exercise. The results showed a decrease in resting pain from scale 4 to 2, tenderness pain from 8 to 5, and movement pain from 7 to 5. Ankle muscle strength increased from grade 3 to 4, ankle range of motion improved, and functional ability based on the FADI score increased from 22.1% to 88.5%. It is recommended that patients use comfortable footwear and routinely perform exercises to prevent recurrence of plantar fasciitis.</em></p>Madega ArimbiYudha Wahyu PutraAmalia Solichati Rizqi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2735Tinjauan Literatur: Faktor Pendukung dan Penghambat Return to Work pada Pekerja Pasca-Cedera Akibat Kerja
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2857
<p><em>Occupational accidents can cause injuries, functional limitations, and disruption of employment continuity; therefore, the return-to-work process requires appropriate support. This literature review aimed to examine and classify factors that support and hinder return to work among workers after occupational injuries. A Narrative Literature Review approach was used by searching PubMed, ScienceDirect, Springer, and Google Scholar. Articles were screened based on titles, abstracts, and full texts, with inclusion criteria consisting of English-language primary studies published between 2022 and 2026, available in full text, and involving workers who experienced occupational injuries. Seven articles met the criteria and were analyzed narratively. The findings showed that good physical and functional abilities, motivation, occupational skills, job satisfaction, and support from supervisors and coworkers were supporting factors. In contrast, severe injuries, functional limitations, high physical demands, repetitive work, prolonged work absence, and low social support were inhibiting factors. Successful return to work depends on the alignment between workers’ recovery, job demands, and workplace support.</em></p>Devi Yuliarti ArumNoeroel Widajati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2857Efektivitas Teknik Relaksasi Napas Dalam terhadap Nyeri Akut Pasca-Operasi: Studi Kasus Komparatif
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2740
<p>Nyeri akut merupakan masalah keperawatan yang paling sering muncul pada pasien post operasi dan memerlukan penanganan yang tepat dan terstruktur. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam manajemen nyeri post operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan dengan teknik relaksasi napas dalam pada dua pasien post operasi dengan diagnosis berbeda, yaitu post hemoroidektomi dan post open reduction internal fixation (ORIF) fraktur klavikula dextra di RSUD Wonosari Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan relaksasi napas dalam selama dua hari intervensi mampu menurunkan skala nyeri dari 6/10 menjadi 4/10 pada subyek pertama dan dari 7/10 menjadi 5/10 pada subyek kedua. Seluruh target SLKI mengalami peningkatan capaian secara signifikan dibandingkan nilai awal. Teknik relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan edukasi pasien dan kolaborasi farmakologi terbukti efektif sebagai bagian integral dari manajemen nyeri akut post operasi dalam konteks asuhan keperawatan komprehensif.</p>Muhamad Fauzan Al AbuniMetha Putri Azalia
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2740Uji Kelayakan Media Flashcard Perilaku Gizi Seimbang sebagai Media Edukasi pada Remaja
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2865
<p><em>Adolescents need balanced nutritional intake to optimize growth, but the fulfilment of fruit and vegetable consumption in Indonesia is currently still very low. The low level of balanced nutrition behavior is one of the reasons for the lack of adolescent knowledge level and the limitations of interesting educational media. This study aims to determine the feasibility of balanced nutritional behavior flashcard media as an educational medium for adolescent based on the assessment of material expert, media expert, and users. This type of research is a quantitative descriptive with an evaluative approach which will be carried out in May 2026. The research subjects consisted of one material expert, one media expert, and four high school students as users, with instruments in the form of Likert scale assessment sheets 1-5. The data obtained was the analyzed by calculating the average percentage of media eligibility scores. The result showed that the validation of material expert obtained a feasibility score of 100% (very feasible), the validation of media expert of 94% (very feasible), and user tests of 85,5% (very feasible). Overall, flashcard media received an average feasibility percentage of 93,2% so that it was included in the category of very feasible with the recommendation to improve the media through the addition of household size information (URT) and an increase in image resolution before being widely used in health promotion in schools.</em></p>Salma Fadhilah Riyadhah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2865PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA OSTEOARTHRITIS GENU SINISTRA DENGAN INFRARED, TENS, DAN TERAPI LATIHAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2744
<h2>ABSTRAK</h2> <p> </p> <p>Osteoartritis merupakan gangguan degeneratif pada sendi lutut yang ditandai dengan penipisan tulang rawan serta munculnya pembentukan tulang baru di area sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat dan efek positif dari penatalaksanaan fisioterapi pada kasus osteoarthritis genu sinistra dengan penggunaan modalitas berupa infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), serta latihan terapeutik.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 di Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dalam bentuk studi kasus. Setelah dilakukan 6 kali terapi didapatkan hasil penilaian nyeri pada lutut kiri dari nyeri diam T1 hingga T6 memiliki kestabilan nilai yaitu 0, nyeri tekan T1=5 menjadi T6=3 dan nyeri gerak T1 =7 menjadi T6 =5, hal tersebut menunjukkan adanya penurunan rasa nyeri tekan dan nyeri gerak. Penilaian kekuatan otot pada lutut kiri menunjukkan adanya peningkatan, di mana kemampuan fleksi knee sinistra meningkat dari T1 = 4 menjadi T6 = 5. Evaluasi lingkup gerak sendi juga mengalami perbaikan, dengan hasil awal T1 = 0°-0°-110° bertambah menjadi T6 = 0°-0°-130°. Selain itu, pemeriksaan kemampuan fungsional memperlihatkan peningkatan aktivitas, dari T1 = 0,07% menjadi T6 = 0,13%.</p> <p> </p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p><em>Osteoarthritis is a degenerative disorder of the knee joint characterized by bone thinning and the formation of new bone in the joint area. This study aims to demonstrate the benefits and positive effects of physiotherapy management in cases of left knee osteoarthritis using infrared (IR), transdermal electrical nerve stimulation (TENS), and therapeutic exercise This study was conducted from December 2025 to January 2026 at Dr. SOEDJONO Hospital MAGELANG. The research method used was a case study. After 6 therapies, the results of the pain assessment in the left knee from still pain T1 to T6 had a stable value of 0, tenderness T1 = 5 to T6 = 3 and pain on movement T1 = 7 to T6 = 5, this indicates a decrease in tenderness and pain on movement. Muscle strength assessment of the left knee showed an increase, where the left knee flexion ability increased from T1 = 4 to T6 = 5. Evaluation of joint range of motion also improved, with the initial result of T1 = 0°-0°-110° increasing to T6 = 0°-0°-130°. In addition, functional ability examination showed an increase in activity, from T1 = 0.07% to T6 = 0.13%.</em></p>Aisah Yusticia PurwantiZuyina LuklukaningsihRima Yunitasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2744Peran Reaksi Alergi dalam Patogenesis Denture Stomatitis : Narrative Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2883
<p><strong>Latar Belakang : </strong>Sekitar 95% gigi palsu terbuat dari Poli(metilmetakrilat) sebagai bahan dasar gigi tiruan yang paling dominan digunakan karena estetika yang sangat baik, pengolahan yang mudah serta ekonomis. Denture stomatitis adalah proses inflamasi dari mukosa mulut yang kontak dengan gigi tiruan dan merupakan salah satu penyakit yang paling umum pada pasien usia lanjut, yang mempengaruhi hingga 70% pasien selama hidupnya. <em>Denture stomatitis</em> adalah istilah yang menggambarkan mukosa rongga mulut yang meradang kadang-kadang terlihat di mukosa palatum di bawah gigi tiruan. Pada dasarnya kondisi yang mempengaruhi mukosa di bawah permukaan gigi tiruan ini multifaktorial. <strong>Tujuan :</strong> tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan yang sistematis patogenesis dari denture stomatitis di mukosa mulut sehingga memberikan wawasan untuk memprediksi risiko adanya infeksi dan reaksi alergi. <strong>Metode : </strong>Review ini disusun melalui penelusuran literatur pada basis data ilmiah, meliputi PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang membahas denture stomatitis terkait reaksi alergi, hipersensitivitas kontak, bahan gigi tiruan, mekanisme imunologis, diagnosis, dan terapi ditelaah secara komprehensif. <strong>Pembahasan :</strong> Etiologi penyakit dan faktor yang terkait dengan perkembangan lesi ini multifaktorial. Keterlibatan <em>Candida</em> sebagai agen penyebab potensial dalam lesi ini, mikroorganisme yang berkolonisasi dan menginfeksi yang ditemukan tidak sebagai sel tunggal hidup melainkan sebagai komunitas mikroba terstruktur yang kompleks, sering dalam matriks bahan exopolymeric, dan melekat pada permukaan biotik atau abiotik. Hipersensitivitas bahan gigi dapat terjadi pada lesi ini. <strong>Kesimpulan </strong>: Faktor etiologi dari <em>denture stomatitis</em> dapat trauma dari gigi tiruan, alergi, kebersihan mulut yang buruk, tingkat pH saliva, usia, jenis kelamin, merokok, defisiensi sistem kekebalan tubuh dan infeksi dari spesies <em>Candida</em><em>.</em></p>Saka Winias
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-2911110.51933/health.v11i1.2883Cedera Tusuk Jarum sebagai Bahaya Okupasional pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit: Analisis Pola Kejadian, Determinan, dan Strategi Pencegahan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2590
<p><span style="font-weight: 400;">Cedera tusuk jarum merupakan bahaya okupasional yang umum dihadapi tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit, dan berpotensi menimbulkan infeksi penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan cedera tusuk jarum pada tenaga kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah narrative review, dengan pencarian literatur melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci "needlestick injury," "sharp injuries," "healthcare workers," dan "occupational hazard." Artikel yang diterbitkan antara 2015–2025 dan memenuhi kriteria inklusi diseleksi melalui judul, abstrak, dan teks lengkap, kemudian disintesis secara deskriptif-tematik ke dalam tiga kategori utama: pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan. Hasil menunjukkan cedera tusuk jarum masih menjadi masalah signifikan, terutama pada tenaga kesehatan yang melakukan prosedur invasif, dengan faktor risiko meliputi pengalaman kerja terbatas, kurangnya pelatihan, dan pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur. Pencegahan efektif memerlukan kebijakan keselamatan komprehensif, penggunaan alat medis berfitur pengaman, dan penguatan budaya keselamatan kerja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan kepemimpinan untuk menurunkan insiden cedera tusuk jarum di rumah sakit.</span></p>Erika AgustiantiAmanah Eva FidusiaLuluk HermawatiSiti DarifahYuda Nabella PrameswariFirda Asma’ul Husna
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-012026-07-0111110.51933/health.v11i1.2590PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HNP LUMBAL DI RUMAH SAKIT Tk. II Dr. SOEDJONO MAGELANG
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2750
<h2>ABSTRAK</h2> <p> </p> <p><em>Hernia Nucleus Pulposus</em> (HNP) <em>lumbal</em> merupakan gangguan <em>muskuloskeletal</em> yang menyebabkan nyeri punggung bawah, keterbatasan gerak, dan penurunan kemampuan fungsional akibat penekanan akar saraf <em>spinal</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intervensi fisioterapi berupa <em>Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation </em>(TENS), <em>Infra Red </em>(IR), dan <em>Core stability exercise </em>pada pasien HNP <em>lumbal</em>. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan enam kali Intervensi yang dilaksanakan pada 2–28 Februari 2026 di Rumah Sakit Tk. II Dr. Soedjono Magelang. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>Numerical Rating Scale</em> (NRS), <em>Manual Muscle Testing</em> (MMT), <em>Midline</em>, dan <em>Oswestry Disability Index</em> (ODI). Hasil menunjukkan penurunan nyeri diam dari 7 menjadi 6, nyeri gerak dari 8 menjadi 7, dan nyeri tekan dari 8 menjadi 6. Kekuatan otot <em>ekstensor</em> <em>trunk</em> meningkat dari MMT 3 menjadi 4, serta terdapat peningkatan lingkup gerak sendi pada gerakan fleksi, <em>Lateral Fleksi</em>, dan rotasi. Selain itu, kemampuan fungsional membaik dengan penurunan skor ODI dari 46% menjadi 26%. Disimpulkan bahwa kombinasi TENS, <em>Infra Red</em>, dan <em>Core stability exercise </em>dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, serta memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien HNP <em>lumbal</em>. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan durasi terapi lebih panjang.</p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p><em>Lumbar Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a musculoskeletal disorder causing low back pain, limited range of motion, and reduced functional ability due to spinal nerve root compression. This study aimed to examine the effects of physiotherapy interventions, including Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR), and Core stability exercisein a patient with lumbar HNP. A case study design was applied with six treatment sessions conducted from February 2 to February 28, 2026, at Tk. II Dr. Soedjono Magelang Hospital. Assessment tools included the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), Midline measurement, and Oswestry Disability Index (ODI). Results showed pain reduction from 7 to 6 (rest), 8 to 7 (movement), and 8 to 6 (pressure). Trunk extensor strength improved from grade 3 to 4, while trunk range of motion increased in flexion, lateral flexion, and rotation. Functional ability also improved, indicated by a decrease in ODI from 46% to 26%. In conclusion, TENS, IR, and Core stability exercisemay reduce pain and improve muscle strength, range of motion, and functional ability in lumbar HNP patients.</em></p>Fardan FirliYudha Wahyu PutraAmalia Solichati Rizqi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2750Aktivitas Antibakteri Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Bakteri Patogen Gram Positif dan Gram Negatif secara In Vitro
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2890
<p>Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengembangan agen antibakteri alternatif dari bahan alam. Daun jambu biji (<em>Psidium guajava</em> L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri rebusan daun jambu biji terhadap beberapa bakteri patogen secara <em>in vitro</em>. Sampel yang digunakan berupa 30 gram daun jambu biji segar yang direbus dan diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>, <em>Escherichia coli</em>, <em>Pseudomonas aeruginosa</em>, dan <em>Enterococcus faecalis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki daya hambat terhadap seluruh bakteri uji dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,12 mm pada <em>S. aureus</em>, 10,23 mm pada <em>E. coli</em>, 9,27 mm pada <em>P. aeruginosa</em>, dan 9,82 mm pada <em>E. faecalis</em>. Daya hambat tertinggi ditemukan pada <em>S. aureus</em>, sedangkan yang terendah pada <em>P. aeruginosa</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.</p>adi antoniAbdullah AAAlprida harahapHaslinahNurhalimah Batubara
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2890THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF SEXUAL PATTERNS AND FULFILLMENT OF SEXUAL NEEDS IN PATIENTS WITH TUBERCULOSIS AT UPTD SEBULU I HEALTH CENTER
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2643
<p><strong><em>Background</em></strong><em> Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that not only affects physical health but also influences psychosocial aspects, including the fulfillment of patients' sexual needs. During the course of TB treatment, patients often experience changes in sexual patterns and needs, influenced by their health condition, medication side effects, and their level of knowledge. Adequate knowledge about healthy sexual patterns is expected to help patients fulfill their sexual needs safely and in accordance with their health status. <strong>Objective:</strong> This study aimed to determine the relationship between knowledge of sexual patterns and the fulfillment of sexual needs in TB patients at UPTD Sebulu I Health Center. <strong>Method:</strong> This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of all TB patients, totaling 50 respondents. The research instruments included a questionnaire on knowledge of sexual patterns and a questionnaire on the fulfillment of sexual needs. Data were analyzed using the Chi-Square test. <strong>Results:</strong> There was a significant relationship between knowledge level and fulfillment of sexual needs, with a p-value of 0.001. It is recommended that health workers can increase education to TB patients about safe and healthy sexual patterns during TB treatment.</em></p> <p><strong><em>Keywords </em></strong><em>: </em><em>Knowledge, sexual patterns, fulfillment of sexual needs, tuberculosis</em></p>Nuryani Rabiatul Awaliah Awaliah
Copyright (c)
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2643ANALISIS ETNOSAINS PEMANFAATAN NASI-NASI/DAUN KATUK (Sauropus Androgynus) DALAM EDUKASI GIZI MASYARAKAT UNTUK PENYAKIT DIABETES DI DESA BATUGANA KECAMATAN PADANG BOLAK JULU
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2764
<p>ABSTRAK <br>Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan pola <br>makan, aktivitas fisik, dan faktor risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan nasi<br>nasi/daun katuk (Sauropus Androgynus) dalam edukasi gizi masyarakat untuk PTM di Desa Batugana <br>Kecamatan Padang Bolak Julu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan data kuantitatif <br>sederhana. Sampel terdiri atas 20 responden masyarakat, 2 kader posyandu, dan 1 tenaga kesehatan desa <br>yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner <br>sederhana, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan <br>kesimpulan, serta persentase. Hasil menunjukkan 90% responden mengenal daun katuk sebagai sayuran <br>lokal, 80% percaya daun katuk bermanfaat untuk kesehatan, 70% mengaitkannya dengan pola makan sehat <br>untuk pencegahan PTM, dan 65% mengonsumsinya satu sampai tiga kali per minggu. Daun katuk <br>berpotensi menjadi media edukasi gizi berbasis etnosains karena dekat dengan budaya masyarakat, <br>mengandung serat dan senyawa bioaktif, serta mudah diperoleh. Edukasi perlu menekankan bahwa daun <br>katuk merupakan pangan pendukung, bukan pengganti obat, skrining, atau konsultasi kesehatan. <br>Kata kunci : Daun katuk, edukasi gizi, etnosains, penyakit tidak menular, pangan lokal.</p>guslaini Purnama Intan Pan Hrp
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2764Analisis Hubungan Atensi dan Motorik Halus pada Anak ADHD di Yayasan Tri Asih
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2655
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perkembangan motorik halus pada anak dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Attention Deficit Hyperactivity Disorde</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (ADHD) seringkali dipengaruhi oleh gangguan fungsi kognitif, khususnya atensi. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan koordinasi motorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat atensi dengan kemampuan motorik halus pada anak ADHD di Yayasan Tri Asih Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Sampel penelitian berjumlah 24 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran atensi dilakukan menggunakan Trail Making Test (TMT). Kemampuan motorik halus diukur menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Developmental Coordinated Disorder Questionnaire</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (DCDQ'07). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Spearman</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat atensi dan kemampuan motorik halus. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,867 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hubungan tersebut bersifat sangat kuat dengan arah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat atensi maka semakin rendah pula kemampuan motorik halus. Disarankan adanya intervensi yang mengintegrasikan peningkatan atensi dan kemampuan motorik halus pada anak ADHD.</span></span></p>Indra Franjuniardi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2655Hubungan Komponen Penilaian Australasian Triage Scale (ATS) dengan Outcome klinis dan Lama Waktu Tunggu Pasien Kardiovaskular di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2770
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang memerlukan penanganan cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penerapan Australasian Triage Scale (ATS) menjadi salah satu sistem triase yang berperan dalam menentukan prioritas berdasarkan tingkat pelayanan kegawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komponen penilaian Australasia Triage Scale (ATS) dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hasil klinis</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan lama waktu tunggu pasien kardiovaskular berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">literatur review</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci terkait ATS, penyakit kardiovaskular, </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hasil klinis,</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> waktu tunggu, dan Instalasi Gawat Darurat. Artikel yang diterbitkan pada periode 2022–2026 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi syarat untuk dijelaskan secara deskriptif naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa komponen penilaian ATS yang meliputi penentuan tingkat urgensi berdasarkan kondisi klinis dan parameter fisiologis berhubungan dengan ketepatan prioritas pelayanan, percepatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">waktu respon</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , serta penurunan lama waktu tunggu. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi ATS, efektivitasnya dipengaruhi oleh sumber daya dan sistem pelayanan. Disimpulkan bahwa komponen penilaian Australasia Triage Scale memiliki hubungan dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hasil klinis</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan lama waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat. Penerapan ATS yang tepat berpotensi meningkatkan melindungi prioritas pelayanan, mempercepat respon klinis, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan.</span></span></p>Fachmi AlamsyahMuhammad Ridho Putri Sintya WatiNi Wayan Wiwin Asthiningsih
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2770Faktor Resiko Kualitas Fisik Rumah dan Kebiasaan Merokok Terhadap Insiden TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sekapuk Kabupaten Gresik Tahun 2025
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2681
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>Pendahuluan :</strong> Tuberkulosis paru (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. TB menyerang paru-paru dan dapat menginfeksi orang lain. <strong>Tujuan penleitian :</strong> mengetahui faktor resiko kualitas fisik rumah dan kebiasaan merokok terhadap insiden TB paru di wilayah kerja puskesmas sekapuk kabupaten gresik tahun 2025. <strong>Metode :</strong> Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sampel kasus sebanyak 35 ditambah sampel kontrol (responden tidak terkena TB Paru) sebanyak 70 anak. <strong>Hasil dan Kesimpulan:</strong> Faktor kepadatan hunian tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor ventilasi memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor pencahayaan tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor suhu tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor kelembaban memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Jenis lantai tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru. Faktor kebiasaan merokok tidak memiliki faktor resiko terhadap insiden TB paru.</p> <p><strong>Kata kunci : Faktor Resiko, lingkungan fisik rumah, kebiasaan merokok.</strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><strong><em>Introduction:</em></strong><em> Pulmonary tuberculosis (TB) is a disease caused by mycobacterium tuberculosis. TB attacks the lungs and can infect others. <strong>The purpose of the study:</strong> to determine the risk factors of physical quality of the house and smoking habits on the incidence of pulmonary TB in the working area of the Sekapuk Community Health Center, Gresik Regency in 2025. <strong>Method:</strong> The type of research used in this study is quantitative with observational analytical methods and case control design. The number of samples in this study was 35 case samples plus 70 control samples (respondents not affected by pulmonary TB). <strong>Results and Conclusions:</strong> The residential density factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The ventilation factor has a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The lighting factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The temperature factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The humidity factor has a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The type of floor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB. The smoking habit factor does not have a risk factor on the incidence of pulmonary TB.</em></p> <p><strong><em>Keywords </em></strong><em>: <strong>Risk factors, physical home environment, smoking habits</strong> </em></p>Retna Sari Puji AstutiTiwi YuniastutiYusup Saktiawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2681ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA GOLFER’S ELBOW: STUDI KASUS
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2775
<p><em>Golfer’s Elbow</em> adalah nyeri siku bagian dalam akibat penggunaan otot lengan bawah yang berlebihan, yang memicu degenerasi tendon dan menghambat produktivitas. Akupunktur berfungsi sebagai terapi komplementer yang efektif dengan mengatasi stagnasi serta memulihkan aliran <em>Qi</em> dan darah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional. Studi kasus kualitatif ini mengevaluasi seorang partisipan laki-laki berusia 53 tahun yang menderita nyeri <em>Golfer’s Elbow</em>. Perawatan akupunktur dilakukan di Laboratorium Akupunktur ITSK RS dr.Soepraoen Malang sebanyak 6 sesi terapi sejak 8 April hingga 18 April 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Lembar Data Klien. Data diolah berdasarkan Observasi (<em>Wang</em>), Pendengaran dan Penciuman (<em>Wen</em>), Wawancara (<em>Wen</em>), dan Sentuhan (<em>Qi</em><em>e</em>). Hasil pascaterapi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan: nyeri siku dan nyeri tajam hilang sepenuhnya, tidak ada lagi nyeri tekan, kulit wajah menjadi segar dan lembap, penglihatan jernih tanpa mata kering, kualitas tidur membaik, serta fungsi aktivitas sehari-hari kembali optimal. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi klinis bagi terapis akupunktur serta sumber pembelajaran bagi institusi pendidikan dan peneliti di masa depan</p>Arie Wardhani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2775Husband and Family Support as Determinants of Successful Early Initiation of Breastfeeding and Exclusive Breastfeeding in a Rural Area
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2688
<p><em>A preliminary study conducted in the working area of Rambipuji Primary Health Center revealed low coverage of early initiation of breastfeeding (45%) and exclusive breastfeeding (35%), with good spousal and family support reported by only 40% and 45% of respondents, respectively. This study aimed to analyze the influence of husband and family support on early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding practices among newborns. An observational analytic cross-sectional design was employed. The target population comprised all mothers with infants aged 6-12 months in the Rambipuji area (N=267). A sample of 87 participants was selected using simple random sampling. Data were collected using structured questionnaires that had been validated (Cronbach's alpha 0.87-0.89) and analyzed using multiple logistic regression. The results revealed that 64.4% of mothers practiced early initiation of breastfeeding, while 56.3% provided exclusive breastfeeding. Good husband support (OR=4.21; 95% CI=1.78-9.96; p=0.001) and good family support (OR=3.56; 95% CI=1.54-8.23; p=0.003) were significantly associated with early initiation of breastfeeding. Similar patterns were observed for exclusive breastfeeding. Family-based interventions are urgently needed in breastfeeding promotion programs at primary health centers.</em></p>Nurma YunitaWidia Shofa IlmiahGaduh Dwi Setyorini Rahayu
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2688Ms. Pengaruh Variasi Media Filter terhadap Penurunan Kadar TDS Air Sumur Dusun Gamparan
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2779
<p><em>Well water in Dusun Gamparan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman has Total Dissolved Solids (TDS) levels exceeding the quality standard, requiring water treatment through filtration. This study aimed to determine the effect of different compositions of filter media A, B, and C on well water TDS levels and to identify the most effective filter medium. This study used a quasi-experimental method with a Pre-Test–Post-Test Without Control Group design. The filtration media consisted of zeolite, cation exchange resin, and activated coconut shell charcoal with compositions of A (10:30:40 cm), B (10:35:35 cm), and C (10:40:30 cm). Samples were collected using a grab sampling technique with nine replications and analyzed using the conductivity method. The average TDS level before filtration was 480 mg/L. After filtration, TDS levels decreased to 377.88 mg/L (21.27%) for media A, 348.77 mg/L (27.62%) for media B, and 294.11 mg/L (38.73%) for media C. The results showed differences in TDS reduction among the filter media. Filter media C was the most effective in reducing well water TDS levels and can be applied for household-scale water treatment. </em></p>Saffa
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2779Peran, Adaptasi, Jejas, dan Penuaan Sel Kondrosit pada Osteoartritis Dini: Literatur Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2701
<p>Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan bertahap kartilago artikular serta perubahan struktur sendi yang menimbulkan nyeri dan penurunan fungsi. Pada tahap awal, perubahan biologis berlangsung pada tingkat seluler sebelum kerusakan struktural teridentifikasi secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme patofisiologis yang mendasari disfungsi kondrosit pada fase awal osteoartritis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Semantic Scholar dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Sebanyak 300 artikel ditemukan, kemudian diseleksi berdasarkan judul, abstrak, serta kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Dua artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tool. Hasil menunjukkan bahwa disfungsi kondrosit dipicu oleh aktivasi jalur inflamasi dan stres oksidatif. Selain itu, gangguan metabolisme seluler serta disfungsi mitokondria turut berperan dalam proses tersebut. Kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan aktivitas anabolik dan katabolik matriks kartilago. Ketidakseimbangan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan degradasi matriks dan percepatan progresi osteoartritis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan pendekatan terapi yang menargetkan mekanisme molekuler kondrosit.</p> <p> </p>Cika Dwi Oktaviani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2701Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Meningkatkan Kesehatan Seksual Dan Reproduksi
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2791
<p><em>Community pharmacists play an important role and contribute to improving sexual and reproductive health in the community, but understanding of the role of pharmacists has not been clearly described. This study aims to describe the Indonesian community's perception of the role of community pharmacists in improving sexual and reproductive health based on the frequency of visits to health facilities and pharmacies. The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Based on the Cochran formula, 100 samples were selected, consisting of Indonesians aged >18 years. Data were obtained from a questionnaire distributed via the Google Forms online platform. The questionnaire met the construct validity and reliability tests. The relationship between public perception based on the frequency of visits to health facilities and pharmacies was analysed using the chi-square test. The results showed that the majority of respondents were aged 18-24 years (41 people). A total of 63 respondents rarely visited health facilities, while 47 respondents rarely visited pharmacies. The results of the Pearson chi-square test showed no relationship between perceptions and frequency of visits to health facilities (p-value = 0.392) or pharmacies (p-value = 0.201). It is recommended that community pharmacists strengthen sexual and reproductive health services and collaborate with educational institutions and other communities.</em></p>Mikha Adyatama PutraDidiek Hardiyanto SoegiantoroYosua Adi KristariyantoRakta Raditya
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2791Hubungan antara Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Keluarga Berencana Pasca Persalinan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2714
<p><em>Knowledge is an internal factor influencing the selection of postpartum family planning. This study aims to determine the relationship between third trimester pregnant women's knowledge of postpartum family planning and their selection of contraceptive methods. This analytical correlation study used a cross-sectional approach, conducted from February to April 2026 with a sample size of 88 pregnant women. Sampling was performed using probability sampling with systematic random sampling, adhering to inclusion and exclusion criteria. The study results showed that the majority (83.6%) of third trimester preganant women had sufficient knowledge, a small minority (3.4%) had poor knowledge, and a majority (69.3%) had poor knowledge regarding service statements. The majority (77.3%) chose to use a contraceptive method. The chi-square test result obtained a p value = 0.024 (< 0.05). Health workers, especially midwives, are expected to optimize education and counseling on postpartum family planning so that pregnant women have a better understanding and are able to make appropriate decisions in choosing postpartum contraception for the sake of maternal health, child health, and family welfare.</em></p>I Gusti Ayu SuciatmikaNi Gusti Kompiang SriasihNi Luh Putu Sri Erawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2714ANALISA DETERMINAN KEPATUHAN GAYA HIDUP SEHAT PASIEN HIPERTENSI DI KELURAHAN HUTAIMBARU
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2803
<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke sehingga memerlukan kepatuhan pasien dalam menerapkan gaya hidup sehat. Namun, tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap gaya hidup sehat masih rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan gaya hidup sehat pada pasien hipertensi di Desa Hutaimbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 92 pasien hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Usia dikelompokkan menjadi dewasa (36–45 tahun), paruh baya (46–65 tahun), dan lansia (>65 tahun).Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan signifikan dengan kepatuhan gaya hidup sehat (p = 0,036). Jenis kelamin (p = 0,011), tingkat pengetahuan (p = 0,021), sikap (p = 0,008), dan dukungan keluarga (p = 0,001) juga berhubungan signifikan dengan kepatuhan gaya hidup sehat.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar upaya pengendalian hipertensi difokuskan pada peningkatan edukasi, pembentukan sikap positif, serta penguatan dukungan keluarga, terutama pada kelompok usia paruh baya yang memiliki tingkat kepatuhan terendah.</p>miatul zahraIndriani Maritovanthala yuzanshahdana warti suhailaibit wahyudiSalsa Sanggitasilvi nur auliapradhita yayuni zanraSiti KholijanefonavratilovaArinil Hidayahkahar kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2803Prevalensi Kejadian Migrain pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Tingkat Akhir Universitas Harapan Bangsa
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2731
<p>Migrain merupakan salah satu keluhan neurologis yang sering dialami oleh mahasiswa dan dapat mengganggu produktivitas harian serta prestasi akademik. Berbagai studi menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan tahun akhir memiliki beban akademik yang tinggi, praktik klinis, dan tuntutan untuk menyelesaikan tugas akhir, sehingga mereka berisiko lebih tinggi mengalami migrain. Kondisi ini berpotensi mengurangi kualitas belajar, konsentrasi, dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi migrain pada mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir, dengan ukuran sampel 150 responden yang dipilih menggunakan sampling acak berstrata. Alat yang digunakan adalah <em>Migraine Screen Questionnaire </em>(MS-Q). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden dan insidensi migrain<strong>. </strong>Hasil Uji statistik yang dilakukan untuk menentukan insidensi migrain menunjukkan bahwa berdasarkan usia, 34 responden (23,3%) berusia 20-23 tahun mengalami migrain. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 5 responden laki-laki (11,4%) yang mengalami migrain dan 30 responden perempuan (28,3%) yang mengalami migrain. Studi ini menunjukkan bahwa migrain paling sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Kesimpulan: Migrain lebih sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Sehingga dapat disimpulkan Migrain lebih sering dialami oleh mahasiswa keperawatan anestesiologi tahun akhir, dengan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan wanita dewasa muda. Upaya promosi dan pencegahan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengendalikan faktor risiko migrain.</p>Naysilla Yuniar IvaniMagenda Bisma Yudha Surtiningsih
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2731Pengaruh Konsumsi Rebusan Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi Asi Di Desa Tanjung Gusta
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2848
<p>Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menyebabkan sebagian anak tidak memperoleh haknya untuk mendapatkan asupan bergizi tinggi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi ASI, salah satunya melalui intervensi nonfarmakologis, seperti pemberian rebusan daun kelor, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi ASI sehingga bayi tetap memperoleh ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi rebusan daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di DesaTanjung Gusta. Metode penelitian yang digunakan adalah <strong><em>quasi experimental</em></strong> dengan rancangan <strong><em>one group pretest–posttest design</em></strong> yang melibatkan 20 responden. Intervensi dilakukan selama dua minggu untuk menilai perubahan produksi ASI sebelum (<em>pre-test</em>) dan sesudah (<em>post-test</em>) pemberian intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan <strong>uji Paired t-Test</strong><strong>.</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi ASI pada tahap pre-test sebesar 0,108 dan menurun menjadi 0,020 pada tahap post-test. Terdapat perubahan yang signifikan pada jumlah produksi ASI dengan nilai <strong>p-value 0,00</strong><strong>0</strong>. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsumsi rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Diharapkan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi terkait manfaat daun kelor sebagai sumber bahan peningkat ASI.</p>Nurul MoulizaNuriah ArmaDebby PratiwiIna Rahawa
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2848PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIC DI KLINIK GFRR KARANGANYAR
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2736
<h2>ABSTRAK</h2> <p><em>Low Back Pain Myogenic</em> adalah gangguan fungsi otot-otot <em>lumbal</em> yang disebabkan oleh aktivitas berulang, seperti mempertahankan posisi duduk dalam waktu yang berkepanjangan, berdiri dengan jangka waktu yang panjang, atau membawa benda berat dalam posisi yang tidak ergonomis, kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri tumpul yang tidak menjalar ke ekstremitas bawah<em>.</em> Prevalensi <em>Low Back Pain</em> (LBP) pada individu dewasa mencapai angka 50–80%, di mana sebagian besar populace mengalami setidaknya sekali seumur hidup, dengan populasi usia kerja sebagai kelompok paling rentan yang menjadi penyebab kecacatan tertinggi secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian TENS, <em>Infra Red</em> , dan <em>Core Stability</em> dalam peningkatan kekuatan otot (MMT), peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), peningkatan kemampuan fungsional dan berperan dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada pasien dengan <em>Low Back Pain Myogenic</em> yang dilakukan di Klinik GFRR Karanganyar selama periode 5 Januari sampai 31 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mobilisasi sendi, peningkatan kekuatan otot, peningkatan kemampuan fungsional serta penurunan nyeri pada pasien dengan diagnosis <em>Low Back Pain Myogenic</em>. Pasien disarankan untuk menjalani terapi secara rutin dua kali dalam seminggu, melakukan olahraga secara teratur, menurunkan berat badan, mengurangi aktivitas yang berlebihan, serta memperoleh waktu istirahat yang cukup.</p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p><em>Myogenic low back pain is a dysfunction of the lumbar muscles caused by repetitive activities, such as maintaining a seated position for prolonged periods, standing for long periods, or carrying heavy objects in non-ergonomic positions; this condition is characterized by a dull pain that does not radiate to the lower extremities. The prevalence of Low Back Pain (LBP) in adults reaches 50–80%, with the majority of the population experiencing it at least once in their lifetime; the working-age population is the most vulnerable group and accounts for the highest rate of disability globally. This study aims to determine the effectiveness of TENS, Infrared therapy, and Core Stability exercises in improving muscle strength (MMT), increasing range of motion (ROM), enhancing functional ability, and reducing pain. This study employed a case study method on patients with Myogenic Low Back Pain conducted at the GFRR Clinic in Karanganyar from January 5 to January 31, 2026. The results demonstrated improved joint mobility, increased muscle strength, enhanced functional ability, and reduced pain in patients diagnosed with Myogenic Low Back Pain. Patients are advised to undergo therapy regularly twice a week, exercise regularly, lose weight, reduce excessive activity, and get adequate rest.</em></p>Adristi Fadila SyafitriYudha Wahyu Putra Amalia Solichati Rizqi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2736PEMAHAMAN DAN PERSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP RISIKO JAJANAN TIDAK SEHAT SEBAGAI FAKTOR POTENSIAL PENYEBAB KANKER DI KOTA PADANGSIDIMPUAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2863
<p>Perilaku konsumsi jajanan sembarangan pada siswa sekolah dasar merupakan fenomena yang umum terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, termasuk paparan zat karsinogenik. Rendahnya pemahaman anak mengenai kandungan berbahaya dalam jajanan serta minimnya literasi kesehatan menjadi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan persepsi siswa sekolah dasar terhadap risiko jajanan tidak sehat yang berpotensi menyebabkan kanker. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan adalah siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kebiasaan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah di Kota Padangsidempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan panduan semi terstruktur serta observasi sederhana terhadap perilaku jajan. Seluruh wawancara direkam, ditranskripsi, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan Empat tema yaitu pemahaman Siswa tentang jajanan tidak sehat, Persepsi Siswa tentang jajanan, perilaku konsumsi jajanan, Dan Faktor Lingkungan yang mempengaruhi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa seluruh siswa memiliki pemahaman yang terbatas mengenai kandungan berbahaya dalam jajanan. Jajanan dipersepsikan sebagai sesuatu yang menarik dari segi rasa, warna, dan harga yang terjangkau. Risiko kesehatan jangka panjang, termasuk kanker, belum menjadi pertimbangan dalam memilih jajanan. Faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, ketersediaan jajanan di sekitar sekolah, serta kurangnya edukasi dari orang tua dan guru turut memengaruhi perilaku konsumsi tersebut. Diperlukan intervensi edukasi kesehatan yang kontekstual dan berkelanjutan melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap bahaya zat karsinogenik dalam jajanan.</p>Juni Andriani RangkutiHotma Royani SiregarLetnan Dalimunthe
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2863EFEKTIVITAS PROGRAM PROLANIS TERHADAP KENDALI GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEW
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2741
<p>Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam membantu pengendalian penyakit kronis, khususnya diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program PROLANIS terhadap kendali glikemik pasien diabetes melitus melalui pendekatan <em>literature review</em>. Penelitian menggunakan metode <em>literature review</em> dengan penelusuran artikel melalui database <em>Google Scholar, PubMed, Garuda,</em> dan <em>ScienceDirect</em> menggunakan kata kunci “PROLANIS”, “diabetes melitus”, dan “kendali glikemik”. Artikel yang digunakan merupakan artikel nasional dan internasional tahun 2017–2025. Berdasarkan hasil seleksi diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menyatakan PROLANIS memberikan pengaruh positif terhadap kendali glikemik melalui penurunan kadar gula darah puasa (GDP), gula darah sewaktu (GDS), dan perbaikan kadar <em>glycated hemoglobin</em> (HbA1c). Selain itu, PROLANIS juga meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan penerapan perilaku hidup sehat. Disimpulkan bahwa PROLANIS berpotensi meningkatkan kendali glikemik pasien diabetes melitus.</p>Rika Purnama
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2741Kelayakan Chatbot Telegram Sebagai Edukasi Kesehatan Mental Pranikah: Persepektif Ahli dan Pengguna
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2868
<p><em>Premarital mental health is a crucial aspect of the preparation process for prospective brides and grooms entering marriage. However, mental health education continues to face challenges related to accessibility and engaging pedagogical strategies. The emergence of digital technology offers a path in the form of implementing chatbots as a health education medium that is easily accessible and aligned with the characteristics of the current generation. The purpose of this study was to assess the feasibility of a Telegram chatbot as a premarital mental health education medium for prospective brides and grooms, considering the perspectives of media experts, content experts, and users (prospective brides and grooms). A qualitative methodology was used, utilizing the P-process development framework. Data collection involved interviews with media experts, content experts, and prospective brides and grooms who functioned as Telegram chatbot users. Analysis was conducted by identifying evaluation results regarding the technical aspects of the media, material suitability, information delivery, and user acceptance of the chatbot. The results showed that the Telegram chatbot was deemed suitable for use as a premarital mental health education medium due to its ease of access, simple interface, easy-to-understand information delivery, and material relevant to the needs of prospective brides and grooms. The results of general comments and suggestions from informants became the basis for developing the Telegram chatbot to optimize it as a digital health promotion medium. Further development of a Telegram chatbot is recommended to test the effectiveness of the medium in increasing knowledge and mental preparedness of prospective brides and grooms.</em></p>Arifatun Helen Hidayah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-272026-06-2711110.51933/health.v11i1.2868STUNTING Model Pencegahan Stunting tahun 2015-2025 : Analisis Bibliometric
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2580
<p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan menjadi perhatian global, terutama di negara berkembang. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pola penelitian tentang model pencegahan stunting menggunakan pendekatan bibliometrik untuk mengidentifikasi perkembangan publikasi, kolaborasi global, serta bentuk intervensi yang paling banyak dikaji. Metode: Sebanyak 128 artikel dari basis data Scopus periode 2015–2025 dianalisis menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel. Kata kunci yang digunakan adalah “Model” AND “Stunting” AND “Prevention”, dengan kriteria artikel berbahasa Inggris dan terbit pada rentang waktu tersebut. Hasil: Dari total dokumen, 66 artikel memenuhi kriteria analisis, dan 14 di antaranya secara khusus membahas model pencegahan stunting. Tren publikasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan annual growth rate 21,48% dan puncak pada tahun 2025. Rata-rata sitasi per dokumen sebesar 12,8, menunjukkan dampak akademik yang baik. Kolaborasi internasional mencapai 53,03%, menegaskan stunting sebagai isu kesehatan global. Kesimpulan: Penelitian model pencegahan stunting berkembang pesat dengan pendekatan multisektoral, menggabungkan intervensi gizi spesifik, perbaikan sanitasi, akses layanan kesehatan, serta penguatan faktor sosial seperti pendidikan ibu. Tren penelitian bergeser dari identifikasi risiko menuju intervensi pada ibu hamil dan 1000 HPK, mencerminkan strategi global yang lebih preventif dan berbasis bukti, meskipun adaptasi konteks lokal masih diperlukan.Kata kunci: Model, pencegahan, stunting, bibliometrik.</p>oktaria safitri okta
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2580Asuhan Akupuntur pada Penderita Carpal Tunnel Syndrome di Griya Sehat “Adriance” Jakarta
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2747
<p>Sindrom terowongan karpal (CTS) adalah salah satu bentuk neuropati saraf median yang paling umum, mempengaruhi hampir 4-5% populasi berusia 40-60 tahun, prevalensi 1 dari 10 orang. Tingkat kejadian global CTS sebesar 12.267 per 100.000 populasi, dengan kejadian berdasarkan jenis kelamin sebesar 6% pada pria dan 9,2% pada wanita, dan 1,55% dari populasi dewasa, atau 2,6 juta orang. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 3 pengunjung Griya Sehat “Adriance” Jakarta melalui wawancara menunjukkan bahwa 2 wanita dan 1 pria melaporkan gejala CTS. Tujuan penelitian memahami manfaat dan memperoleh gambaran menyeluruh tentang penerapan Perawatan Akupunktur untuk pasien CTS. Metode menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dibatasi hanya 1 klien, teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em>, instrumen menggunakan lembar data klien, Tinel Test, Phalen’s Test, terapi akupuntur titik PC6, PC7, LI4, LI11, TE5, Baxie, Ashi Point. Hasil studi kasus terdapat perbedaan antara sesi ke-1 dengan terapi sesi ke-6. Keluhan yang dirasakan pada terapi sesi awal sudah membaik saat terapi sesi terakhir. Terapi akupuntur dapat direkomendasikan untuk mengatasi keluhan CTS dan menghindari aktivitas repetitif berlebihan, dan melakukan peregangan secara rutin.</p> <p><strong> </strong></p>Adriance Simon
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2747Penatalaksanaan Akupunktur pada Kasus Nyeri Betis di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2886
<p>Nyeri betis merupakan keluhan yang sering dialami oleh kelompok pekerja akibat adanya cedera pada area betis. Manifestasi nyeri dapat berupa rasa panas, gemetar, kesemutan, terbakar, tertusuk, maupun ditikam, yang timbul akibat gangguan pada struktur pembentuknya. Dalam sudut pandang <em>Traditional Chinese Medicine</em> (TCM), nyeri terjadi akibat terhambatnya aliran <em>Qi</em> dan darah. Akupunktur berfungsi sebagai terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi stagnasi serta memulihkan sirkulasi <em>Qi</em> dan darah guna mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kemampuan fungsional. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan seorang partisipan yang mengalami nyeri betis. Intervensi akupunktur dilakukan di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo sebanyak 6 sesi terapi sejak 3 Mei hingga 23 Mei 2025. Pengumpulan data menggunakan Lembar Data Klien, yang kemudian diolah berdasarkan empat metode diagnostik: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), serta Palpasi/Sentuhan (<em>Qi</em>e). Hasil pascaterapi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; intensitas nyeri betis responden yang semula berada pada kategori nyeri sedang sebelum intervensi, menurun secara signifikan menjadi kategori tidak nyeri hingga nyeri ringan setelah menjalani terapi akupunktur. Hasil ini membuktikan adanya pengaruh signifikan dari pemberian terapi akupunktur terhadap penurunan intensitas nyeri betis pada pasien di Rumah Sehat Bekam Medika Palopo.</p>AsgarMayang WulandariChantika Mahadini
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-292026-06-2911110.51933/health.v11i1.2886ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA GANGGUAN KECEMASAN BERLEBIH : STUDI KASUS
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2613
<p>Kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Kecemasan dibagi dalam 3 jenis ada kecemasan neurosis, kecemasan realistis, dan kecemasan moral. Selain terapi farmakologis Asuhan Akupunktur juga bisa menjadi pilihan alternatif yang menarik karena mampu membantu memperbaiki sirkulasi energi dan aliran darah dan membuat tubuh menjadi rileks sehingga rasa gelisah dan cemas bisa mereda. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan melibatkan seorang partisipan perempuan berumur 36 tahun. Asuhan Akupunktur dilakukan di Udara Yoga Bali sebanyak 6 kali sesi terapi pada tanggal 08 April 2025 sampai dengan 25 April 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: Pengamatan (<em>Wang</em>), Pendengaran dan Penciuman (<em>Wen</em>), Wawancara (<em>Wen</em>), dan Palpasi (<em>Qie</em>) disertai studi dokumentasi. Setelah dilakukan Asuhan Akupunktur menunjukkan hasil yang baik, yaitu: Sudah tidak gelisah, merasa lebih tenang, tidak merasa khawatir berlebihan, jantung sudah tidak berdetak kencang, sudah tidak pusing, dada tidak berdebar, tidak kesemutan, tidak sulit memulai tidur, dan haid sudah normal (tidak pendek). Diharapkan hasil penelitian studi kasus ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Akupunktur Terapis dalam memberikan Asuhan Akupunktur untuk menangani klien dengan Gangguan Kecemasan Berlebih.</p>Dedeh Kurniasih
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2613UJI ANTIBAKTERI FRAKSI HEKSANA DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2760
<p>Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi heksana daun jarak pagar dan daun ubi jalar terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental berbasis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi heksana kombinasi daun jarak pagar dan daun ubi jalar mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa pada seluruh konsentrasi yang diuji. Pada konsentrasi 20% terbentuk zona hambat sebesar 6 mm yang tergolong kategori sedang. Pada konsentrasi 40% diperoleh diameter zona hambat sebesar 7 mm yang juga tergolong kategori sedang. Sementara itu, pada konsentrasi 60% terbentuk zona hambat sebesar 13 mm yang tergolong kategori kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fraksi heksana berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi heksana daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 60% yang menghasilkan zona hambat sebesar 13 mm.</p>ayus diningsihNovita SariMuhammad Arsyad E RambeDini MayasariRini Fitriani Dongoran
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2760Hubungan Pengetahuan Tentang Seks Bebas dan Religiusitas dengan Perilaku Seksual Remaja
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2652
<p>Meningkatnya angka perilaku seksual pada remaja menjadi persoalan yang serius. Pengetahuan dan tingkat religiusitas yang baik diyakini menjadi faktor internal yang penting dalam membentengi remaja dari perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang seks bebas dan tingkat religiusitas dengan perilaku seksual remaja di SMPN X Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain <em>Cross-Sectional. </em>Sampel penelitian berjumlah 200 siswa yang diambil menggunakan Teknik <em>Proportional Random Sampling</em>. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji statistic <em>chi-square. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang dan tingkat religiusitas yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan atara pengetahuan tentang seks bebas (<em>p-value = 0,007)</em> dan religiusitas <em>(p-value = 0,000) </em>dengan perilaku seksual remaja. Disarankan bagi pihak puskesmas setempat untuk mengadakan kembali penyuluhan tentang seks bebas dan efek samping terhadap masa depan para remaja.</p>Ilham Ferdiansyah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2652ANALISIS KONSEP SAINS PADA PRAKTIK PENGGUNAAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DI DESA PINAGAR KECAMATAN ARSE KABUPATEN TAPANULI SELATAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2765
<p>Pemanfaatan biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai obat tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat yang masih dipertahankan melalui pewarisan pengetahuan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penggunaan biji pepaya sebagai obat tradisional pada masyarakat Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta merekonstruksi pengetahuan lokal tersebut ke dalam konsep sains. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnosains. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap informan yang memiliki pengalaman menggunakan biji pepaya sebagai ramuan tradisional. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan biji pepaya untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, cacingan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan secara umum. Cara pengolahan dilakukan dengan dikeringkan dan ditumbuk, direbus, dimakan langsung dalam jumlah sedikit, atau dicampur madu maupun jeruk nipis. Praktik tersebut mengandung konsep biologi, kimia, dan kesehatan, antara lain struktur tumbuhan, senyawa bioaktif, enzim papain, alkaloid karpain, antioksidan, ekstraksi sederhana, serta kesehatan preventif. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains dan sebagai upaya pelestarian pengetahuan lokal masyarakat.</p>dewiarjunaharahap
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-3011110.51933/health.v11i1.2765Tren Prevalensi Meningkat dan Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja Indonesia: Systematic Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2659
<p>Hipertensi pada remaja menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring transisi epidemiologi dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada kelompok usia muda menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja Indonesia melalui pendekatan systematic review. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur melalui database Science Direct dan Springer untuk publikasi tahun 2020–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi "hipertensi remaja", "prevalensi hipertensi Indonesia", dan "faktor risiko hipertensi remaja". Tahapan seleksi meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan included. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian kuantitatif, populasi remaja, serta membahas prevalensi atau faktor risiko hipertensi. Dari proses tersebut, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada remaja Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan obesitas dan gaya hidup sedentary. Faktor risiko dominan meliputi obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, penggunaan gawai berlebihan, konsumsi tembakau, serta faktor sosiodemografi seperti pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi. Disarankan penguatan deteksi dini tekanan darah di sekolah, integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum, serta regulasi iklan makanan tidak sehat dan akses tembakau bagi remaja.</p>Suhestianigras SNikita AprilianingsihMegawatiSudirmanAhmad Yani
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2659 Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Wanita Usia Subur dalam Deteksi Dini Kanker Payudara di Desa Balakka
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2771
<p>Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan dan membutuhkan upaya deteksi dini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik wanita usia subur mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker payudara di Desa Balakka. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 27 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan praktik, kemudian dianalisis secara deskriptif univariat dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (44,4%), sikap positif sebanyak 16 orang (59,3%), dan praktik baik sebanyak 14 orang (51,9%). Meskipun sebagian besar responden memiliki sikap positif, masih terdapat hampir setengah responden dengan praktik deteksi dini yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan secara rutin, pelatihan SADARI, serta pendampingan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur.</p>Rosmainun
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2771Efek Terapi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kadar MDA Hati, SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih yang Diinduksi Boraks
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2684
<p>Boraks merupakan zat toksik berbahaya, ketika masuk ke dalam tubuh maka terbentuk radikal bebas yang menyebabkan stress oksidatif. Kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dapat menurunkan stress oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek terapi ekstrak kulit buah naga merah terhadap kadar MDA hati, SGOT dan SGPT darah tikus yang diinduksi boraks sebesar 20 mg/kg BB. Penelitian ini menggunakan empat kelompok uji yaitu kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak kulit buah naga merah dosis 0,5; 1,0 dan 2,0 g/kg BB selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji <em>One Way ANOVA</em> dan Uji <em>Post Hoc</em>. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan MDA hati dan SGPT terjadi penurunan signifikan (p<0,05) terhadap kontrol pada kelompok perlakuan 2 dan 3. Penurunan signifikan kadar SGOT terhadap kelompok kontrol terjadi pada semua kelompok perlakuan. Pada perlakuan 1 kadar SGOT dan SGPT masih berada diatas nilai normal meskipun telah diberi terapi ekstrak kulit buah naga. Dosis terbaik pemberian ekstrak kulit buah naga yang mampu menurunkan kadar MDA hati, SGOT dan SGPT yaitu dosis 2 g/kg BB. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisis terhadap profil hematologi atau parameter fungsi ginjal sebagai biomarka pendukung lainnya</p>Havida WidyastutiRosmita Anggraeni
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2684A Bezold's Abscess Secondary to Chronic Suppurative Otitis Media
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2776
<p><strong><em>Introduction</em></strong><em>: Bezold's abscess is a rare neck abscess that appears as a complication of chronic suppurative otitis media (CSOM). CSOM is a chronic infection of the middle ear and mastoid cells that progresses to a laterocervical abscess due to a suppurative process that erodes the mastoid cortex along the digastric ridge and spreads between the digastric and sternocleidomastoid muscles. Recommended treatment includes intravenous broad-spectrum antibiotics and complete surgical excision of the mastoid and neck pathology.</em></p> <p><strong><em>Case report</em></strong><em>: This case report discusses a 15-year-old female patient who developed a Bezold abscess as a complication of chronic suppurative otitis media (CSOM), which was drained using a trans-cervical approach, in contrast to other cases of Bezold abscess that were treated with a trans-mastoid approach for abscess drainage.</em></p> <p><strong><em>Conclusion</em></strong><em>: Bezold abscess drainage can be done through a single incision approach transmastoid or a separate incision approach transcervical if the abscess collection is located in the lower part of the neck.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: <strong>Bezold's abscess, CSOM, Abscess drainage, Transcervical,</strong></em> <strong><em>Transmastoid</em></strong></p>safarianti AnzibIkbal Ismail
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2776Efektivitas Mobilisasi Dini Terhadap Waktu Pemulihan Pasca Sectio Ceasarea di Ruang Perawatan RSU Mutiasari Kabupaten Bengkalis
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2693
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi penting dalam mempercepat pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Kurangnya aktivitas setelah operasi dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini terhadap waktu pemulihan pasien pasca sectio caesarea di Ruang Perawatan RSU Mutiasari Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok kontrol mengalami pemulihan lambat (73,3%), sedangkan pada kelompok intervensi mayoritas mengalami pemulihan cepat (86,7%). Nilai rata-rata waktu pemulihan pada kelompok kontrol sebesar 2,00 dan kelompok intervensi sebesar 3,33. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan mobilisasi dini terhadap waktu pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Dengan demikian, mobilisasi dini efektif dalam mempercepat pemulihan pasien dan perlu diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Mobilisasi dini, pemulihan, sectio caesarea</p>Geny PratiwiWira Ekdeni AifaRiski Novera YenitaFajar Sari Tanberika
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2693Formulasi Minyak Aromaterapi roll on dari Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum) dan Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle Wangi dan Kulit Lemon (Citrus x limon) terhadap Intensitas Mual Muntah pada Ibu Hamil
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2786
<p>Mual dan muntah merupakan gejala yang umum dialami ibu hamil trimester pertama akibat perubahan hormonal, sehingga diperlukan alternatif terapi yang aman dan praktis untuk mengatasinya. Jahe merah mengandung gingerol, shogaol, dan zingeron yang berfungsi sebagai antiemetik melalui peningkatan motilitas gastrointestinal dan penghambatan pusat muntah. Minyak atsiri kulit jeruk kasturi kaya akan limonene dan linalool yang memberikan efek relaksasi dan membantu meredakan mual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan efektivitas minyak aromaterapi dari ekstrak jahe merah (<em>Zingiber officinale var. rubrum</em>) dan Minyak atsiri sereh mengandung senyawa sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang memberikan aroma segar serta efek relaksasi.. Kombinasi sereh wangi dengan minyak atsiri kulit lemon (<em>Citrus × limon</em>) berpotensi memberikan efek yang lebih optimal. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pembuatan sediaan minyak aromaterapi dan pengujian meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, iritasi, serta uji hedonik dan dilanjut uji efektivitas pengukuran intensitas mual muntah sebelum dan sesudah penggunaan pada responden ibu hamil selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki sifat fisik yang stabil, bersifat homogen, serta penyerapan dengan hasil viskositas yang baik, tidak menimbulkan iritasi, serta disukai panelis berdasarkan uji hedonik. Minyak angin dengan konsentrasi 14% menunjukkan hasil terbaik dalam aktivitas penurunan mual dan muntah pada ibu hamil. Kesimpulan: kombinasi ekstrak jahe merah dan minyak atsiri sereh wangi dan Lemon dapat diformulasikan menjadi sediaan minyak aromaterapi yang aman dan efektif terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil.</p>Rini Fitriani DongoranHafni Nur InsanAfrina Dewi LubisSasmita
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2786EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE HOSPITAL OHS MANAGEMENT SYSTEM
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2708
<p><em>This research is motivated by the importance of implementing the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) as an effort to prevent work accidents and occupational diseases in accordance with the provisions of the Minister of Health Regulation concerning the Implementation of the Hospital K3 Management System. This study aims to analyze the level of implementation of SMK3 in hospitals and its compliance with the standards set out in the regulation. The method used is descriptive research with a qualitative approach through observation, interviews, and documentation studies of SMK3 elements including policies, planning, implementation, monitoring, and evaluation. The results of the study indicate that the implementation of SMK3 has been running in most elements, but there are still several aspects that need to be improved, especially in the consistency of documentation, training of health workers, and periodic evaluations. The conclusion of this study is that the implementation of SMK3 based on the Minister of Health Regulation No. 66 of 2016 plays an important role in creating a safe and healthy work environment, and requires management commitment and active participation of all workers so that its implementation can run optimally and sustainably</em></p>KHOIROTUN SIREGAR
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2708TINJAUAN LITERATUR PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN: EFEKTIVITAS, TANTANGAN, DAN ARAH PENGEMBANGAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2798
<p>Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan intervensi strategis dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus dan hipertensi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, faktor determinan, serta tantangan implementasi Prolanis di Indonesia melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif terhadap artikel ilmiah, kebijakan, dan laporan institusi yang relevan dalam rentang 2014–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa Prolanis berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan kontrol, perbaikan parameter klinis, dan efisiensi biaya kesehatan. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya partisipasi peserta, keterbatasan sumber daya di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta lemahnya sistem monitoring dan evaluasi. Evaluasi kritis terhadap literatur menunjukkan adanya keterbatasan metodologis, kurangnya penelitian longitudinal, serta minimnya pendekatan interdisipliner. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penguatan berbasis sistem, termasuk integrasi teknologi digital, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan regulasi dan pengawasan program.</p>Fabby Azhezinova
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2798LITERATURE REVIEW : MANFAAT PIJAT PERINEUM UNTUK MENGURANGI RISIKO TERJADINYA LASERASI PERINEUM SAAT PERSALINAN
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2719
<p>Perineal rupture is a common complication of vaginal delivery, especially in primiparas. It can occur spontaneously (laceration) or through an episiotomy. Prevention can be achieved through Kegel exercises, optimal holding positions, prenatal yoga, and perineal massage. Perineal massage is a technique used to massage the perineal area from the third trimester of pregnancy until several weeks before delivery to increase tissue elasticity. Perineal massage is believed to increase the elasticity of the perineal muscles and tissues, thereby minimizing trauma during childbirth.The purpose of this study was to analyze the effectiveness of perineal massage in reducing the risk and severity of perineal rupture. An electronic literature search was conducted in PubMed, Google Scholar, and Scopus for the period 2020–2025 using the keywords "pijat perineum," "perineal massage," "perineal rupture," and "persuspit". Of the seven journals analyzed, perineal massage was shown to significantly reduce the incidence of second- and third-degree perineal rupture by 20–30% and increase maternal satisfaction during childbirth. Regular perineal massage performed by pregnant women in their third trimester has been shown to reduce the incidence of perineal rupture compared to those who did not perform perineal massage. Perineal massage is effective in reducing the incidence of perineal rupture during vaginal delivery. Perineal massage can be recommended as a non-pharmacological intervention for pregnant women in their third trimester to help prepare for a safer and more comfortable delivery.</p>Ni Made Desi DwijayaniGusti Ayu Eka UtariniNi Wayan Suarniti
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2719Interventions For Prevent Type 2 Diabetes Melitus Complications : a Review
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2838
<p>Type 2 diabetes is a major cause of illness and death. Long suffering from diabetes is often associated with complications such as neuropathy. Complications usually begin to arise after the client has suffered from DM for more than 10 years. Lifestyle modification is a fundamental management approach that can prevent or delay the development of prediabetes into diabetes, as well as reduce the risk of microvascular and macrovascular diseases. The purpose of this study was to review the effectiveness of some interventions on minimizing progression to diabetes in high-risk patients or progression to clinical outcomes (such as cardiovascular disease and death) in patients with type 2 diabetes. Data Sources in tihis study was from research on lifestyle interventions in type 2 diabetes mellitus published between 2007-2022 in online article databases PubMed, Proquest, Geogle Schoolar, Sci Hub and Sciencedirect. The data collection technique was by entering keywords into the database, the keywords used were: interventions AND Type 2 Diabetes Melitus; Lifestyle Diabetes Melitus AND Prevent Complications, Interventions AND Modification Lifestyle. Several interventions were found to prevent complications in patients with type 2 diabetes mellitus, starting from self-empowerment interventions, family empowerment, health belief models, cultural approaches, and others. Comprehensive lifestyle interventions effectively decrease the incidence of type 2 diabetes in high-risk patients and its complications. In patients who already have type 2 diabetes, there is no evidence of reduced all-cause mortality and insufficient evidence to suggest benefit on cardiovascular and microvascular outcomes</p>Febrina Angraini SimamoraDina Mariana MMei Adelina HarahapAsnil Adli SimamoraMahmul Rivai Siregar
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2411110.51933/health.v11i1.2838HUBUNGAN KETERSEDIAAN TEMPAT SAMPAH DENGAN PERILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN PADA SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI SD 100 KENDARI
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2732
<p>Permasalahan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi salah satu masalah kesehatan lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan tempat sampah dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada siswa di SD 100 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa kelas IV dan V. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,011 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan tempat sampah dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada siswa. Semakin baik ketersediaan tempat sampah, maka semakin baik perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai penting untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.</p>Siti Rabani Karimunarahma fadila482DefrianiDilla Puspita SariHutri Amelia
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2732Pengaruh Ekstrak Ikan Gabus Terhadap Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Nibung Kota Tanjung Balai Tahun 2024
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2854
<p><strong>A</strong><strong>BSTRAK</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Berdasarkan <em>World Health Organization (WHO) </em>mengenai status kesehatan nasional pada capaian target <em>Sustainable Development Goals (SDGs) </em>menyatakan secara global sekitar 830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dengan tingkat AKI sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup. Sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah kehamilan, persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio AKI masih dirasa cukup tinggi sebagaimana ditargetkan menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus terhadap luka perineum ibu <em>postpartum</em>. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan kuasi eksperimen dengan menggunakan <em>tipe one group pretest-postest</em>. Populasi Jumlah populasi yang akan digunakan adalah 15 orang ibu post partum. Sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling artinya seluruh populasi dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 15 orang. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji <em>Mann-Whitney</em>. Hasil analisis bivariat dengan uji <em>Mann-Whitney </em>menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum ibu <em>postpartum</em> (p=0,000). Disarankan Bagi pelayanan kesehatan baik Puskesmas maupun Klinik Bersalin diharapkan lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang penyuluhan ekstrak ikan gabus terhadap penyembuhan luka perineum.</p> <p> </p> <p>Kata kunci : Ekstrak Ikan Gabus, Luka Perineum, Ibu Postpartum</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p> Based on the World Health Organization (WHO) regarding national health status at the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) target, it is stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with an MMR rate of 216 per 100,000 live births. As many as 99 percent of maternal deaths due to problems in pregnancy, childbirth or childbirth occur in developing countries. The MMR ratio is still considered quite high as targeted to be 70 per 100,000 live births in 2030. The purpose of this study was to determine the effect of snakehead fish extract on postpartum maternal perineal injuries. This type of research is analytic by using a quasi-experimental type using one group pretest-posttest. Population The total population that will be used is 15 post partum mothers. The sample in this study was using total sampling, meaning that the entire population was used as the research sample, as many as 15 people. Data analysis was carried out using univariate, bivariate analysis with the Mann-Whitney test. The results of the bivariate analysis using the Mann-Whitney test showed that there was an effect of giving snakehead fish extract on postpartum maternal perineal wound healing (p=0.000). It is recommended that health services, both Puskesmas and Maternity Clinics, are expected to further improve health promotion regarding counseling of snakehead fish extract on perineal wound healing.</p> <p>.</p> <p>Keywords : Snakehead Fish Extract, Perineal Wound, Postpartum Mothers </p> <p><strong> </strong></p>Erlina Esther Ringo ringoMeni Fuji Astuti Tanjung Rostina Afrida Pohan
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-092026-07-0911110.51933/health.v11i1.2854Efektivitas Terapi Akupunktur dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Penderita Dismenore Primer
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2896
<p>Dismenore primer merupakan keluhan menstruasi yang umum dialami remaja dan perempuan usia produktif serta dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi akupunktur dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Praktik Akupunktur Mandiri di Bekasi pada April–Mei 2024. Data dikumpulkan menggunakan lembar data klien melalui pemeriksaan akupunktur komprehensif, meliputi observasi, wawancara, palpasi, pemeriksaan lidah dan nadi, dilanjutkan penegakan sindrom serta pengukuran nyeri menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS). Intervensi diberikan pada fase pra-menstruasi dan dievaluasi secara berurutan. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa penurunan nyeri haid, membaiknya kualitas tidur, serta meningkatnya kemampuan aktivitas. Skala nyeri menurun dari NRS 8 pada siklus sebelumnya menjadi NRS 5 pada siklus berikutnya, sehingga partisipan tetap dapat beraktivitas sepanjang hari. Kesimpulannya, terapi akupunktur berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang bermanfaat dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer pada kasus yang dilaporkan.</p>Dwi Nismadiyah PuspitasariAmal PrihatonoPuspo WardoyoLeny Candra Kurniawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-262026-06-2611110.51933/health.v11i1.2896Peran Akupunktur dalam Mengatasi Mual pada Klien Tuberkulosis
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2901
<p>Mual merupakan efek samping yang sering muncul pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis (OAT) dan dapat menurunkan toleransi serta kepatuhan terapi. Pendekatan komplementer seperti akupunktur berpotensi berperan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asuhan akupunktur dalam mengurangi mual pada klien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT berdasarkan perspektif <em>Chinese Medicine</em>. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang menjalani 12 sesi akupunktur selama enam minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis CM (empat cara pemeriksaan), observasi tanda objektif seperti lidah, nadi, dan nyeri tekan titik diagnostik, serta wawancara subjektif setiap sesi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan hierarki patologis <em>Biao–Ben</em>. Hasil penelitian menunjukkan penurunan bermakna pada durasi dan intensitas mual, perbaikan fungsi <em>Shen</em>, serta peningkatan fungsi organ paru dan limpa-lambung secara bertahap. Namun, tanda-tanda defisiensi kronis terdalam, khususnya defisiensi <em>Yin</em> ginjal dan kelemahan <em>Qi</em> limpa, relatif menetap hingga akhir terapi. Berdasarkan temuan tersebut, akupunktur disarankan untuk dilanjutkan sebagai terapi adjuvan dengan fokus lanjutan pada tonifikasi konstitusional guna mendukung pemulihan jangka panjang.</p>Melina SolihinMayang Wulandari Chantika MahadiniLeny Candra Kurniawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2901Studi Kasus: Efektivitas Asuhan Akupunktur pada Pasien Nyeri Pinggang (Yaotong)
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2902
<p>Nyeri punggung bawah atau <em>low back pain</em> merupakan gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap fungsi serta produktivitas. Dalam perspektif <em>Chinese Medicine</em>, kondisi ini dikenal sebagai <em>Yaotong</em> yang berkaitan dengan hambatan aliran <em>Qi</em> dan <em>Xue</em> pada meridian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara komprehensif manfaat asuhan akupunktur pada penderita <em>Yaotong</em> di Klinik DNL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan perempuan berusia 33 tahun selama enam minggu (enam sesi terapi). Data dikumpulkan melalui Empat Cara Pemeriksaan akupunktur, telaah rekam medis, serta dokumentasi longitudinal tiap sesi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi dan komparasi silang antar-sesi. Hasil menunjukkan penurunan bertahap intensitas nyeri sejak sesi kedua, hilangnya penjalaran nyeri pada sesi ketiga, serta tidak ditemukannya keluhan nyeri maupun nyeri tekan pada sesi keenam. Perbaikan juga tampak pada perubahan karakteristik lidah dan nadi, peningkatan kualitas tidur, serta pemulihan kapasitas aktivitas fungsional. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah partisipan lebih besar untuk memperkuat evidensi klinis asuhan akupunktur pada <em>Yaotong</em>.</p>Dino LeoMayang WulandariIkhwan Abdullah Leny Candra Kurniawan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-252026-06-2511110.51933/health.v11i1.2902Analisis Distribusi Kasus Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Tosa Kecamatan Tidore Timur Periode Januari 2022–Mei 2026
https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2952
<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan memerlukan surveilans berbasis waktu dan wilayah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis pola distribusi kasus DBD berdasarkan tahun kejadian dan wilayah/kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Tosa Kecamatan Tidore Timur periode Januari 2022 sampai Mei 2026. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder. Subjek penelitian adalah seluruh kasus DBD yang tercatat selama periode penelitian dengan total 51 kasus. Hasil penelitian menunjukkan pola kasus yang fluktuatif, yaitu 8 kasus pada tahun 2022, 13 kasus pada tahun 2023, 22 kasus pada tahun 2024, 1 kasus pada tahun 2025, dan 7 kasus pada Januari sampai Mei 2026. Kasus terbanyak ditemukan di Cobodoe, diikuti oleh Dowora, Mafututu, dan Jikocobo. Cobodoe menjadi wilayah prioritas utama pengendalian DBD, sedangkan Dowora dan Mafututu menjadi wilayah prioritas berikutnya. Temuan ini menunjukkan pentingnya surveilans berbasis wilayah dan pengendalian DBD yang lebih terarah di wilayah kerja Puskesmas Tosa.</p> <p><em>Kata kunci: </em>Demam Berdarah Dengue; distribusi kasus; surveilans wilayah; pengendalian DBD; Puskesmas Tosa.</p> <p> </p>Nia Kurnia Supardi RustamFitri Ningsi TogubuDewi Indra Purwanti
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-06-252025-06-2511110.51933/health.v11i1.2952