https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/issue/feed Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) 2026-01-24T14:09:44+00:00 Nefonavratilova Ritonga lppmunar@gmail.com Open Journal Systems <p data-pm-slice="0 0 []"><strong>Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)</strong>, with registration numbers ISSN 2503-0981 (print) and 2623-2499 (online), is a tool for the publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official Open Journal System website of the University of Aufa Royhan Padangsidimpuan City. This journal will be published every 6 months in June and December each year.<span id="result_box" class="" lang="en"></span></p> https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2244 Tinjauan Pustaka : Depresi Pada Lansia 2025-09-26T01:45:59+00:00 Yasmin Sabrina Zulkifli yasminzulkifli66@gmail.com Ridha Tahriani ridhatahriani@gmail.com Diaz Jibriel jibrieldiaz27@gmail.com Yoga Prawira Wedha Swara prawirayoga05@gmail.com <h2>ABSTRAK</h2> <p>Depresi pada lanjut usia (lansia) menjadi masalah kesehatan yang semakin penting di tengah peningkatan harapan hidup di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi depresi pada lansia dan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian depresi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka naratif, dengan menganalisis literatur ilmiah yang relevan mengenai depresi pada lansia, termasuk epidemiologi, penyebab, dan pengobatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan fisik dan psikologis, kondisi sosial, serta adanya penyakit kronis yang mendasarinya. Sebagian besar lansia yang mengalami depresi tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, meskipun pengobatan dapat memberikan perbaikan signifikan. Diperlukan perhatian lebih terhadap deteksi dini dan pengobatan yang komprehensif untuk mengurangi dampak negatif depresi pada kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, perlu adanya program kesehatan yang lebih mendukung kesejahteraan mental lansia.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Depresi, Lansia, Kesehatan Mental, Psikiatri</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Depression in the elderly has become an increasingly important health issue amid the rising life expectancy in Indonesia. This study aims to determine the prevalence of depression in the elderly and the factors influencing its occurrence. The method used in this research is a narrative literature review, analyzing relevant scientific literature on depression in the elderly, including its epidemiology, causes, and treatments. The results show that depression in the elderly is influenced by various factors, including physical and psychological changes, social conditions, and underlying chronic illnesses. Most elderly individuals with depression do not receive appropriate treatment, although treatment can lead to significant improvement. Early detection and comprehensive treatment programs are necessary to reduce the negative impacts of depression on the quality of life in the elderly. Therefore, more health programs supporting the mental well-being of the elderly are needed.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong> <em>:</em> Depression, Elderly, Mental Health, Psychiatry</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2381 Hubungan Sikap Pola Interaksi Keluarga Dalam Reconstituted Nuclear Family Terhadap Kesejahteaan Keluarga 2025-12-06T02:08:35+00:00 Shelomitha Fransiska shelomithafransiska@upi.edu Dewi Dolifah dewidolifah@upi.edu Amanda Puspanditaning Sejati amanda.puspanditaning@upi.edu <p style="font-weight: 400;">Tingginya angka perceraian di Indonesia berdampak pada meningkatkan jumlah <em>reconstituted nuclear family</em>, yaitu keluarga yang terbentuk kembali setelah perceraian dan memiliki dinamika interaksi yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan melihat apakah sikap pola interaksi dalam keluarga berhubungan dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> pada 67 responden yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian disusun oleh peneliti sendiri dengan mengadaptasi indikator dari Family Function Scale-Indonesia Version (FFS-I). Data dianalisis seara univariat untuk menggambarkan kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan, serta secara bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk menilai hubungan antarvariabel. Uji validitas menghasilkan 14 item layak pakai untuk variabel sikap pola interaksi dan 10 item untuk variabel kesejahteraan dengan reliabilitas sangat baik (0.962 dan 0.930). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan yang tinggi Uji bivariat menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara sikap pola interaksi dan kesejahteraan (ρ = 0,838; p &lt; 0,01). Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sikap pola interaksi kelurga untuk mendukung kesejahteraan pada <em>reconstituted nuclear family</em>.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2256 Determinan Psikoneuroendokrin Stres Akademik pada Perilaku Makan Berlebih 2025-10-04T04:14:36+00:00 Arya Pradipa Airlangga Hartoyo arya.p.a.hartoyo@gmail.com <p>Mahasiswa kedokteran menghadapi tingkat stres akademik yang tinggi yang menempatkannya pada risiko pengembangan mekanisme koping maladaptif seperti perilaku makan berlebih (<em>binge eating</em>). Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai determinan psikoneuroendokrin yang mendasari hubungan antara stres akademik dan kecenderungan makan berlebih. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif (<em>narrative review</em>) dengan mensintesis literatur relevan dari berbagai database ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres kronis mengaktivasi <em>Hypothalamic-Pituitary-Adrenal</em> (HPA) <em>axis</em> yang menyebabkan disregulasi kortisol. Kondisi ini, ditambah dengan perubahan pada hormon pengatur nafsu makan dan modulasi pada sistem penghargaan otak, secara signifikan meningkatkan impulsivitas makan dan berkontribusi pada peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Disimpulkan bahwa pemahaman mendalam mengenai determinan ini krusial untuk pengembangan intervensi preventif dan strategi manajemen stres yang efektif bagi mahasiswa kedokteran.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2394 Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Pelayanan Informasi Obat (PIO) Berdasarkan Wilayah 2025-12-10T06:27:44+00:00 Fortunata Narwadan didiek@ukrimuniversity.ac.id Didiek Hardiyanto Soegiantoro didiek@ukrimuniversity.ac.id Ellsya Angeline Rawar ellsya@ukrimuniversity.ac.id <p><em>The role of community pharmacists in providing drug information is increasingly important to improve the safety of drug use by the public. However, public perceptions of the role of pharmacists may vary between regions. This study aims to analyze the influence of region of residence on the perceptions of Indonesians regarding the role of community pharmacists in Drug Information Services (DIS). The study used a quantitative method with a cross-sectional design through the distribution of an online questionnaire covering six variables: General Awareness (GA), Effectiveness (EFF), Collaboration (COLL), Barriers (BARR), Trustworthiness (TRUST), and Drug Information Service (DIS). Validity testing was conducted using KMO and Bartlett's Test as well as PCA factor analysis, which showed that all items had a KMO value &gt; 0.5 and met the construct validity requirements. Reliability was tested using Cronbach's Alpha, with all variables having a value &gt; 0.7, indicating excellent internal consistency. Chi-Square analysis was used to examine the influence of region, while the relationship between variables was tested using Pearson's correlation. The results showed that region did not affect all perception variables (p &gt; 0.05), indicating that public perception was uniform nationwide. Rank Spearman correlation showed that all variables were significantly related, especially between Barriers and PIO (r = 0.768). It is recommended that pharmacists improve the quality of communication and education to strengthen the implementation of PIO in the community.</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2276 Determinan Obesitas Pada Remaja di Kabupaten Minahasa 2025-10-14T12:02:52+00:00 Ester Candrawati Musa estercandrawati@gmail.com Jeini Ester Nelwan jeinin12@gmail.com Jane Tahulending janeth87@gmail.com <p>Obesitas pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan terkait dengan pola makan serta aktivitas fisik. Bukti lokal diperlukan untuk merancang intervensi berbasis sekolah di Minahasa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja. Rancangan studi analitik potong lintang dilakukan di SMP Negeri 2 Pineleng dan SMA Negeri 1 Tondano selama Maret–November 2025 dengan total 137 responden. Variabel meliputi status obesitas, kesesuaian asupan makronutrien (protein, lemak, karbohidrat), dan tingkat aktivitas fisik. Data disajikan secara deskriptif dan dianalisis bivariat menggunakan uji Chi-kuadrat dengan α=0,05; ukuran asosiasi dilaporkan sebagai&nbsp;<em>odds ratio</em>&nbsp;(OR) dengan CI 95%. Prevalensi obesitas sebesar 27,7%. Ketidaksesuaian asupan cukup tinggi: protein 65,0%, lemak 70,8%, dan karbohidrat 67,2%; sementara 73,7% responden tergolong aktif secara fisik. Secara bivariat, asupan lemak (p=0,013) dan aktivitas fisik (p=0,009) berhubungan bermakna dengan obesitas; remaja yang tidak aktif memiliki peluang obesitas 2,873 kali lebih besar dibanding yang aktif (95% CI: 1,279–6,455). Asupan protein (p=0,061) dan karbohidrat (p=0,066) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Disarankan program sekolah memprioritaskan perbaikan kualitas asupan, khususnya lemak, serta penguatan aktivitas fisik terstruktur.&nbsp;</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2398 GAMBARAN DEMOGRAFI, PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGGUNA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DAN NON MKJP 2025-12-13T03:36:41+00:00 Hani Sri Fitriani hanisrifitriani98@gmail.com <p>Pengkajian mengenai penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi penting karena tingkat pemanfaatannya masih rendah, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik sosiodemografi serta tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pengguna MKJP dan non-MKJP di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 399 wanita usia subur berpartisipasi, terdiri dari 197 pengguna MKJP dan 202 pengguna non-MKJP, dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah lulus uji validitas (p &lt; 0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s alpha &gt; 0,6). Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 25–45 tahun, berpendidikan menengah, dan berstatus ibu rumah tangga. Pengguna MKJP cenderung memiliki pendidikan lebih tinggi, lama menikah lebih dari lima tahun, memiliki lebih dari dua anak, serta berpenghasilan lebih besar dibandingkan pengguna non-MKJP. Mereka umumnya menerima layanan kontrasepsi dari puskesmas dan memiliki akses lebih dekat ke fasilitas kesehatan. Informasi kontrasepsi sebagian besar diperoleh dari tenaga kesehatan. Secara umum, pengguna MKJP memiliki pendidikan, akses informasi, dan layanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan non-MKJP, sehingga hasil ini dapat menjadi dasar peningkatan edukasi dan pemerataan layanan kontrasepsi di pedesaan.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/1703 Determinan Perilaku Ibu dan Dukungan Keluarga Pada 1000 HPK Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa 2024-09-26T07:38:49+00:00 Dian Rezki Wijaya direzwijaya@gmail.com Lilis Widiastuty liliswidiastuty86@gmail.com <p>Gerakan perbaikan gizi harus dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan yaitu fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan (270 hari) sampai berusia 2 tahun (730 hari). Selain itu gerakan 1000 hari pertama kehidupan merupakan langkah awal dalam mencegah terjadinya stunting karena pada fase ini jika kebutuhan gizi ibu dan janin terpenuhi, maka pertumbuhan janin akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku ibu dan dukungan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan anak dengan kejadian stunting di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi atau balita, menetap ≥ 1 tahun dan KK terdaftar di wilayah Kecamatan Somba Opu sebanyak 92 responden. Data penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kuesioner yang terdiri dari data pengetahuan, sikap, Tindakan ibu serta dukungan keluarga selama masa 1000 HPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,000), tindakan ibu (p=0,002) dan dukungan keluarga (p=0,002) pada 1000 HPK dengan kejadian sunting di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan agar dilakukan peningkatan <em>health education</em> tentang gizi pada remaja, ibu prahamil, ibu hamil dan ibu balita serta pemberdayaan kemandirian masyarakat dalam kecukupan protein hewani keluarga dan sayur.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2287 UJI ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS 2025-10-23T04:09:59+00:00 ayus diningsih ayusdiningsih12@gmail.com <p>Antibakteri merupakan zat atau senyawa yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) atau membunuh (bakterisidal) bakteri. Senyawa tersebut menyebabkan terjadinya denaturasi pada membran sel bakteri, sehingga mempengaruhi difusi senyawa keluar masuk. Akibat terjadinya lisis pada bakteri tersebut, sehingga menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun jarak pagar (<em>jatropha culcas L.) d</em>an daun ubi jalar <em>(Ipomoea batatas L.)</em> dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus</em>. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen, dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan. Sampel yang digunakan adalah daun jarak pagar dan daun ubi jalar. Hasil zona hambat fraksi etil asetat &nbsp;daun jarak pagar dan daun ubi jalar pada konsetrasi 20% dengan kategori sedang, sedangkan zona hambat paling tinggi terdapat pada konsentrasi 60% dengan kategori kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa faksi etil asetat daun Jarak Pagar (<em>jatropha curcas.</em>L) dan daun Ubi Jalar (<em>Ipomoea batatas.</em>L) memiliki potensi sebagai antibakteri. Disarankan hasil penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat dalam bentuk sediian (formula) yang dapat digunakan sebagai antibakteri.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2402 Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Pengkajian Resep Dan Pemberian Obat Berdasarkan Tingkat Pendidikan Masyarakat 2025-12-15T03:50:58+00:00 Joyce Nadia Clarita Ndruru didiek@ukrimuniversity.ac.id Didiek Hardiyanto Soegiantoro didiek@ukrimuniversity.ac.id Ellsya Angeline Rawar ellsya@ukrimuniversity.ac.id <p><em>Community pharmacists play a crucial role in pharmaceutical practice in Indonesia, including prescription compounding and medication dispensing. The impact of community education on perceptions of the role of community pharmacists in prescription assessment and medication dispensing has never been investigated. The aim of this study was to determine the impact of respondents' education on perceptions of the role of community pharmacists regarding general awareness (GA), effectiveness (EFF), collaborative care (COLL), barriers (BARR), trustworthiness (TRUST), and prescription review and administration (PRPO) based on respondents' education level. Data were collected from a 21-item questionnaire and analyzed quantitatively and descriptively using a cross-sectional design. The sample size was determined using the Cochran formula, resulting in 100 respondents, with an additional 50 respondents added to the validity test. A significance value of 0.000 and a Cronbach's Alpha value of 0.65 indicated that the questionnaire was valid and reliable. The results of statistical analysis using the chi-square test indicate an influence between education level on public perception regarding general awareness (GA), collaborative (COLL), barriers (BARR), trustworthiness (TRUST), while there is no influence between education level on public perception regarding effectiveness (EFF) and prescription review and administration (PRPO). The Spearman rank correlation of this study shows that the pair of variables that have a statistically significant relationship between EFF and PRPO has the highest correlation value (r=0.412).</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2013 TINJAUAN PUSTAKA : IMPLEMENTASI KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA ASMA 2025-05-22T16:08:27+00:00 Ruth Elika Ambarita ruthelika@upi.edu Nisfi Syabini nisfisyabini@upi.edu Salwa Mufidah salwamufidah@upi.edu Heri Ridwan heriridwan@upi.edu Jihan Stevie jihanstevie0105@upi.edu Giacinta Caningtyas giacinta@upi.edu <p>Asma pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan gejala seperti mengi, sesak napas, dan produksi dahak berlebih. Studi ini bertujuan untuk memberi pengetahuan terkait implementasi keperawatan pada pasien anak penderita asma. Metode yang digunakan yaitu <em>literature review</em> dengan menggunakan database Google Schoolar, PubMed, dan OpenAlex. Awal pencarian jurnal ditemukan 598 jurnal dan dianalisis berdasarkan abstrak, tujuan penelitian, membaca <em>full text</em>, dan kriteria tahun 2015-2025. Tahap akhir ditemukan 6 jurnal yang relevan dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan batuk efektif, penggunaan nebulizer atau inhaler, edukasi kepada keluarga, dan penghindaran dari pemicu asma signifikan dalam menurunkan gejala asma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi implementasi keperawatan serta edukasi keluarga terkait asma efektif sebagai penatalaksanaan asma anak.</p> <p><strong>K</strong><strong>ata kunci</strong>: Asma, Anak, Keperawatan</p> <p><em>Asthma in children is a global health problem with symptoms such as wheezing, shortness of breath, and excessive sputum production. This study aims to provide knowledge related to nursing implementation in pediatric patients with asthma. The method used is literature review using databases namely Google Schoolar, PubMed, and OpenAlex. Initial journal searches found 598 journals and analyzed based on abstracts, research objectives, reading full text, and criteria for 2015-2025. The final stage found 6 journals that are relevant to the purpose of writing. The results showed that effective cough exercises, the use of nebulizers or inhalers, education to families, and avoidance of asthma triggers were significant in reducing asthma symptoms. This study concluded that the combination of nursing implementation and family education related to asthma is effective as a management of pediatric asthma.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong>: <em>Asthma, Child, Nursing</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2296 PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KOTANOPAN 2025-10-28T08:45:56+00:00 Mei Adelina Harahap meiadelinayusuf800@gmail.com Natar Fitri Napitupulu fitri.natar@gmail.com Nefonavratilova Ritonga nafratilovanefo@gmail.com Juni Andriani Rangkuti juniandrianirangkuti06@gmail.com <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Knowledge is the result of human sensing, or the result of someone knowing objects through their senses). Knowledge itself is influenced by formal education factors. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition counseling on the knowledge of parents of toddlers. This research method is quantitative with a quasi-experiment design with a one group pretest and posttest design, the population in this study amounted to 1,920 people with a sample of 95 respondents. The results of this study are the age characteristics of the majority of productive respondents (aged 20-35 years) 50.5%, the majority of female gender 100%, the majority of low education (elementary / junior high school) 48.4%, the majority of respondents' jobs are working 54.7%, and the majority of low income (˂ Rp. 2,691,808) 76.8%. The bivariate results showed that the comparison of knowledge before and after nutrition counseling from the results of the Wilcoxon statistical test obtained p-value = 0.001 (p &lt;0.05), it can be concluded that there is a significant effect on nutrition counseling on knowledge. The conclusion of this study is that nutrition counseling needs to be done to improve the knowledge of parents of toddlers. </em></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2425 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA REMAJA DI SMA LAB UM 2025-12-25T04:52:58+00:00 Zakiah Nastiti nastitizakiah@gmail.com <p style="font-weight: 400;">Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di SMA Lab UM Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. sample penelitian berjumlah 82 siswa, sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja yang memiliki nilai<em> Indeks Massa Tubuh (IMT)</em> &gt; 25. <em>Variabel independen</em> dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik, sedangkan <em>variabel dependen</em> adalah <em>IMT</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta kuesioner usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik menggunakan <em>International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF)</em>. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap <em>IMT</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap (IMT) obesitas pada remaja. Implikasi hasil Temuan diharapkan untuk mempertimbangkan intervensi dini pada gaya hidup remaja dengan upaya promotif dan preventif untuk mengembangkan program pencegahan yang baik untuk remaja obesitas terutama pada sasaran yang berisiko yaitu remaja berusia lebih muda, berjenis kelamin perempuan yang memiliki aktivitas yang rendah.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2121 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT OKSITOSIN DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA ANUGERAH BINJAI TAHUN 2025 2025-07-05T07:38:24+00:00 FIFI RIA NINGSIH SAFARI zivanaairin@gmail.com eliza Bestari Sinaga elizabestari69@gmail.com <p>Oxytocin massage is one solution to overcome the irregularity of breast milk production. According to WHO, countries that provide exclusive breastfeeding are only 24% and are targeted to increase to 75%. The study aims to determine the Relationship between Mother's Knowledge About Oxytocin Massage and Smooth Breast Milk Production in Postpartum Mothers at the Pratama Anugrah Binjai Clinic. The type of research is quantitative research with the design used in the study using a correlation study. The population is the total number of subjects to be studied by a researcher. The sample was 30 respondents, this study was total sampling. The stages of data analysis were carried out by univariate and bivariate analysis, using the chi square test, (P = 0.02 &lt;0.05). The results showed that those who did oxytocin massage were around (33.3%). There was irregular breast milk production (66.7%). Regarding the implementation of Oxytocin Massage. The most dominant variable influencing is the irregularity of breast milk production, namely postpartum mothers never had a chance of 20. greater for implementation that was not carried out compared to those who had done it. It is recommended for postpartum mothers to perform oxytocin massage to facilitate smooth breast milk production.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2300 Systematic Literature Review : Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Contrast Induced Nephropathy pada Pasien yang Menjalani Percutaneous Coronary Intervention 2025-11-01T07:15:26+00:00 Ketut Lingga Amritiya linggaamritiya28@gmail.com I Ketut Susila susilaspjp@gmail.com Ni Putu Dewi Sri Wahyuni sriwahyuni@undiksha.ac.id <p>Faktor risiko yang dimiliki oleh seseorang yang menjalani tindakan <em>Percutaneous Coronary Intervention</em> (PCI) meningkatkan komplikasi terhadap kejadian <em>Contrast-Induced Nephropathy</em> (CIN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian CIN pada pasien yang menjalani PCI. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> dengan panduan PRISMA, melalui penelusuran artikel pada database PubMed dan Scopus menggunakan kata kunci “contrast-induced nephropathy” dan “percutaneous coronary intervention” pada periode 2020–2025. Dari 914 artikel yang ditemukan, tujuh penelitian retrospektif memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa kejadian CIN berkisar antara 4,6–16,2%. Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan CIN meliputi usia lanjut, diabetes mellitus, penurunan fungsi ginjal (eGFR &lt;60 mL/menit/1,73m²), dan penggunaan volume kontras tinggi. Sebaliknya, jenis kelamin, indeks massa tubuh, hipertensi, dislipidemia, dan kebiasaan merokok tidak berhubungan signifikan dengan CIN. Diperlukan penelitian prospektif lebih lanjut untuk memperkuat bukti dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2428 Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Kedokteran Preklinik Semester Akhir 2025-12-26T10:32:39+00:00 Muhammad Thoriq Fadgam Utsula thoriqfadgam0801@gmail.com <p>Tidur merupakan kebutuhan biologis yang penting bagi pemulihan fisik dan mental. Mahasiswa kedokteran sering mengalami gangguan tidur akibat beban akademik yang tinggi, stres, dan gaya hidup kurang aktif. Aktivitas fisik diketahui berperan dalam meningkatkan kualitas tidur, namun hasil penelitian sebelumnya masih inkonsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran preklinik semester akhir Universitas Pendidikan Ganesha. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 109 mahasiswa, dengan 60 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (52%) dan kualitas tidur buruk (63%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur (p=0,053), meskipun terdapat kecenderungan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas tidur, namun peningkatan aktivitas fisik tetap direkomendasikan untuk menunjang kesehatan mahasiswa.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2133 LITERATUR REVIEW : Strategi Indonesia Menuju Zero Stunting dalam Efektivitas Program Pencegahan Stunting di Indonesia 2025-07-14T13:24:01+00:00 Assyifa Ramadhani 2310713114@mahasiswa.upnvj.ac.id Nadia Putri Untiami 2310713104@mahasiswa.upnvj.ac.id Nufikha Nayazsa Aulia 2310713078@mahasiswa.upnvj.ac.id Annisa Juliandari 2310713125@mahasiswa.upnvj.ac.id Chahya Kharin Herbawani chahyakharin@upnvj.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Angka stunting di Indonesia masih tinggi. Tahun 2023, prevalensi stunting ialah 21,5% dan belum mencapai target nasional di bawah 14% pada 2024. Pemerintah telah menerapkan kebijakan pencegahan stunting yang mencakup intervensi sensitif dan spesifik. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih bervariasi di setiap daerah karena masih terdapat wilayah yang mengalami peningkatan prevalensi stunting meskipun intervensinya sudah dinilai efektif. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai strategi pencegahan dan penanganan stunting yang terbukti efektif di provinsi dengan tren penurunan prevalensi secara konsisten pada tahun 2021-2023, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat kebijakan percepatan penurunan stunting secara nasional. Metode yang digunakan adalah literature review dengan panduan PRISMA terhadap 14 artikel tahun 2021–2024 dari database Google Scholar dan PubMed. Hasil menunjukkan bahwa strategi penurunan stunting yang mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif secara kolaboratif dan terencana terbukti paling efektif. Namun, masih ditemukan sejumlah hambatan seperti sulitnya akses air bersih dan layanan kesehatan di daerah terpencil, minimnya tenaga pelaksana dan kader gizi, tumpang tindih peran antar tenaga pelaksana, pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal, lemahnya koordinasi antar instansi, dan belum adanya sistem evaluasi yang baik. Pemerintah disarankan untuk meningkatkan kapasitas pelaksana di tingkat daerah melalui pelatihan dan pendampingan teknis bagi kader serta petugas lapangan, dengan didorong pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pemanfaatan dana desa perlu dioptimalkan, disertai strategi komunikasi yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat.</span></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2317 Analisis Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Membentuk Kesehatan Mental Remaja Usia 10-18 Tahun 2025-11-09T01:44:03+00:00 Yusnina Maisyaroh yusninamaisyarohlubis@gmail.com Suryani suryani90harahap@gmail.com yulizar yulizar@utu.ac.id Juni Andriani Rangkuti juniandrianirangkuti06@gmail.com <p>Saat ini isu mengenai kesehatan mental menjadi perhatian bagi masyarakat. Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas mereka. Banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental seperti faktor genetik, perubahan hormon, pengalaman traumatis, percintaan, pertemanan, keluarga maupun tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk kesehatan mental remaja usia 110-18 Tahun&nbsp;&nbsp; di&nbsp;&nbsp; Mandailing Natal. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain penelitian korelasional. &nbsp;Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki remaja usia 10-18 tahun sebanyak 32 orang. Pengambilan data dilakukan secara online melalui pengisian kuesioner Google Form. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara peran keluarga dengan kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun, diperoleh nilai p-value 0.032 (&lt;0.05) sedangkan untuk peran masyarakat diperoleh nilai p-value sebanyak 0.251 (&gt;0.05), artinya tidak ada pengaruh signifikan peran masyarakat terhadap kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun. Kesadaran akan kesehatan mental perlu disadari setiap individu untuk mencegah berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga diharapkan setiap keluarga memperhatikan kesehatan mental remaja baik saat berada dirumah maupun dilingkungan masyarakat.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2431 Peran Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Patogenesis Stroke Iskemik: Tinjauan Literatur 2025-12-26T12:46:23+00:00 Kadek Mira Wahyuni Pratiwi mirawahyunni@gmail.com Ni Made Sri Dewi Lestari sri.dewi@undiksha.ac.id Putu Adi Suputra adi.suputra@undiksha.ac.id <p>Diabetes melitus tipe 2 berperan dalam patogenesis stroke iskemik melalui mekanisme hiperglikemia kronis, resistensi insulin, dan dislipidemia. Proses-proses patologis pada diabetes melitus tipe 2 memicu disfungsi endotel serta aterosklerosis yang berujung pada stroke iskemik. Tujuan tinjauan literatur ini adalah mengetahui hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dan kejadian stroke iskemik. Artikel ini menggunakan desain <em>narrative literature review</em> dengan menelusuri literatur melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci “diabetes melitus tipe 2”, “stroke iskemik”, dan “hiperglikemia kronis”. Dari hasil seleksi terhadap 222.175 artikel menurut kriteria inklusi dan eksklusi, terdapat 6 artikel yang ditinjau. Terdapat empat penelitian yang menunjukkan hubungan signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan peningkatan risiko kejadian stroke iskemik. Dua penelitian lainnya tidak menemukan hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan stroke iskemik. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan sampel dan adanya faktor risiko lain. Pada penderita diabetes melitus tipe2, pengelolaan faktor risiko metabolik secara efektif sangat penting untuk mengurangi insidensi stroke iskemik.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2172 Analisis Evaluasi Hipertensi di Puskesmas Kota Sigli, Kabupaten Pidie,Provinsi Aceh 2025-08-02T03:44:01+00:00 debby Raden rddebby2@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular utama yang berdampak pada angka kesakitan dan kematian di Indonesia. Puskesmas Kota Sigli telah menjalankan berbagai program untuk menanggulangi hipertensi melalui deteksi dini, pengobatan secara adekuat, dan promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program hipertensi di Puskesmas Kota Sigli tahun 2022–2024. Metode evaluasi digunakan berdasarkan input, proses, output, outcome, dan impact. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase cakupan layanan, peningkatan jumlah pasien yang mendapat pelayanan,serta keberhasilan program. Namun ditemukan tantangan seperti penurunan alokasi anggaran di tahun terakhir dan masih rendahnya kepatuhan pasien terhadap terapi. Kesimpulannya, program hipertensi telah menunjukkan dampak positif, namun memerlukan penguatan regulasi, pelatihan SDM, dan evaluasi berkelanjutan untuk keberlanjutan program</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2326 HUBUNGAN LINGKAR PERUT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS SITU 2025-11-10T07:57:37+00:00 Nurul Wafa Aprilia Maulida nurulwafaapr22@upi.edu Nunung Siti Sukaesih, S.Kep.,M.MedEd nunungss@upi.edu Ria Inriyana, S.Kep.,Ners.,M.Kep riainriyana@upi.edu <p>Kelompok lanjut usia (lansia) merupakan kelompok umur yang rentan mengalami gangguan metabolik seiring proses penuaan, salah satunya peningkatan kadar glukosa darah yang dapat berkembang menjadi diabetes melitus. Peningkatan kadar glukosa darah tersebut umumnya dipengaruhi oleh akumulasi lemak di area perut dan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut dan aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada lansia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Situ, Kabupaten Sumedang, sebanyak 7.280 orang, dengan sampel 382 responden yang ditentukan menggunakan tabel <em>Krejcie</em> dan <em>Morgan</em> melalui teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi pita ukur untuk mengukur lingkar perut, kuesioner <em>Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)</em> untuk menilai aktivitas fisik, dan glukometer untuk mengukur kadar glukosa darah sewaktu. Analisis data menggunakan uji <em>Spearman Rank</em> karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki lingkar perut di atas batas normal, tingkat aktivitas fisik rendah hingga sedang, dan kadar gula darah sewaktu pada batas normal. Uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lingkar perut dengan kadar gula darah (r = 0,530; p &lt; 0,001), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah (r = 0,005; p = 0,930). Disarankan agar dilakukan pengawasan lingkar perut dan penerapan pola hidup sehat secara berkelanjutan untuk mencegah gangguan metabolik pada lansia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : Aktivitas Fisik, Kadar Gula Darah, Lansia, Lingkar Perut</strong></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2452 HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU POSTPARTUM DENGAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINTU LANGIT KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2025 2026-01-01T06:44:12+00:00 Novita Sari Batubara novitasaribatubara87@gmail.com <p>Setelah melahirkan, seorang ibu mengalami berbagai perubahan psikologis yang muncul akibat peralihan perannya dari masa kehamilan menjadi seorang ibu. Perubahan ini dapat memicu timbulnya gangguan kecemasan, yang jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak pada produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dan produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Langit, Kota Padangsidimpuan, pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>kuantitatif</em> dengan pendekatan studi <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian terdiri dari 47 ibu postpartum yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Pintu Langit dari bulan Desember 2024 hingga Januari 2025, dengan menggunakan metode <em>total sampling</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em>, yang menunjukkan hasil (p= 0,002), menandakan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dengan produksi ASI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan ibu postpartum dengan produksi ASI. Oleh karena itu, disarankan agar petugas kesehatan memberikan edukasi kepada ibu postpartum mengenai tingkat kecemasan dapat mempengaruhi produksi ASI. Hal ini dilakukan dengan menyampaikan informasi yang akurat dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, diharapkan tingkat kecemasan ibu postpartum stabil dan pentingnya produksi ASI akan terwujud, serta terjalin hubungan yang baik antara petugas kesehatan dan ibu postpartum.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2198 determinan DETERMINAN ANEMIA PADA KEHAMILAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN 2025-08-15T07:34:19+00:00 nur aliyah rangkuti nuraliyahrangkuti88@gmail.com Juni Andriani Rangkuti juniandrianirangkuti06@gmail.com <p>Anemia memiliki konsekuensi gizi dan kesehatan yang berat, termasuk tingginya angka kematian ibu, pertumbuhan yang tidak memadai, serta gangguan perkembangan mental pada anak-anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian sebanyak 62 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitin ini menggunakan kuesioner. Proses penelitian ini dilakukan dengan mengunakan statistik <em>uji Spearman</em> dan <em>Uji Chi-Square</em> dengan tingkat kepercayaan 95% kemudian hasilnya dapat dinarasikan. Hasil penelitian usia kehamilan menunjukkan analisis <em>Chi-square</em> diperoleh nilai p value &lt; 0,1 (0,001) artinya ada hubungan antara usia kehamilan terhadap anemia pada kehamilan, dukungan keluarga diperoleh nilai p value &lt; 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap anemia pada kehamilan, paritas diperoleh nilai p value &lt; 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara paritas terhadap anemia pada kehamilan, pengetahuan diperoleh nilai p value &lt; 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap anemia pada kehamilan, kunjungan ANC diperoleh nilai p value &lt; 0,1 (0,002) artinya ada hubungan antara kunjungan ANC terhadap anemia pada kehamilan. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan usia ibu hamil (p=0,001 &lt; 0,1), dukungan keluarga (p=0,000 &lt; 0,1), paritas (p=0,000 &lt; 0,1), pengetahuan (p=0,001 &lt; 0,1) dan kunjungan ANC (p=0,002 &lt; 0,1) dengan kejadian anemia. Diharapkan ibu selalu melaksanakan kunjungan ANC dan meningkatkan pengetahuan terhadap anemia.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2341 UJI ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS 2025-11-17T02:11:23+00:00 ayus diningsih ayusdiningsih12@gmail.com Novita Sari novitasari123@gmail.com M. Arsyad Rambe rambearsyad@gmail.com Dini Mayasari dhinyms@gmail.com Rini Fitriani Dongoran rinifitrianidongoran95@gmail.com <p>Antibakteri merupakan zat atau senyawa yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) atau membunuh (bakterisidal) bakteri. Senyawa tersebut menyebabkan terjadinya denaturasi pada membran sel bakteri, sehingga mempengaruhi difusi senyawa keluar masuk. Akibat terjadinya lisis pada bakteri tersebut, sehingga menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun jarak pagar (<em>jatropha culcas L.) d</em>an daun ubi jalar <em>(Ipomoea batatas L.)</em> dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus</em>. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen, dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan. Sampel yang digunakan adalah daun jarak pagar dan daun ubi jalar. Hasil zona hambat fraksi etil asetat &nbsp;daun jarak pagar dan daun ubi jalar pada konsetrasi 20% dengan kategori sedang, sedangkan zona hambat paling tinggi terdapat pada konsentrasi 60% dengan kategori kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa faksi etil asetat daun Jarak Pagar (<em>jatropha curcas.</em>L) dan daun Ubi Jalar (<em>Ipomoea batatas.</em>L) memiliki potensi sebagai antibakteri. Disarankan hasil penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat dalam bentuk sediian (formula) yang dapat digunakan sebagai antibakteri.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2218 Hubungan Pengetahuan, Pendapatan Keluarga dan Pola Makan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil 2025-09-07T13:48:06+00:00 Rahmawati Azis rahmaazis@stiktamalateamks.ac.id Nurfajriani nurfajriani.ranru08@gmail.com Akmal Novrian Syahruddin akmal@stiktamalateamks.ac.id <p><em>Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a serious nutritional problem that adversely affects both maternal and fetal health. This study investigated the relationship between knowledge, family income, and dietary patterns with the incidence of CED among 65 pregnant women at Tikke Raya Health Center using a cross-sectional design. Data on knowledge, income, and diet were collected via questionnaires, while CED status was measured using mid-upper arm circumference (MUAC). Analysis using chi-square tests showed that 60% of participants had good knowledge, 67.7% had high family income, 55.4% followed adequate dietary patterns, and 66.1% were not classified as having CED. There were statistically significant associations between knowledge, family income, dietary patterns, and the incidence of CED (p &lt; 0.05). Based on these findings, it is recommended to implement regular nutrition education, enhance socioeconomic support programs, improve individual dietary counseling, ensure the availability of adequate supplementary feeding, and encourage the use of affordable local foods cultivated in home gardens.</em></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2355 Peran Pemantauan HbA1c dalam Menilai Rasionalitas Terapi Obat Antidiabetes Oral di Pelayanan Kesehatan Primer: Literature Review 2025-11-21T09:27:36+00:00 Erwi Saulina Venezia Siboro erwisaulina24@gmail.com Asep Sukohar erwisaulina24@gmail.com Intan Kusumaningtyas erwisaulina24@gmail.com Rasmi Zakiah Oktarlina erwisaulina24@gmail.com <p>Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas menyebabkan peningkatan glukosa darah serta meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Pada pelayanan kesehatan primer, pengelolaan diabetes menuntut penggunaan terapi rasional untuk mencapai kontrol glikemik optimal dan mencegah progresivitas penyakit. Obat Antidiabetes Oral (OAD) menjadi pilihan utama berdasarkan efektivitas, keamanan, dan ketersediaan. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengevaluasi peran pemeriksaan HbA1c dalam menilai rasionalitas terapi OAD di layanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah literature review melalui <em>Google Scholar, Science Direct, Scopus,</em> dan <em>Pubmed </em>sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan HbA1c merupakan parameter utama yang mencerminkan kontrol glikemik rata-rata dalam 2–3 bulan terakhir dengan target HbA1c &lt;7% sebagai indikator keberhasilan terapi. HbA1c membantu menentukan efektivitas terapi, kebutuhan penyesuaian regimen maupun intensifikasi jika target tidak tercapai setelah tiga bulan yang dapat mengevaluasi kerasionalan pengobatan. Namun, pelaksanaan pemantauan HbA1c masih terkendala biaya, keterbatasan alat, dan sistem pencatatan yang belum terintegrasi. Literature review ini menyimpulkan bahwa pemantauan HbA1c yang terintegrasi dengan POR mampu meningkatkan efektivitas terapi OAD dan membantu mewujudkan pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 yang lebih efisien di pelayanan kesehatan primer.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2239 STATUS REFRAKSI HYPERMETROPIA, MYOPIA, ASTIGMAT, DAN EMETROPIA DI SDI ASSADAH BIDARA CINA 2025-10-11T02:23:11+00:00 Bunyamin Rizki Abdillah bunyaminra@gmail.com Opep Cahya Nugraha ocanbdg@gmail.com Febri Maryani febrimaryani123@gmail.com <p>Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk <em>miopia, hipermetropia dan astigmatisme</em>. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat faktor yang mempengaruhi terjadi status refraksi pada anak sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDI Assadah, Bidara Cina, Jakarta Timur. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam, informan terdiri atas 3 orang dari orang tua atau wali murid, ada 2 informan kunci, yaitu petugas dasawisma dan guru. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 – Juni 2025. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara keseluruhan status refraksi pada anak sekolah dasar dengan myopia, diikuti myopia astigmat compositus tinggi. Kesimpulan dari penelitian yaitu kelainan refraksi pada anak sekolah dasar di SDI Assadah Bidara Cina, disebabkan karena faktor penggunaan gadge, sosial ekonomi orang tua, pola makan, dan pola asuh.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2375 EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) MENGGUNAKAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK 2025-12-04T00:38:49+00:00 Putu Putri Kristina putrikristina345@gmail.com Ni Ketut Putri Marthasari putri17stikesbuleleng@gmail.com G. Nur Widya Putra widyaputra90@gmail.com <p style="font-weight: 400;"><strong>ABSTRAK </strong></p> <p style="font-weight: 400;">Stroke adalah gangguan saraf pusat yang terjadi akibat terhentinya aliran darah ke otak, menyebabkan penurunan kekuatan otot, koordinasi gerak, dan kemampuan aktivitas sehari-hari. Pemulihan melalui mobilisasi menjadi penting, dan penggunaan bola karet dalam latihan rentang gerak (ROM) terbukti efektif membantu mengembalikan fungsi sendi serta meningkatkan mobilitas fisik pasien. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas latihan range of motion (ROM) menggunakan terapi genggam bola karet dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik terhadap&nbsp; peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi masalah asuhan keperawatan pada pasien stroke hemoragik dengan kelemahan ekstremitas kiri melalui penerapan terapi bola karet, yang diberikan selama 2 × 24 jam di Ruang Nagasari, RSUP Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar. Dari penelitian dari pasien yang sudah diberikan latihan (ROM) menggunakan terapi bola tangan S: Pasien mengatakan kelemahan pada kaki dan tangan kiri sudah berkurang, pasien mengatakan sudah mampu menggunakan baju secara mandiri ke toilet, dan makan sendiri, O:&nbsp; K.U baik, pasien tampak sudah mampu melakukan gerakan rom pada jari tangan kanannya dan mampu mengangkat tangannya, T 120/70 mmHg, S : 36,00&nbsp; C, N : 95x/m, SPO2 : 98%, RR: 18x/m, A: Gangguan Mobilitas Fisik Teratasi, P: Pertahankan Intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam menerapkan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet sebagai upaya meningkatkan kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke hemoragik.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata kunci : </strong>ROM, Genggam Bola Karet, Stroke Hemoragik</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2245 Obstruksi Saluran Napas Atas 2025-09-26T08:47:47+00:00 Tsania Zulfa Salsabila tsaniazulfasalsabila@gmail.com Amanda Azkiyah Rachman mandaazkiyah04@gmail.com Anak Agung Ayu Regina Larasati aa.ayuregina21@gmail.com Andi Frieskha Naurah Paradiesta andifarahdista@gmail.com Muhammad Rifki Muhrifki112004@gmail.com <p style="font-weight: 400;">Obstruksi saluran napas atas (upper airway obstruction) merupakan kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara mulai dari rongga hidung hingga laring dan trakea bagian atas. Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, trauma, benda asing, maupun tumor. Manifestasi klinis mencakup kesulitan bernapas, perubahan suara, stridor, nyeri menelan, hingga sianosis dan penurunan kesadaran pada kasus berat. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan terdiri dari tindakan medikamentosa dan non-medikamentosa. Komplikasi dapat berupa gangguan pernapasan, pneumonia, hingga henti jantung jika tidak tertangani. Prognosis sangat bergantung pada penyebab, usia pasien, dan kecepatan intervensi; kasus akibat infeksi umumnya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan yang disebabkan keganasan. Tujuan penulisan artikel untuk membahas penyebab terjadinya sumbatan jalan napas dan penanganan sumbatan jalan napas. Studi penelitian menggunakan metode literature review. Literature didapatkan dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan segera merupakan faktor kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien obstruksi jalan napas atas. Obstruksi jalan napas atas merupakan keadaan yang perlu dikenali secara cepat, karena diagnosis dan penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.</p> <p style="font-weight: 400;"><em>Upper airway obstruction is a medical emergency characterized by impaired airflow from the nasal cavity to the larynx and upper trachea. This condition can be caused by various factors such as infection, trauma, foreign bodies, or tumors. Clinical manifestations include breathing difficulties, voice changes, stridor, painful swallowing, cyanosis, and decreased consciousness in severe cases. Diagnosis is established through anamnesis, physical examination, and supporting investigations. Management consists of both pharmacological and non-pharmacological interventions. Complications may include respiratory distress, pneumonia, and even cardiac arrest if left untreated. Prognosis largely depends on the underlying cause, patient age, and timeliness of intervention; cases due to infection generally have better outcomes compared to those caused by malignancy. The aim of this article is to discuss the causes of upper airway obstruction and its management. This study used a literature review method, with 18 scientific articles as references. Literature sources were obtained from PubMed, Science Direct, Google Scholar, medical journal, and textbooks. The findings indicate that early detection and prompt management are key factors in reducing morbidity and mortality in patients with upper airway obstruction. This condition must be recognized quickly, as early diagnosis and treatment are crucial for therapeutic success and for preventing life-threatening complications.</em></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2384 Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa 2025-12-06T04:22:56+00:00 Intan Lisnawati intanlisnawati11@upi.edu Dedah Ningrum dedahningrum@upi.edu Ida Nurhidayah idanurhidayah@upi.edu <p>Kualitas tidur dan aktivitas fisik merupakan faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif mahasiswa, termasuk kemampuan mempertahankan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa S1 PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 649 mahasiswa, dengan sampel 248 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik <em>proportional stratified random sampling</em>. Instrumen yang digunakan meliputi <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI), <em>International Physical Activity Questionnaire–Short Form</em> (IPAQ-SF), dan <em>Student Learning Concentration Questionnaire–Indonesia Version</em> (SLCQ-I). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (68,5%), aktivitas fisik kategori sedang (69,8%), dan konsentrasi belajar kategori sedang (61,3%). Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan konsentrasi belajar (r = –0,301; p &lt; 0,001), sedangkan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar (r = 0,058; p = 0,361). Penelitian ini menyarankan peningkatan kualitas tidur sebagai strategi utama dalam mendukung konsentrasi belajar mahasiswa, serta tetap mendorong aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2263 TINJAUAN LITERATUR: POTENSI ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN SIRSAK UNTUK KONTROL GLIKEMIK DIABETES MELITUS 2025-10-08T07:53:45+00:00 Kadek Febi Rustiana Dewi febyrustiana88@gmail.com I Komang Gunawan Landra newcabinnew@gmail.com Komang Hendra Setiawan hendra.setiawan@undiksha.ac.id Kadek Wulan Indra Mahiswari wulanindramahiswari@gmail.com <p>Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh penurunan sensitivitas reseptor insulin yang dinilai dari kadar glukosa darah puasa (≥126&nbsp;mg/dL) atau kadar glukosa darah sewaktu (≥200&nbsp;mg/dL) dan disertai gejala klinis khas, seperti polidipsia (rasa haus berlebihan), polifagia (rasa lapar berlebihan), dan poliuria (peningkatan frekuensi buang air kecil). Dalam konteks penemuan terapi komplementer, ekstrak daun sirsak (<em>Annona Muricata Folium</em>) telah diusulkan sebagai alternatif pengobatan herbal karena dianggap aman untuk konsumsi jangka panjang dan memiliki risiko efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkini mengenai pemanfaatan sumber daya alam ekstrak daun sirsak dalam upaya manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang mencakup analisis terhadap 57 jurnal dan artikel penelitian yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antidiabetes yang dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, yang juga dikenal kaya antioksidan dan berperan penting dalam memodulasi metabolisme lipid, mengoptimalkan fungsi <em>Glucose Transporter type 4</em> (GLUT-4), serta meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan profil senyawa antidiabetes ini, ekstrak daun sirsak berpotensi digunakan sebagai pilihan terapi herbal tradisional untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2395 Persepsi Masyarakat Indonesia Terhadap Peran Apoteker Komunitas Dalam Promosi Dan Edukasi Kesehatan Berdasarkan Pekerjaan 2025-12-10T06:34:06+00:00 Yunita Susanti Mahemba didiek@ukrimuniversity.ac.id Didiek Hardiyanto Soegiantoro didiek@ukrimuniversity.ac.id Ellsya Angeline Rawar ellsya@ukrimuniversity.ac.id <p>Pharmacists play an important role in health promotion as part of disease prevention and quality of life improvement efforts. In their development, community pharmacists not only function as medicine providers, but also as health workers who provide education, counseling, and interprofessional collaboration. Public perception of this role still varies, so this study aims to analyze the Indonesian public's perception of the role of community pharmacists in health promotion and education based on job type. This study used a quantitative method with a cross-sectional design through an online questionnaire covering six dimensions of perception: general awareness, effectiveness, collaboration, barriers, trustworthiness, and health promotion and education. The sample size was determined using Cochran's formula at a 95% confidence level and a 10% margin of error, resulting in 100 respondents. The analysis was descriptive, using the Chi-Square test for the relationship between occupation and perception, as well as Spearman's correlation between perception variables. The results show that public perception ranges from fairly good to very good, with effectiveness (57%) and collaboration (55%) being the highest. The barriers variable shows a significant relationship with employment (p=0.044), while the other dimensions do not. Strong correlations are seen in general awareness, effectiveness, and collaboration. This study confirms the need to strengthen access to and consistency of health promotion services by community pharmacists.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2277 THE CORRELATION BETWEEN MOTHERS' KNOWLEDGE LEVEL AND HANDLING TEMPER TANTRUM IN PRESCHOOL CHILDREN (4-6 YEARS) 2025-10-14T14:42:53+00:00 Asiah asiahaby.912@gmail.com <p><em>Temper tantrums are a common emotional developmental problem in preschool-age children caused by unfulfilled desires so that children throw tantrums, cry, and throw things. Many mothers do not know how to handle temper tantrums properly. This study aims to determine the relationship between mothers' knowledge levels and temper tantrum management in preschool-aged children (4-6 years) at TK RA Istiqomah, Bongas Wetan Village, Sumberjaya Subdistrict, Majalengka Regency, in 2024. This study employed a quantitative method with a correlational research design. The population included all mothers whose children attended TK RA Istiqomah, totaling 54 individuals. The sample consisted of 52 mothers selected using total sampling. Statistical data analysis was conducted using the Chi-Square test at a significance level of 5% (0.05). The results showed that 22 mothers (42.3%) had a moderate level of knowledge, and 19 mothers (36.5%) demonstrated a moderate level of temper tantrum management. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.002 (p &lt; 0.05), indicating a significant relationship between mothers' knowledge levels and temper tantrum management. This study encourages mothers to improve their knowledge of handling and understanding their children's temper tantrums by participating in parenting activities organized by TK RA Istiqomah.</em></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2399 LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA 2025-12-14T05:18:29+00:00 Erlangga Sista erlanggasista26@gmail.com Irma Rahmayani erlanggasista26@gmail.com Aditya Prabawa erlanggasista26@gmail.com <p>Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan kejadian plasenta previa adalah paritas. Paritas diduga kuat sebagai faktor risiko dominan akibat perubahan struktur uterus pasca-persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas ibu hamil dengan kejadian plasenta previa berdasarkan studi literatur terkini. Desain penelitian adalah <em>literature review</em> dengan menelaah 8 artikel terpilih (2015–2025) yang diperoleh dari database elektronik utama menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Sintesis data menunjukkan 7 dari 8 studi (87,5%) melaporkan hubungan statistik yang signifikan. Ibu dengan status multipara dan grandemultipara memiliki risiko mengalami plasenta previa 2,5 hingga 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan primipara. Tingginya risiko ini berkaitan dengan mekanisme atrofi endometrium dan vaskularisasi desidua yang buruk di fundus akibat bekas luka persalinan berulang, yang memicu plasenta berimplantasi di segmen bawah rahim. Terdapat korelasi positif yang konsisten antara peningkatan paritas dengan risiko plasenta previa.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/1807 Gambaran Seleksi Pendonor Darah Sukarela di Wilayah Kampung Marancar Kota Padangsidimpuan 2024-12-09T02:26:01+00:00 Dina Rahmi Solihad Nasution teknologibankdarah.unar@gmail.com Yuni Aflah Lubis yuniaflahlubis@unar.ac.id Nina Nazlina ninanazlina@unar.ac.id Liana liana@unar.ac.id Alya Ayuni alyaayuni200@gmail.com Septi Ariona septiariona81@gmail.com Rizka Heriansyah rizkaheriansyah@yahoo.com Tapi Endang Fauziah Lubis nizlilubis@gmail.com <p>Darah adalah salah satu komponen vital dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat utama dalam distribusi, transportasi, dan sirkulasi. Apabila tubuh manusia mengalami kekurangan darah, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan jaringan dan bahkan kegagalan fungsi organ, yang pada akhirnya berisiko mengancam nyawa, maka untuk mengatasi kondisi kekurangan darah tersebut, diperlukan tambahan darah. penelitian bertujuan untuk melakukan skrining pendonor darah dengan perbedaan karakteristik usia, pekerjaan, dan jenis kelamin, golongan darah dan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan di Kampung Marancar Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini dilakukan pada Oktober – November 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Survei dengan memberikan form kepada responden. Data diperoleh dengan melihat variabel-variabel penelitian yang tercatat pada form. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini didapatkan total responden sebanyak 40 orang. Berdasarkan data hasil penelitian, responden yang diperoleh sesuai dengan masing-masing kriteria, telah lolos syarat sebagai calon pendonor dalam skrining awal menurut peraturan Kemkes No 91 Tahun 2015.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2289 the CASE REPORT: SEVERE HYPOCHROMIC MICROCYTIC ANEMIA CAUSED BY IRON DEFICIENCY ANEMIA 2025-10-24T16:17:23+00:00 sabna nyoman sabnaakurunandani@gmail.com Ida Bagus Wemanu Ngaling bagus.wemanu@undiksha.ac.id Ni Nyoman Mestri Agustini nyoman.mestri@undiksha.ac.id I Made Kesuma Wijaya kusuma.wijaya@undiksha.ac.id <p><em>Iron deficiency anemia (IDA) is the most common type of anemia caused by insufficient iron for hemoglobin synthesis, leading to impaired oxygen transport in the body. This study aims to report and analyze a case of severe iron deficiency anemia in a 63-year-old female patient with comorbid hypertensive heart disease. The research method was a case study involving data collection from anamnesis, physical examination, laboratory tests (Hb, MCV, MCH, ferritin, and serum iron), and supporting radiologic examinations such as chest X-ray and electrocardiography. The results showed Hb 5.4 g/dL, MCV 69.3 fL, MCH 19.7 pg, ferritin 4.3 µg/L, and serum iron 10.8 µg/dL, indicating severe hypochromic microcytic anemia due to iron deficiency. The patient received oxygen therapy, packed red cell transfusions until Hb reached 10 g/dL, oral ferrous sulfate 200 mg three times daily, and vitamin C 100 mg three times daily, along with supportive care, resulting in significant clinical and laboratory improvement after eight days of hospitalization. This case highlights the importance of early diagnosis and prompt management to prevent systemic complications of iron deficiency anemia.</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2414 HUBUNGAN DERAJAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DRY EYE SYNDROME PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA 2025-12-16T10:28:17+00:00 Suci Rahmawati sucirhmawti@gmail.com <p><em>Dry eye syndrome</em> merupakan gangguan permukaan okular yang ditandai oleh ketidakstabilan lapisan air mata dan inflamasi, dengan salah satu faktor risiko utama berupa penggunaan <em>smartphone</em> dalam durasi lama. Remaja usia sekolah merupakan kelompok dengan paparan layar digital yang tinggi, sehingga berisiko mengalami <em>dry eye syndrome</em>. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Derajat penggunaan <em>smartphone</em> diklasifikasikan berdasarkan durasi penggunaan harian, sedangkan derajat keparahan <em>dry eye syndrome</em> dinilai menggunakan instrumen penilaian yang tervalidasi yaitu pemeriksaan klinis tes schirmer. Analisis data yang dilakukan untuk menilai hubungan antara kedua variabel tersebut adalah <em>Rank Spearman</em>. Sampel penelitian berjumlah 73 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Uji korelasi <em>Rank Spearman</em> menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara derajat penggunaan <em>smartphone</em> dengan derajat keparahan <em>dry eye syndrome</em> (r = 0,387; p = 0,001), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi cukup.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2020 Studi Efikasi Protokol CT-Scan dalam Penegakan Diagnosis Hidrosefalus Anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2025-05-26T05:25:48+00:00 Dian Nuramdiani nuramdianidian@gmail.com Kusnanto xray.anto28@gmail.com <p><em>Computed Tomography Scan</em> (CT-Scan) adalah modalitas radiologi krusial untuk diagnosis berbagai kondisi, termasuk hidrosefalus pada kepala yang memerlukan pemeriksaan neuroimaging akurat untuk menilai ukuran ventrikel dan struktur otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik dan hasil gambaran radiograf CT-Scan kepala yang digunakan dalam optimalisasi penegakan diagnosis hidrosefalus pada pasien pediatrik di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus observasional, penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2024 terhadap satu pasien pediatrik dengan dugaan klinis awal <em>Acquired Multioculated Hidrocephalus due to Multiple SOL</em>. Pemeriksaan dilakukan tanpa persiapan khusus dan tanpa sedasi (pasien didampingi keluarga), menggunakan pesawat CT-Scan GE 16 <em>slice</em> (tipe Revolution ACTs IG920) dengan parameter 100kV/70 mA, <em>slice thickness</em> 1,25 mm, dan estimasi dosis paparan radiasi 10,89mGy/223,889mGy-cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan teknik pemeriksaan CT-Scan kepala non-kontras pada pasien pediatrik tersebut dinilai optimal dan berhasil menghasilkan gambaran radiograf yang mampu menegakkan diagnosis hidrosefalus sesuai kondisi klinis pasien.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2297 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI BANDA ACEH 2025-10-28T10:17:24+00:00 Cut Rahmi Soraya cutrahmisoraya549@gmail.com <p>One of the main obstetric problems that continues to have a substantial impact on maternal and neonatal morbidity and mortality is premature rupture of membranes (PROM). The purpose of this study was to determine the variables linked to PROM in Banda Aceh moms giving delivery. At Banda Aceh General Hospital, 100 respondents were chosen by purposive sampling and given a descriptive-analytic cross-sectional design. Structured interviews and evaluations of medical records were used to gather data, which was then analyzed using the Chi-Square test at a significance threshold of p &lt; 0.05. The findings showed that the occurrence of PROM was significantly correlated with maternal age (p=0.032), parity (p=0.021), pregnancy interval (p=0.015), history of reproductive tract infection (p=0.008), and nutritional status (p=0.041). These findings demonstrate that sociodemographic and clinical factors play essential roles in the development of PROM. Preventive efforts through early risk screening, improvement of antenatal care quality, and maternal education regarding nutritional adequacy and infection prevention are highly recommended.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords: Premature Rupture of Membranes; Maternal Age; Parity; infection; nutritional status; Banda Aceh</em></strong></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2426 A Analisis Tingkat Kebisingan Jalan Poros Palopo-Makassar dan Jalan Andi Jemma Belopa 2025-12-25T14:28:10+00:00 Ilma Helmalia Putri ilmahelmalia097@gmail.com Putri Zulaeka putrizulaeka98@gmail.com Rasmiaji rasmiajii@gmail.com Nurwadia Sri Putri Rahmadani nurdiaputri.rahmadani072@gmail.com Ismi Febriyanti Syahrir ismifebriyanti24@gmail.com <p>Kebisingan jalan raya menyebabkan gangguan kehidupan kita sehari-hari. Banyak manusia yang beraktivitas diluar juga didalam bangunan yang berdekatan dengan jalan raya. Kebisingan menimbulkan berbagai macam dampak buruk pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan manusia seperti gangguan psikologis, komunikasi, keluhan dan tindakan demonstrasi, selain itu keluhan somatic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kebisingan dengan menggunakan aplikasi Sound Level Meter (SLM). Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan untuk menganalisis tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermootor di dua titik lokasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kebisingan di jalan andi jemma belopa (depan kantor bupati luwu) maka maka dapat diperoleh tingkat kebisingan pagi hari 08.30-09.00 adalah 109.2 dB dan sore hari jam 15.30-16.00 adalah 112.8 dB sedangkan di Perempatan Jl. Poros Palopo-Makassar dengan Jl. Gn.Latimojong dan Jl. Pelabuhan maka dapat diperoleh tingkat kebisingan pagi hari 09.00.09.30 yaitu 101.4 dB dan sore hari jam 16.00-16.30 106.0 db, Bagi warga dan pengendara disekitar jalan tersebut untuk selalu menggunakan alat pelindung diri seperti earplug dan untuk warga yang menggunakan knalpot modifikasi segera menganti agar kebisingan dibawah nilai ambang batas (NAB).</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2126 PENGARUH EDUKASI DAN SIMULASI BENCANA TERHADAP PERILAKU TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS PUNGGAVA TOMPE 2025-07-08T05:22:00+00:00 Bela Safitri Latowale Bella bellasafitri1456@gmail.com <p>Wilayah Sulawesi Tengah merupakan salah satu zona rawan bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami. Kesiapsiagaan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam respons darurat sangat krusial untuk meminimalisir dampak bencana. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan (KAP) tenaga kesehatan terhadap kebencanaan masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dan simulasi terhadap peningkatan KAP tenaga kesehatan di Puskesmas Punggava Tompe. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Intervensi berupa edukasi dan simulasi dilakukan, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner KAP yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dan tindakan (p=0,000) setelah intervensi. Seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan, sikap baik meningkat dari 60% menjadi 66,7%, dan tindakan baik meningkat dari 56,7% menjadi 73,3%. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan simulasi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi bencana. Disarankan agar pelatihan semacam ini dijadikan program rutin, khususnya di wilayah rawan bencana, guna memperkuat sistem tanggap darurat kesehatan masyarakat.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2302 Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah 2025-11-03T10:50:39+00:00 nolivianindi Agnes Erlita Distriani Patade, Katrina Feby Lestari nindibidu21@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: Kepatuhan adalah salah satu faktor yang menjadikan parameter dalam menilai tingkat pengetahuan. Studi pendahuluan mengatakan tidak tahu tentang penyebab, faktor resiko, gejala dan pencegahan penyakit jantung koroner, dan sering lupa minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.</strong><strong>Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analisis korelasion dan desain </strong><strong><em>cross-sectional</em></strong><strong>. Populasi adalah semua pasien yang di rawat diruangan Melati dan rungan ICVCU di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel 46 dengan teknik pengambilan sampel <em>purposive sampling.</em></strong><strong>Hasil Penelitian : </strong><strong>Hasil analisis uji univariat sebagian besar tingkat pengetahuan adalah baik (41,3%) sedangkan sebagian besar kepatuhan minum obat adalah rendah (54,3%). </strong><strong>Analisis bivariat menggunakan&nbsp; <em>uji chi-square </em>dengan p value&nbsp; 0,021 ≤&nbsp; 0,05.</strong><strong>Simpulan : </strong><strong>Ada Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.</strong><strong>Saran : </strong><strong>Penulis berharap agar RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dapat memberikan penyuluhan berupa informasi terkait kesehatan dan khususnya mengenai pengetahuan pasien jantung koroner sehingga akan membantu pasien untuk lebih meningkatkan kepatuhan dalam pengeobatan.</strong></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2429 HUBUNGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA DI RSUD BULELENG 2025-12-26T12:46:19+00:00 Ni Luh Gede Putri Pradnyani Putri Pradnyani ppradnyani400@gmail.com Irma Rahmayani irmarahmayani@undiksha.ac.id Aditya Prabawa adityaprabawa@undiksha.ac.id Aditya Prabawa adityaprabawa@undiksha.ac.id <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang sering menjangkit masyarakat. Kabupaten Buleleng memiliki kasus tertinggi kedua di Bali penderita diabetes melitus tipe 2. Berbagai komplikasi dapat terjadi akibat menderita diabetes melitus, yang terdiri dari komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian infeksi saluran kemih pada wanita di poliklinik interna RSUD Buleleng tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional <em>cross-sectional</em> dengan teknik sampling <em>non-probability sampling</em> dengan jenis <em>purposive sampling</em>. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien wanita poli interna tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92 sampel poliklinik interna dengan status diabetes melitus tipe 2 dan infeksi saluran kemih terjadi pada wanita di RSUD Buleleng. Hasil analisis data secara bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square Continuity</em> <em>Correction</em> terpenuhi dengan perolehan nilai p=0.012 atau &lt;0.005 dengan <em>Odds Ratio</em> (OR)= 3.541 dan <em>Confidence Interval</em> (CI) 95% didapatkan hasil 1.405-8.925. Hasil uji <em>Chi-Square Continuity Correction</em> menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dan kejadian infeksi saluran kemih pada pasien wanita di poliklinik interna RSUD Buleleng tahun 2024.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2139 Transformasi Nilai Budaya dan Praktik Konsumsi Makanan dalam Pencegahan KEK pada Ibu Hamil di Masyarakat Pesisir Selayar Sulawesi Selatan 2025-07-18T15:00:02+00:00 SATRIANI Satriani satrianip10@gmail.com <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="IN">Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal membentuk praktik konsumsi makanan ibu hamil, serta bagaimana nilai-nilai tersebut mengalami transformasi dalam konteks perubahan sosial dan peningkatan akses informasi kesehatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap ibu hamil di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk pantangan makanan tertentu yang diyakini dapat membahayakan kehamilan. Meskipun demikian, terjadi transformasi nilai di tengah masyarakat seiring dengan meningkatnya akses terhadap informasi dari tenaga kesehatan dan media sosial. Proses perubahan ini berlangsung secara selektif dan adaptif, menunjukkan adanya negosiasi antara tradisi dan pengetahuan kesehatan modern. Keluarga, terutama suami dan mertua, memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan konsumsi makanan, sementara peran tokoh adat cenderung menurun. Temuan ini menyarankan pentingnya pendekatan intervensi kesehatan yang berbasis budaya lokal, peningkatan jumlah petugas gizi, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyuluhan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan KEK. Dengan pendekatan yang sensitif secara sosial dan kultural, intervensi gizi dapat lebih diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat.</span></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><strong><span lang="IN">&nbsp;</span></strong></p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Kata kunci:</span></strong><span lang="IN"> Transformasi budaya, konsumsi makanan, KEK, ibu hamil, masyarakat pesisir, Selayar, nilai lokal, intervensi kesehatan.</span></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2323 Efektivitas Rebusan Daun Seledri Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Literature Review 2025-11-10T05:56:48+00:00 coners umkt 01conersumkt@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dan banyak dialami oleh masyarakat sekitar dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dibantu dengan terapi komplementer seperti pemanfaatan bahan alami. Salah satu bahan herbal yang diketahui memiliki efek antihipertensi adalah daun seledri (Apium graveolens L<em>.</em>) karena kandungan flavonoid, apigenin, phthalides, kalium, dan asparagin yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan <em>literature review</em> yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Data diperoleh melalui pencarian artikel pada database Google Scholar tahun 2024–2025 dan diperoleh sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun seledri secara rutin selama 3–14 hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Dengan demikian, rebusan daun seledri dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan terjangkau dalam pengelolaan hipertensi.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2434 PENGARUH USIA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT ATAS PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN SWAMEDIKASI 2026-01-05T07:08:15+00:00 Oktaviana Koa didiek@ukrimuniversity.ac.id Didiek Hardiyanto Soegiantoro didiek@ukrimuniversity.ac.id Novena Adi Yuhara didiek@ukrimuniversity.ac.id <p><em>Community pharmacists have an important role in public health services, especially in self-medication services, namely the use of drugs without a doctor's prescription to treat minor complaints, although public perception of the role of pharmacists can differ between regions; the purpose of this study was to see the extent of the influence of Indonesian public perception on the role of community pharmacists in self-medication service practices using quantitative methods with a cross-sectional design through the distribution of online questionnaires covering six variables: General Awareness (GA), Effectiveness (EFF), Collaboration (COLL), Barriers (BARR), Trustworthiness (TRUST), and Self-medication Services, where the validity test with KMO and Bartlett's Test and PCA factor analysis showed a KMO value &gt; 0.771 which met the construct feasibility requirements, while Cronbach's Alpha reliability &gt; 0.743 indicated very good internal consistency; Chi-Square analysis for the influence of age and Pearson correlation between variables yielded a significance value &gt; 0.05, meaning there was no significant relationship between age and respondents' perceptions, indicating a consistent relationship between constructs, with the highest correlation between self-medication service and barriers (r = 0.780), indicating the higher the perceived barriers, the stronger the relationship with self-medication services. The government and pharmacists are intensifying education to reduce barriers, pharmacists are strengthening collaboration and trust through personalized consultations, developing mobile drug consultation applications, and further research in specific areas to explore other factors such as education.</em></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2182 HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SEKAYU 2025-08-09T04:21:52+00:00 Hera zahara Ayu saputri herazaraayusaputri23@gmail.com <p><em>According to WHO, the Maternal Mortality Rate (MMR) is that there are 810 women who die every day as a result of complications during pregnancy and childbirth. Preeclampsia is an increase in blood pressure at 20 weeks gestational age of 140/90 mmHg, accompanied by proteinuria of 300mg/24 hours or confirmed (+). Preeclampsia is a disease that arises with signs of hypertension, oedema, and urinary protein arising due to pregnancy and childbirth. To determine the relationship between maternal age and parity with the incidence of severe preeclampsia at Sekayu Regional General Hospital in 2024. This study uses the Survey Analytic method&nbsp; with a Cross Sectional approach. The population in this study is all pregnant women at the Sekayu Regional General Hospital in 2024 totaling 2,795 people. The sample of this study was taken from a part of the population, namely some pregnant women at the Sekayu Regional General Hospital in 2024 as many as 350 respondents. The sampling technique in this study is random sampling. The data taken is secondary data. Bivariately showed that there was a relationship between age and the incidence of severe preeclampsia p value = 0.001, there was a relationship between maternal parity and the incidence of severe preeclampsia p value = 0.001. These results conclude that the age and parity of pregnant women are related to the incidence of preeclampsia at the Sekayu Regional General Hospital in 2024</em></p> <p><strong><em>Keywords </em></strong><em>:</em> <em>Preeclampsia Severity, Age, Maternal Parity</em></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2330 PUSKESMAS PIJORKOLING SEBAGAI PELAKSANA STUDI KUALITATIF PERAN TOKOH AGAMA DALAM LITERASI ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANGSIDEMPUAN 2025-11-11T02:59:13+00:00 Natar Fitri Napitupulu Aufa.royhan123@gmail.com Hotma Royani Siregar hotmaroyani@gmail.com Ganti Tua Siregar genrabbani1@gmail.com Herawati Harahap rezherharahap@gmail.com Mei Adelina Harahap meiadelinayusuf800@gmail.com Zainal Efendi Hasibuan zainalhasibuan@uinsyahada.ac.id Ruslayni Pandia pandiaruslayni@gmail.com Eky Mario Harahap marioeky3003@gmail.com Elpiana Sari elpianasari10@gmail.com <p>&nbsp;</p> <h2>ABSTRAK</h2> <p><strong>Latar belakang</strong>: Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Salah satu upaya pencegahan yang terbukti efektif adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, rendahnya literasi kesehatan, faktor sosial budaya, serta keterbatasan dukungan keluarga menjadi kendala dalam penerapan ASI eksklusif. Dalam konteks ini, keterlibatan tokoh agama penting karena memiliki pengaruh besar dalam memberikan edukasi berbasis nilai keagamaan yang mudah diterima masyarakat. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini dilaksanakan oleh Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan dengan tujuan mengeksplorasi peran tokoh agama dalam literasi ASI eksklusif dan pencegahan stunting. <strong>Metode</strong>:&nbsp; Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tokoh agama Islam Dan Nasrani, serta tenaga kesehatan. Jumlah partisipan dalam penelitian ini delapan orang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan Dan di sajikan dalam bentuk narasi. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menghasilkan Lima tema yaitu:1) Peran Puskesmas sebagai pelaksana program kesehatan; 2) Kontribusi Tokoh Agama dalam Literasi kesehatan; 3)&nbsp; Literasi ASI eksklusif pada calon ibu; 4) Pencegahan stunting berbasis komunitas; 5) Percepatan penurunan stunting di Kota Padangsidempuan. <strong>Kesimpulan</strong>: keterlibatan tokoh agama merupakan strategi efektif yang dapat dimanfaatkan oleh Puskesmas dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan tokoh agama perlu ditingkatkan untuk mempercepat pencapaian target pencegahan stunting melalui penguatan praktik ASI eksklusif.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Puskesmas; Tokoh agama; ASI eksklusif; stunting; literasi kesehatan</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2201 MANAJEMEN FISIOTERAPI OLAHRAGA POST OPERATIVE FRACTURE METATARSAL IV SINISTRA pada ATLET SEPAK BOLA 2025-08-18T07:14:56+00:00 Citra Aulia Alwi ctr.auliaalwi@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> fraktur metatarsal umumnya terjadi pada atlet, salah satunya pemain sepak bola, dikarenakan olahraga yang berintensitas tinggi dan aktivitas berulang pada metatarsal yang menyebabkan terbentuknya mikrofraktur di dalam tulang secara bertahap kemudian akan menjadi besar dan menimbulkan nyeri bahkan sampai ketidakmampuan melakukan aktivitas. <strong>Tujuan:</strong> laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran manajemen fisioterapi pada kasus post-op fraktur metatarsal. <strong>Metode: </strong>data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien laki-laki berusia 22 tahun, menjalani operasi fraktur metatarsal IV kiri sejak 9 minggu yang lalu diberikan penanganan fisioterapi berupa modalitas Infrared Rays (IRR) serta latihan endurance dan strength. <strong>Hasil:</strong> evaluasi menggunakan measuring tape, terdapat nilai konstan pada interpretasi dalam penilaian sesaat yaitu belum terlihat peningkatan signifikan pada otot yang hipotrofi dalam penilaian sesaat. <strong>Kesimpulan</strong>: rehabilitasi fisioterapi yang rutin dan terstruktur terbukti efektif dalam menunjang pemulihan fungsional pada pasien pasca operasi metatarsal.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2342 Pengaruh Video Edukasi Tanggap Darurat Tsunami Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesiapsiagaan Pekerja 2025-11-17T03:49:00+00:00 Maria Paskanita Widjanarti maria.paskanita@staff.uns.ac.id Muhammad Miftah Dhiya'ulhaq miftah.learn@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perusahaan jasa operasi bandar udara yang terletak di pinggir Laut Selatan Jawa memiliki potensi risiko dalam menghadapi bencana. Terdapat 2 kali kasus bencana tsunami yang memakan korban ribuan jiwa selama periode satu dekade terakhir di Indonesia. Tindakan awal untuk mencegah dan meminimalisasi dampak tsunami sangat penting, sehingga diperlukan sistem tanggap darurat di perusahaan dalam menghadapi keadaan darurat bencana seperti pendidikan, pelatihan dan keterampilan terkait tanggap darurat serta menyediakan sarana dan prasarana evakuasi. Keadaan darurat bencana memerlukan pendidikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intervensi video edukasi tanggap darurat tsunami terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan pekerja di PT X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan pendekatan <em>pre-experimental </em>dan menerapkan desain <em>group pre-test post-test</em>. Intervensi yang digunakan adalah video edukasi tanggap darurat tsunami. Populasi penelitian ini berjumlah 31 responden pekerja di gedung administrasi PT X Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan teknik <em>purposive sampling</em>, dan mengukur tingkat pengetahuan responden melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam pengetahuan (p=0,000; p&lt;0,05) antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi video edukasi tanggap darurat tsunami. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan melalui pemberian video edukasi tanggap darurat tsunami pada pekerja di gedung administrasi PT X Yogyakarta.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Bencana tsunami, tanggap darurat, pengetahuan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACK</em></strong></p> <p><em>The airport operation services company located along the southern coast of Java faces significant disaster risks. Indonesia has experienced two major tsunamis in the past decade, causing thousands of casualties. Early actions to prevent and minimize tsunami impacts are essential, making emergency response education, training, and adequate evacuation infrastructure critical components of workplace preparedness. Disaster situations require continuous education to strengthen workers’ readiness. This study aims to analyze the effect of an educational tsunami emergency response video on the preparedness knowledge of employees at PT X Yogyakarta. This research employed an experimental design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The intervention consisted of a tsunami emergency response educational video. The study involved 31 employees working in the administration building of PT X Yogyakarta, selected through purposive sampling. Knowledge levels were measured using a structured questionnaire, and data were analyzed using a paired t-test. The findings demonstrate a significant increase in knowledge (p = 0.000; p &lt; 0.05) following the intervention. The results indicate that the tsunami emergency response educational video effectively improved the preparedness knowledge of employees in the administration building of PT X Yogyakarta.</em></p> <p><strong><em>Keywords: &nbsp;</em></strong><em>Tsunami disaster, emergency response, knowledge</em></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2225 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN SISWA DALAM PEMILIHAN SAMPAH DI SD MUHAMMADIYAH 3 KOTA PADANGSIDIMPUAN 2025-09-13T02:22:51+00:00 Nurul Hidayah Nasution nurulhidayah.nasution09@gmail.com Yuli Arisyah Siregar yuliarisyahsiregar@gmail.com Soleman Jufri rambesoleman@gmail.com Dewani Harahap dewahap@gmail.com Nursalmah Habibah nursalmahhabibahhabibah@yahoo.com Adli Zil Ikrom Batubara nurulhidayah.nasution1209@gmail.com Via Nesa Mapilinda nurulhidayah.nasution1209@gmail.com Rosmawarni Harahap nurulhidayah.nasution1209@gmail.com <p><em>One of the developing countries that produces the most waste is Indonesia. The waste problem in Indonesia is now a serious threat if not handled properly. Waste reduction efforts aim to ensure that all elements of society, including the government, the business sector, and the general public, can implement waste reduction measures. Elementary schools are the most important educational institutions for teaching students how to behave appropriately in accordance with the norms of the environment in which they live. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes, and actions of students in waste sorting at SD Muhammadiyah 3 Kota Padangsidimpuan. This was a quantitative study with a descriptive design. The population and sample consisted of 30 fifth-grade elementary school students. The sampling technique used was total sampling. The research instrument was a questionnaire. The questionnaire consisted of four parts, namely respondent identity, knowledge questionnaire, attitudes, and actions in waste sorting. Data processing was carried out through editing, coding, and entry. Data analysis used univariate analysis. The results of this study showed that the majority of elementary school students had sufficient knowledge, namely 18 students (60%). The attitudes of elementary school students were positive, namely 26 students (86.7%). The actions of elementary school students were to sort waste, with 25 students (83.3%) doing so. It is recommended that schools improve their environmental education programs to be more interactive, such as through hands-on waste sorting practices, school waste banks, and classroom cleanliness competitions so that students become accustomed to sorting waste.</em></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2356 Hubungan Strategi Koping dengan Burnout Syndrome pada Mahasiswa Profesi Ners 2025-11-22T15:38:49+00:00 Annisa Nurul Azizah annisanazizah@upi.edu Dedah Ningrum dedahningrum@upi.edu Ida Nurhidayah idanurhidayah@upi.edu <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pendidikan profesi ners dibayangkan pada tuntutan akademik dan praktik klinik yang kompleks yang berpotensi memicu kelelahan fisik dan emosional yang dapat mengakibatkan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">burnout syndrome</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan strategi penanggulangan dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">burnout syndrome</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pada mahasiswa program profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan populasi mahasiswa profesi Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang angkatan 2024 yang menempuh semester dua. Teknik sampling yang digunakan adalah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">total sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Way's Of Coping Questionnaire</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (WOCQ) dan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Maslach Burnout Inventory</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (MBI-HSS). Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu deskripsi variabel dan persentase serta analisa bivariat menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa (94,4%) menggunakan strategi coping </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">emosional terfokus coping</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan sebagian besar responden mengalami </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">burnout syndrome</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> tingkat sedang (64,8%) dengan gejala kelelahan emosional paling banyak dialami responden (42,62%). Hasil uji hipotesis Pearson menunjukkan nilai </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 0,554 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara strategi koping dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">burnout syndrome</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (p &gt; 0,05) dengan nilai koefisien r = 0,082. Disarankan bagi mahasiswa profesi ners untuk meningkatkan strategi mengatasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">masalah coping terfokus</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan manajemen waktu serta mengadakan pelatihan manajemen stres dan menyediakan layanan konseling.</span></span></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2240 Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. R Umur 35 Tahun G3P2A0 2025-09-25T05:51:16+00:00 Leni Andriyani andrianita855@gmail.com Maftuchah leniandria5@gmail.com <p>Abstract</p> <p>Continuous midwifery care, or continuity of care, is a comprehensive midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, Newborn, family planning provided by midwives to monitor maternal and infant health and can help the government in reducing maternal and infant mortality rates in Indonesia, because with the existence of continuous midwifery care, or continuity of care, in addition to preventing complications. This care involves providing comprehensive care to provide comfort, increase maternal satisfaction, reduce unnecessary interventions. The purpose of this study was to provide continuous care to Mrs. R, 35 years old, G3P2A0, at the Bangetayu Community Health Center in Semarang. The research design used was descriptive and case study. The results showed that Mrs. R, 35 years old, G3P2A0, was physiologically pregnant. The labor process took place normally at 40 weeks of gestation, accompanied by monitoring of the postpartum period and the condition of the newborn that went well and without complications.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2376 Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Hutaimbaru 2025-12-04T04:55:48+00:00 ARISA HARFA SAID LUBIS iechalubis@gmail.com Nur Arfah Nasution arfahn526@gmail.com Fatma Mutia fatmamutia024@gmail.com Anwar Syahadat syahadat.ainar@gmail.com Sukhri Herianto Ritonga nerssukhri88@gmail.com Mei Adelina Harahap meiadelinayusuf800@gmail.com Nur Aliyah Rangkuti nuraliyahrangkuti88@gmail.com <p><em>The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator in determining the level of public health. Maternal deaths due to infection can be caused by several factors, including reproductive tract infections and sexually transmitted diseases such as Human Immunodeficiency Virus (HIV), Syphilis, and Hepatitis B. Prevention efforts for these diseases can begin while the baby is still in the womb through Triple Elimination screening. Triple Elimination aims to stop the transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child, reducing morbidity, disability, and mortality by conducting screenings for pregnant women. Prevalence rates in Indonesia for these three diseases indicate a risk of HIV transmission in pregnant women of 0.3%, syphilis infection in pregnant women of 1.7%, and hepatitis B infection in pregnant women of 2.5%. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening. The research method used was quantitative with a descriptive design. The study was conducted at the Hutaimbaru Community Health Center, involving all 52 pregnant women attending the center. The results showed that 26 respondents (50%) had poor knowledge regarding triple elimination screening, 14 respondents (26.9%) had sufficient knowledge, and 12 respondents (23.1%) had good knowledge. Therefore, the knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening in Hutaimbaru Community Health Center is largely inadequate (50%). The results of this study recommend more creative outreach programs to encourage pregnant women to undergo triple elimination screening.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Knowledge, Triple Elimination, Pregnant Women</em></strong></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2250 GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKIT TINGGI 2025-10-03T06:33:31+00:00 Husnawati husnawati@stifar-riau.ac.id Aisyah aisyah@stifar-riau.ac.id Ardita Yuan Cahya Pramesti arditayuan@stifar-riau.ac.id Diantika Rahmayani diantikarahmayani@stifar-riau.ac.id Fasri Dian Safitri fasridiansafitri@stifar-riau.ac.id Lala Azela lalaazela@stifar-riau.ac.id Muhammad Yudika Chandra muhammadyudika@stifar-riau.ac.id Putri Melati putrimelati@stifar-riau.ac.id Putri Nimi Usti putrinimi@stifar-riau.ac.id Saskira Windy Noviana saskirawindy@stifar-riau.ac.id Siti Rahmatun Nur sitirahmatun@stifar-riau.ac.id Waldy Wijayanto waldywijayanto@stifar-riau.ac.id Yolanda Selviana yolandaselviana@stifar-riau.ac.id <p>Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian karena mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan pada tanggal 15–17 Juli 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan melalui teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan lima dimensi SERVQUAL meliputi <em>tangible, reliability, responsiveness, assurance</em>, dan <em>empathy</em>. Data dianalisis secara univariat menggunakan teknik persentase dan perhitungan TCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai rata-rata 61,67%. Pada aspek <em>tangible</em> pasien menilai ruang tunggu nyaman dan rapi meski media edukasi masih terbatas, pada <em>reliability</em> pasien sangat puas terhadap kejelasan informasi obat dan kelengkapan obat, pada <em>responsiveness</em> pasien menilai apoteker sigap dan cukup cepat dalam melayani, pada assurance pasien merasa apoteker profesional serta menumbuhkan rasa percaya, sedangkan pada <em>empathy</em> mayoritas responden sangat puas terhadap sikap sopan, ramah, dan kepedulian apoteker. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi telah memenuhi harapan pasien, meskipun masih perlu peningkatan fasilitas informasi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyediakan sarana edukasi berupa kotak informasi berisi leaflet, brosur, dan poster guna memperkuat mutu layanan serta mendorong penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2393 EFEKTIVITAS KOMPRES KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI AKUT PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI PANTI SOSIAL WEDA JARA MARA PATI 2025-12-10T02:10:24+00:00 I Wayan Oky Pumadi wayanoky80@gmail.com Made Yos Kresnayana yoskresna@gmail.com I Dewa Ayu Rismayanti rismajegeg@gmail.com <p style="font-weight: 400;"><strong>ABSTRAK </strong></p> <p style="font-weight: 400;">Gout arthritis ialah merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah manusia sehingga terbentuk kristal monosodium urat yang mengendap di persendian dan menyebabkan nyeri yang meradang, jika nyeri yang dialami tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas fisik sehari-hari. Salah satu terapi non-farmakologi pada pasien gout arthritis adalah pemberian kompres kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres kayu manis terhadap penurunan intensitas nyeri akut pada lansia dengan gout arthritis di Panti Sosial Weda Jara Mara Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah asuhan keperawatan studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan gout artritis dan kriteria usia 60 - 74 tahun yang mengalami nyeri sedang. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, Studi dokumentasi dan angket menggunakan format askep gerontik. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 dan terjadi penuruan kadar asam urat dari 10,7 mg/dL menjadi 6,8 mg/dL setelah klien diberikan kompres kayu manis sebanyak 1 kali dalam sehari pada pagi hari dan dengan lama perlakuan yaitu 15 menit selama 4 hari secara berturut. Pemberian kompres kayu manis efektif untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien dengan gout arthritis.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2264 Efektivitas Yoga dalam Menurunkan Stres pada Mahasiswa: Tinjauan Sistematis 2025-10-08T11:17:41+00:00 I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik ramadhita55@gmail.com Made Kurnia Widiastuti Giri kurnia.widiastuti@undiksha.ac.id Made Bayu Permasutha bayu.permasutha@undiksha.ac.id <p>Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap stres psikologis akibat tantangan akademik, sosial, dan pribadi. Jika tidak dikelola, stres dapat berkembang menjadi kecemasan, depresi, insomnia, burnout, dan gejala psikosomatis yang berdampak pada penurunan prestasi akademik serta kesejahteraan secara keseluruhan. Yoga semakin banyak diteliti sebagai intervensi komplementer non-farmakologis untuk manajemen stres. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis yoga dalam menurunkan stres dan dampak kesehatan mental terkait pada mahasiswa di Indonesia. Analisis dilakukan terhadap sepuluh studi primer yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan desain kuasi-eksperimen, uji coba teracak, dan kualitatif. Intervensi meliputi yoga asanas, teknik pernapasan pranayama, yoga berbasis meditasi, dan modul yoga terstruktur. Pada berbagai populasi mahasiswa, yoga secara konsisten menunjukkan manfaat signifikan: menurunkan stres yang dirasakan, mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan burnout akademik, dan mengatasi gejala psikosomatis. Kesimpulannya, yoga merupakan terapi komplementer yang efektif untuk penurunan stres dan peningkatan kesehatan mental mahasiswa. Yoga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan mahasiswa di perguruan tinggi. Uji coba teracak berskala besar dan multi-senter diperlukan untuk meningkatkan generalisasi temuan.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2397 EFEKTIFITAS SLOW BACK MASSAGE PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI KLINIK LATU USADHA 2025-12-13T01:23:07+00:00 Dewa Putu Sailindra Wirayudha sailindradewa03@gmail.com <p style="font-weight: 400;">Hipertensi termasuk dalam penyakit tidak menular. Orang terkadang menyebut hipertensi sebagai "pembunuh diam-diam" karena kondisi ini jarang menimbulkan tanda atau keluhan yang nyata. Di antara penyakit tidak menular, hipertensi ialah pemicu kematian ketiga teratas di Indonesia, setelah kanker dan penyakit kardiovaskular. Mengatahui Efektifitas Slow Back Massage Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Di Klinik Latu Usadha. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasi pengaruh terapi <em>Slow Stroke Back Massage </em>terhadap tingkat nyeri pada penderita hipertensi. Setelah intervensi, dari 3 pasien menunjukkan penurunan nyeri dengan skala nyeri masing-masing menjadi 3 serta stabilitas tanda vital; Ny. R tekanan darah 120/80 mmHg, Ny. S 110/90 mmHg, dan Tn. D 110/70 mmHg. Ketiga klien tampak lebih nyaman, paham pengelolaan kondisi, dan direncanakan untuk melanjutkan perawatan mandiri dan direkomendasikan untuk melanjutkan terapi non-farmakologis Slow Stroke Back Massage (SSBM) secara rutin, serta menjaga kesehatan mandiri dan melakukan kontrol berkala ke fasilitas pelayanan kesehatan.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2279 Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0–6 Bulan 2025-10-15T13:17:45+00:00 Gede Praditanaya esapradutanaya@gmail.com Dr. dr. Komang Hendra Setiawan, S.Ked., M.Kes. hendra hendra.setiawan@undiksha.ac.id dr. Made Suadnyani Pasek, S.Ked., M.Kes., M.Biomed., Sp.A. pasek made.suadnyani@undiksha.ac.id <p>Diarrhea is one of the leading causes of morbidity and mortality in children under five, especially in <br>developing countries, including Indonesia. Exclusive breastfeeding for the first six months of life, as <br>recommended by WHO, is believed to provide optimal protection against infectious diseases, including <br>diarrhea, through its nutritional content and antibodies. This literature review focuses on scientific <br>evidence in Indonesia regarding the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of <br>diarrhea in infants aged 0–6 months, with particular attention to confounding factors such as sanitation <br>conditions and maternal hygiene behaviors that have not been widely explored in previous studies. This <br>review synthesizes findings from 10 relevant studies, consisting of 9 cross-sectional studies and 1 <br>national data analysis. A total of six studies reported a significant association, with odds ratios ranging <br>from 2.0 to 2.5, indicating that infants who were not exclusively breastfed had twice the risk of diarrhea <br>compared to those who were exclusively breastfed. Overall, the evidence supports the promotion of <br>exclusive breastfeeding integrated with environmental health interventions to reduce the burden of <br>diarrheal disease in infants.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2400 LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN USIA MENARCHE 2025-12-14T05:56:23+00:00 Larasati Adistika adistikaadewi@gmail.com Made Budiawan adistikaadewi@gmail.com Putu Adi Suputra adistikaadewi@gmail.com <p>Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori dan lemak telah menjadi gaya hidup remaja modern yang diduga kuat berkontribusi terhadap perubahan sistem hormonal dan percepatan usia <em>menarche</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan usia <em>menarche</em> pada remaja putri melalui tinjauan literatur (<em>literature review</em>). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mayoritas studi menemukan hubungan positif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian <em>menarche</em> dini, di mana asupan lemak berlebih memicu akumulasi jaringan adiposa dan peningkatan hormon leptin yang mempercepat pematangan seksual, meskipun beberapa studi lain tidak menemukan signifikansi akibat dominasi faktor genetik. Secara keseluruhan, konsumsi makanan cepat saji teridentifikasi sebagai faktor risiko lingkungan yang berperan dalam tren pubertas dini pada remaja. Diperlukan edukasi gizi seimbang dan pembatasan konsumsi makanan cepat saji sebagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan reproduksi dan metabolik jangka panjang pada remaja.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/1899 PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI 2025-02-14T03:02:34+00:00 santria123 Santria Miranda ajatmiko322@gmail.com <p>Saat menstruasi banyak wanita yang merasakan keluhan berupa nyeri yang berlangsung 2-3 hari, dimulai sehari sebelum mulai haid. Nyeri saat haid (dismenore) yang dirasakan setiap wanita berbeda-beda, ada yang sedikit terganggu namun ada pula yang sangat terganggu hingga tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan membuatnya harus istirahat bahkan terpaksa absen dari sekolah. Salah cara untuk mengurangi nyeri dismenore dengan relaksasi benson. Berdasarkan hasi survey di SMAN 1 Tanjung Raja didapatkan dari 30 siswi sebanyak 23 siswi (86%) mempunyai riwayat nyeri menstruasi (<em>dismenore</em>) setiap siklusnya dan 2 siswi mengalami nyeri menstruasi, dengan tingkat nyeri ringan sebanyak 18 siswi (72%) dan nyeri sedang 7 siswi (28%). Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh relaksasi benson terhadap penurunan nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri usia 15-16 tahun di SMAN 1 Tanjung Raja. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian <em>pra eksperiment </em>dengan pendekatan <em>one group pre – post test design</em>. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri menstruasi usia 15-16 tahun sebanyak 150 remaja putri dengan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Penelitian telah dilakukan di SMAN 1 Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara pada tanggal 9 Oktober – 10 Desember 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji <em>wilcoxon</em>). &nbsp;Hasil penelitian ini diketahui rata-rata nyeri dismenore pada remaja sebelum diberikan relaksasi benson adalah 5,57 dan sesudah diberikan relaksasi benson adalah 3,67. Ada pengaruh relaksasi benson terhadap penurunan nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri usia 15-16 tahun di SMAN 1 Tanjung Raja (p-value = 0,000). Saran bagi sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian relaksasi benson sebagai salah satu terapi alternative dalam pengurangan nyeri dismenore</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2291 Permainan Edukasi Sebagai Alat untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Remaja 2025-10-25T00:27:04+00:00 Devi Shanti Prameswari devysant@gmail.com Titi Pambudi Karuniawaty tp_karuniawaty@unram.ac.id <p>Literasi kesehatan mental merupakan pemahaman seseorang mengenai cara mencapai dan menjaga kesehatan mental yang positif. Salah satu faktor yang mendukung literasi kesehatan mental adalah edukasi mengenai kesehatan mental melalui berbagai metode pembelajaran. Saat ini, pengembangan metode pembelajaran berbasis kesehatan mental semakin berkembang di masyarakat, salah satunya melalui permainan edukatif. Tulisan ini menggunakan metode literature review article dengan sumber database daring Google Scholar dan PubMed. Kriteria inklusinya adalah literatur yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2015-2025). Permainan edukasi kesehatan mental sudah banyak berkembang di dunia. Terdapat bentuk permainan edukasi digital maupun non-digital. Contoh permainan edukasi yang telah diuji efektivitasnya adalah permainan edukasi digital, yakni SPARX yang memiliki effect size sebesar 0,638 dan permainan edukasi non-digital, yakni Psychogame dengan hasil analisis baik dalam meningkatkan literasi kesehatan mental. Kesimpulannya alat permainan edukasi kesehatan mental digital maupun non-digital mampu meningkatkan literasi kesehatan mental remaja.</p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2416 A HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMPN 8 TANJAB TIMUR 2025-12-17T11:49:11+00:00 ulpa yuniarsi ulpayuniarsi8@gmail.com <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masa remaja fase krusial dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan signifikan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang kompleks dan terus berkembang, mencerminkan dinamika perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Tujuan mengetahui hubungan antara teman sebaya dan media sosial terhadap perilaku kenakalan remaja di SMP N 8 Tanjung Jabung Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , di SMP N 8 Tanjung Jabung Timur. Jumlah populasi adalah 108 siswa yang dipilih secara acak menggunakan metode </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">random sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan sampel 80 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi skala pengaruh teman sebaya, penggunaan media sosial, dan tingkat kenakalan remaja. Analisis data dengan uji Chi-square. Hasil: Sebesar 51,2% pengaruh teman sebaya dengan kategori sedang. Sebesar 55%% penggunaan media sosial kategori sedang. Sebesar 55% kenakalan remaja rendah dan 45% kenakalan remaja sedang. Terdapat hubungan signifikan antara teman sebaya dengan kenakalan remaja dengan hasil </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> 0,019 dan hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kenakalan remaja dengan hasil </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> 0,014. Saran bagi sekolah dan orang tua perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan arahan tentang penggunaan media sosial serta memperkuat hubungan positif antar teman sebaya untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.</span></span></p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2115 Efektivitas Terapi Tradisional dalam Penanganan ISPA pada Balita di Indonesia: Systematic Review 2025-07-01T15:22:53+00:00 Nisrina Linas Nugraheni nisrina.nugraheni@mhs.unsoed.ac.id Alya Zahiya Maulida alya.maulida@mhs.unsoed.ac.id Fita Amanda Putri fita.putri@mhs.unsoed.ac.id Nasywa Carrisa Winata nasywa.winata@mhs.unsoed.ac.id Dwi Sarwani Sri Rejeki dwi.rejeki@mhs.unsoed.ac.id Siwi Pramatama Mars Wijayanti siwi.wijayanti@mhs.unsoed.ac.id <p>Infeksi saluran pernapasan akut menjadi salah satu faktor utama penyebab morbiditas pada usia balita di berbagai negara, termasuk Indonesia. Terapi tradisional telah lama digunakan sebagai pendekatan alternatif untuk meredakan gejala ISPA, namun efektivitasnya masih perlu ditinjau secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi tradisional dalam penanganan ISPA<em>. </em>Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis. Proses pencarian melalui basis data online yakni <em>Google Scholar </em>dengan rentang tahun 2020-2025. Penyaringan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian diseleksi berdasarkan judul, abstrak, desain studi, full text, dan open akses sehingga diperoleh 9 artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi tradisional seperti jahe, madu, daun saga, daun sirih hijau, minyak kayu putih, minyak cengkih, <em>virgin coconut oil, </em>dan teh herbal terbukti efektif dalam menurunkan gejala ISPA seperti batuk, pilek, sesak napas, dan demam. Penelitian ini merekomendasikan integrasi terapi tradisional dalam pelayanan kesehatan primer dengan tetap mempertimbangkan aspek ilmiah, dosis, dan keamanan penggunaan.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2299 Hubungan Stress Dan Fatique Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Jantung Di RS. Mitra Medika Medan 2025-10-30T05:51:49+00:00 Jun Edy Samosir Pakpahan jounedye18@gmail.com Jesmo Aldoran Purba jesmop28@gmail.com Nefonavratilova Ritonga nafratilovanefo@gmail.com <p><em>The prevalence of heart failure in the world increases every year, in heart failur patients psychological problems will arise such as stress, decreased sleep quality, and ongoing fatigue (fatigue) which will cause impaired ability to carry out daily activities. This can worsen clinical conditions and reduce quality of life. The aim of this study was to determine the relationship between stress, sleep quality and fatigue with quality of life in patients with heart failure. This research method is quantitative with a cross-sectional research design. The sample for this research was outpatients at Mitra Medika Hospital in Medan with a total sample of 52 people. Data were collected using the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire, Depression Anxiety and Stress Scale 21, Pittsburgh Sleep Quality Index, and FACIT Fatigue Scale. The research technique uses statistical test analysis, namely the Chi-Square Test with a significance of 0.05. The results showed that 38.8% of heart failure patients had moderate stress, and 53.8% had fatigue, and 73.1% had low quality of life and there was a significant relationship between stress (p=0.000), and fatigue (p=0.000) with quality of life. Emotional and social support is expected from family, community and health workers, such as information support, education on actions that patients can take, concern, and helping patients to find a comfortable environment.</em></p> 2025-12-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2427 Pengaruh Pengeluaran Bulanan Terhadap Persepsi Peran Apoteker Komunitas Indonesia dalam Mencegah Resistensi Antibiotika 2026-01-06T04:43:00+00:00 Debora Olivke didiek@ukrimuniversity.ac.id Didiek Hardiyanto Soegiantoro didiek@ukrimuniversity.ac.id Novena Adi Yuhara novena@ukrimuniversity.ac.id <p><em>Community pharmacists have an important role in health services, especially in providing education on the use of drugs and preventing antibiotic abuse amid rising antimicrobial resistance. Public perception of the role of community pharmacists is still not optimal, influenced by limited knowledge and socio-economic factors, such as monthly expenses. This study aims to analyze the influence of monthly expenditure on the perception of the Indonesian public regarding the role of community pharmacists in preventing antibiotic resistance. The study used a cross-sectional design with a quantitative approach, involving 100 respondents through a questionnaire distributed online through googleform. Perceptions were analyzed based on six aspects: General Awareness, Effectiveness, Collaborative, Barriers, Trustworthiness, and antibiotic resistance. The results of the validity test showed the value of the KMO and Bartlett's Test with a value of 0.689, with a significance (p&lt; 0.001) indicating that the data was worth analysis, while the reliability of the instrument was good with Cronbach's Alpha 0.670 which indicated a reliable instrument when &gt;0.6. Chi-square analysis showed that monthly expenditure had no significant effect on public perception (p = 0.186). The Rank Spearman correlation test showed that all variables were significantly related (p &lt; 0.001) with positive direction and correlation strength was strong enough to be strong (r = 0.443–0.776), and the strongest correlation was between Collaborative and Barriers (r = 0.776). These findings confirm the importance of the role of community pharmacists in antibiotic education and collaboration with health care workers, as well as encourage further research using longitudinal designs or adding other variables that influence antibiotic use behavior.</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2127 KESIAPSIAGAAN PUSKESMAS PUNGGAVA TOMPE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI 2025-07-08T05:33:05+00:00 Sriyani Oktavia sriyanioktavia@gmail.com <p>Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami menimbulkan dampak besar terhadap sistem kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan Puskesmas Punggava Tompe dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan teknik wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap Kepala Puskesmas sebagai informan tunggal. Data diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas telah memiliki disaster plan, struktur tanggap darurat, serta menerapkan sistem triase saat bencana. Pelayanan tetap berjalan meskipun sarana rusak, didukung oleh tenaga kesehatan yang terbatas. Kolaborasi lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, UGM, MDMC, dan PMI turut memperkuat kapasitas tanggap darurat. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan SDM, lemahnya regulasi di tingkat desa, dan munculnya penyakit pascabencana akibat kondisi pengungsian. Edukasi berkala dan penguatan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas dan masyarakat ke depan.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2305 Efektivitas Progressive Muscle Relaxation Pada Nyeri dan Kecemasan Pasien Kanker Serviks: Tinjauan Literatur 2025-11-04T12:41:12+00:00 Ni Putu Adinda Oktariani Puja adinda@student.undiksha.ac.id <p>Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling umum pada wanita di dunia yang sering menimbulkan keluhan fisik berupa nyeri dan keluhan psikologis berupa kecemasan. Terapi non-farmakologis seperti <em>Progressive Muscle Relaxation</em> (PMR) dapat menjadi intervensi untuk mengatasi keluhan nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan <em>Progressive Muscle Relaxation</em> terhadap gejala nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks. Metode penelitian menggunakan desain <em>literature review</em>. Pencarian artikel dilakukan di <em>database</em> Science Direct, PubMed, dan Google Scholar dengan rentang waktu 2015-2025. Artikel diseleksi menggunakan kriteria PICO (Pasien: pasien kanker, Intervensi: <em>progressive muscle relaxation</em>, <em>Outcome</em>: Nyeri dan Kecemasan) dan didapatkan lima artikel untuk di-<em>review</em>. Hasil tinjauan dari lima artikel ilmiah menunjukkan bahwa <em>Progressive Muscle Relaxation</em> efektif menurunkan gejala kecemasan dan nyeri pada pasien kanker serviks. Studi menunjukkan penurunan signifikan skala nyeri dan tingkat kecemasan setelah intervensi <em>Progressive Muscle Relaxation</em> dengan beberapa laporan perubahan skala nyeri dari sedang menjadi ringan dan penurunan kecemasan dari berat atau sedang menjadi ringan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa <em>Progressive Muscle Relaxation</em> efektif dalam menurunkan skala nyeri dan tingkat kecemasan pada pasien kanker serviks.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2430 Hubungan Hipertensi dengan Tipe Stroke pada Pasien Stroke Usia Dewasa di RSUD Buleleng 2025-12-26T12:46:20+00:00 Ni Putu Leony Puspitayanti Putuleony64@gmail.com Putu Adi Suputra adi.suputra@undiksha.ac.id Ni Nyoman Mestri Agustini nyoman.mestri@undiksha.ac.id <p>Stroke merupakan defisit neurologi yang terjadi secara tiba-tiba yang menetap selama 24 jam atau lebih yang semata-mata hanya masalah vaskular. Hipertensi kronis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang menyebabkan komplikasi salah satunya adalah stroke. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara hipertensi dengan tipe stroke dan apakah pasien stroke dengan riwayat hipertensi lebih banyak pada tipe stroke hemoragik atau stroke iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah pasien stroke usia 18-59 tahun di RSUD Buleleng Tahun 2024 berjumlah 287 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>simple random sampling </em>sebanyak 80 sampel<em>. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 sampel, pasien stroke dengan riwayat hipertensi sebanyak 44 orang dan yang tidak memiliki riwayat hipertensi sebanyak 36 orang, sebanyak 34 orang mengalami stroke tipe hemoragik (42.5%) dan sebanyak 46 orang mengalami stroke tipe iskemik (57.5%). Uji statistik Chi-Square didapatkan <em>p-value </em>= 0.029 Dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan tipe stroke pada pasien stroke usia dewasa di RSUD Buleleng.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2167 Analisis Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Hipertensi Di Puskesmas Singkohor 2025-07-31T13:39:05+00:00 Afriliansyah Sihotang afril.lovefamilly@gmail.com Farrah Fahdhienie farrah.fahdhienie@gmail.com Dharina Baharuddin dharinabaharuddin@gmail.com <p>Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam pengendalian hipertensi melalui berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun, efektivitas dari program-program tersebut sering kali belum optimal akibat berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kurangnya monitoring dan evaluasi yang sistematis. Evaluasi program menjadi elemen penting dalam rangka memastikan bahwa intervensi yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2325 PENGARUH KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BIDAN TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MELAKUKAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2025 2025-11-10T07:23:54+00:00 Fatma Mutia fatmamutia90@gmail.com Masnawati Harahap masnawatiharahap1@gmail.com Anna Rizki Nasution annarizkinasution@gmail.com Rahmah Siregar rahmasiregar@unar.ac.id Arisa Harfa Said Lubis Iechalubis@gmail.com Nur Arfah Nasution arfahn526@gmail.com <p>Komunikasi interpersonal bidan merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan antenatal care (ANC). Komunikasi yang baik mampu meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi interpersonal bidan terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III sebanyak 50 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan komunikasi interpersonal bidan dalam kategori baik sebesar 64% dan kepatuhan ibu hamil sebesar 68%. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,002 (p &lt; 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan komunikasi interpersonal bidan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal. Kesimpulan: terdapat pengaruh yang bermakna antara keterampilan komunikasi interpersonal bidan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan. Disarankan agar bidan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal melalui pendekatan empatik dan partisipatif.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci&nbsp; : Komunikasi interpersonal, Bidan, Kepatuhan, Pemeriksaan antenatal care</strong></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2194 Faktor-Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh 2025-08-13T15:37:41+00:00 Citra Fikriyah Siregar siregarcitra20@gmail.com Suriatul Laila suriatullaila@gmail.com Fia dewi Auliani dr.fiadewiauliani@gmail.com <p>Berdasarkan data WHO, angka kematian di negara-negara berkembang terjadinya anemia pada masa kehamilan. Prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko kejadian anemia pada Ibu hamil. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan analitik observasional, yang melibatkan data catatan medis dari 212 ibu hamil yang terdaftar di Pusat Kesehatan Masyarakat Lampulo pada bulan April hingga Juni 2025. Hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil temuan tidak ada hubungan antara anemia dan umur ibu (p-value = 0,279), usia kehamilan (p-value = 0,255), paritas (p-value = 0,372), dan pendidikan (p-value = 0,081), dengan p-value &gt; 0,05. Sementara itu, faktor risiko yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Pu adalah pekerjaan (p-value = 0,016) dan status KEK (p-value Hasil menunjukkan bahwa intervensi edukasi dan peningkatan pemantauan kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mengurangi jumlah kasus anemia yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Lampulo</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2332 HUBUNGAN USIA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN 2025-11-12T02:34:44+00:00 Ahmad Safii Hasibuan ahmadsafii174@gmail.com Rehani Nurhamidah rehanisiahaan401@gmail.com Henny Sahriani hennysahriani10@gmail.com Suryati suryatiharahap24@gmail.com Dewani Dewahrp@gmail.com <h1>ABSTRAK</h1> <p>Usia merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja. Peningkatan usia remaja berkaitan dengan kematangan biologis dan perkembangan psikososial yang dapat mempengaruhi keputusan dalam berperilaku seksual. Pemahaman mengenai hubungan usia dengan perilaku seksual pranikah sangat penting untuk pencegahan perilaku berisiko pada kelompok usia tertentu. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan Usia dengan perilaku seksual pranikah pada Remaja di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tujuh sekolah di Kecamatan Sipirok dengan jumlah sampel sebanyak 263 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>starifed sampling. </em>Hasil analisis dengan menggunakan <em>uji Chi-Square </em>diperoleh P <em>value</em> = 0,001. Kesimpulan terdapat hubungan usia dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Kecamatan Sipirok. Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu orang tua dalam meningkatkan pengawasan dengan bentuk pemberian pendidikan seksual terhadap remajanya dan juga dapat meningkatkan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.</p> <p>Kata kunci : Usia, Seksual Pranikah, Pendidikan Kesehatan Seksual</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2210 HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DENGAN SIKAP IBU HAMIL DALAM KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS SITINJAK TAHUN 2025 2025-09-03T02:04:55+00:00 Nur Arfah Nasution arfahn526@gmail.com Arisa Harfa Said Lubis iechalubis@gmail.com Nur Hamima Harahap nurhamimaharahap3@gmail.com ulfah Hidayah Almadany almadanyulfah@gmail.com Anwar Syahadat Syahadat.ainar@gmail.com <p>Angka Kematian ibu yang tinggi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyebab dari kematian ibu tersebut karena perdarahan yang di sebabkan oleh anemia selama kehamilan. Di Puskesmas Sitinjak anemia pada ibu hamil sebayak 28 orang. Hasil wawancara dengan ibu hamil mengalami anemia tersebut, seluruh ibu mengatakan bahwa ia merasa lemas, letih, lesu,selama kehamilan.peneliti menanyakan tentang konsumsi tablet Fe pada ibu hamil hal tersebut berkaitan dengan masih rendahnya tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, sebanyak 3 orang ( 60%) mengatakan bahwa ia tidak rutin minum obat karna ia tidak suka dengan bau amis pada obatnya, 2 orang (40%) mengatakan tidak rutin minum obat karna ibu lupa, dengan uraian tersebut Penelitian bertujuan bagaimana Hubungan sumber informasi dengan sikap ibu dalam mengonsumsi tablet fe di Puskesmas Sitinjak. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan mengunakan pendekatan <em>cross sectional</em> <em>study</em>, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak Tahun 2025 sebanyak 54 orang. Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah 54 sampel. Data di kumpulkan melalui kuesioner. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan uji chi square. Untuk menguji variabel yang satu dengan varibel yang lainya, dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sumber informasi dengan sikap ibu hamil dalam kepatuhan mengkonsumsi tablet fe. Disarankan kepada ibu agar selalu belajar mencari sumber imformasi dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2345 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELAPA TAHUN 2025 2025-11-17T14:57:06+00:00 Hamida Hamida hamidahkacung@gmail.com <p><em>Stunting </em>adalah kondisi gizi buruk yang terjadi pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. <em>Stunting </em>dapat terjadi sejak anak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. <em>Stunting </em>tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tetapi disebabkan oleh banyak faktor yang saling berhubungan satu dengan lain. Diantara faktor yang mempengaruhi kejadian <em>stunting</em>, pengetahuan dan sikap ibu yang kurang akan sangat berpengaruh terhadap kejadian <em>stunting </em>pada anak. Pengetahuan mengenai <em>stunting </em>sangat diperlukan bagi seorang ibu karena dapat menyebabkan anak berisiko mengalami <em>stunting</em>. Meskipun jumlah balita <em>stunting </em>setiap tahun mengalami penurunan, akan tetapi Kabupaten Bangka Barat masih menduduki posisi teratas jumlah balita <em>stunting </em>di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap upaya pencegahan <em>stunting </em>di wilayah kerja Puskesmas Kelapa tahun 2025.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain <em>cross sectional </em>dengan sampel ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Kelapa pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2025 sebanyak 69 orang. Analisis bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square </em>dengan tingkat kepercayaan (a=0,05).</p> <p>Hasil analisis data menunjukkan pengetahuan dengan <em>p-value </em>0,000 (p &lt; 0,05), POR 3,857 (CI 95% 1,526-</p> <p>9,750) dan sikap ibu hamil dengan <em>p-value </em>0,010 (p &lt; 0,05), POR 2,852 (CI 95% 1,137-7,152). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu terhadap upaya pencegahan <em>stunting </em>di Wilayah Kerja Puskesmas Kelapa.</p> <p>Saran dari penelitian ini diharapkan agar penelitian ini menjadi masukan bagi Puskesmas Kelapa dalam membuat perencanaan dan strategi penanganan <em>stunting </em>dan dapat berupaya dengan menggalakkan program ASI eksklusif, penyediaan makanan tambahan bagi ibu hamil dan menyusui serta membuat pamflet, poster iklan pentingnya ASI eksklusif untuk mencegah <em>stunting</em>.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2235 Dampak Posisi Penggunaan Kacamata Terhadap Kualitas Penglihatan 2025-10-11T02:20:54+00:00 Opep Cahya Nugraha ocanbdg@gmail.com Bunyamin Rizki Abdillah bunyaminra@gmail.com Rangga Adhitia Hermawan ranggaadhitiahermawan@gmail.com <p>Gangguan refraksi memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas, dengan kacamata menjadi solusi yang umum. Namun, posisi kacamata yang tidak tepat dapat menyebabkan distorsi penglihatan, kelelahan mata, dan penurunan performa belajar, terutama pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan pada mahasiswa Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 207 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan tentang posisi kacamata dan 25 pertanyaan tentang kualitas penglihatan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26, mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, koefisien determinasi, dan uji parsial. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan semua item kuesioner valid dan reliabel. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa posisi kacamata memengaruhi kualitas penglihatan sebesar 62%, sementara 38% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Uji parsial menemukan pengaruh signifikan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan. Posisi kacamata sangat berpengaruh signifikan terhadap kualitas penglihatan mahasiswa. Parameter teknis seperti jarak vertex, kemiringan pantoskopik, dan penempatan pusat optik lensa yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan koreksi visual.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2373 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Obesitas pada Remaja di SMA LAB UM 2025-12-03T08:45:46+00:00 Zakiah Nastiti nastitizakiah@gmail.com <p style="font-weight: 400;">Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di SMA Lab UM Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. sample penelitian berjumlah 82 siswa, sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja yang memiliki nilai<em> Indeks Massa Tubuh (IMT)</em> &gt; 25. <em>Variabel independen</em> dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik, sedangkan <em>variabel dependen</em> adalah <em>IMT</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan serta kuesioner usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik menggunakan <em>International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF)</em>. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap <em>IMT</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap (IMT) obesitas pada remaja. Implikasi hasil Temuan diharapkan untuk mempertimbangkan intervensi dini pada gaya hidup remaja dengan upaya promotif dan preventif untuk mengembangkan program pencegahan yang baik untuk remaja obesitas terutama pada sasaran yang berisiko yaitu remaja berusia lebih muda, berjenis kelamin perempuan yang memiliki aktivitas yang rendah.</p> 2015-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2448 Hubungan Pemahaman Etika dengan Praktik Profesional: Studi Empiris pada Mahasiswa D3 Optometri 2025-12-31T12:48:40+00:00 Stepanus Silaban godigitaledustar@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji tingkat pemahaman etika dan praktik etika profesional pada mahasiswa D3 Optometri di ARO Gapopin Jakarta dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif-komparatif melalui pendekatan potong lintang. Sebanyak 58 mahasiswa mengisi kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur empat prinsip utama etika biomedis—autonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan—serta aspek-aspek penting praktik etika, termasuk kerahasiaan, pemahaman terhadap kode etik nasional, integritas dokumentasi, dan penerapan etika klinis. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji perbandingan antarkelompok, korelasi Spearman, dan kategorisasi skor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pemahaman etika dan praktik etika yang tinggi, dengan skor tertinggi pada prinsip non-maleficence dan keadilan, serta pada aspek dokumentasi yang jujur dan akurat. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun kelompok angkatan, sementara korelasi positif yang kuat muncul antara pemahaman etika dan praktik etika (r = 0.68, p &lt; 0.001), yang menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman etika seseorang, semakin konsisten perilaku etis yang diterapkannya. Temuan ini menegaskan efektivitas pendidikan etika yang telah diberikan sekaligus menggarisbawahi perlunya penguatan materi terkait prinsip autonomi dan kode etik nasional optometri untuk lebih mendukung pengembangan profesional mahasiswa.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2492 Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat terhadap Pencegahan Stunting pada Balita: Literature Review 2026-01-10T07:23:15+00:00 Bachtiar Safrudin Mbs143@umkt.ac.id <p>Stunting tetap menjadi masalah kesehatan global yang kritis, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pemberdayaan masyarakat memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan intervensi gizi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui kader kesehatan (Posyandu) dan program gizi berbasis masyarakat, dalam mencegah stunting pada balita. Tinjauan literatur dilakukan menggunakan kerangka kerja PICOS. Data diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda untuk periode 2022–2025. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Tinjauan tersebut mengidentifikasi bahwa pemberdayaan masyarakat secara signifikan berkontribusi pada pengurangan stunting melalui tiga mekanisme utama: peningkatan kapasitas kader kesehatan, pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan (PMT), dan peningkatan perilaku sanitasi. Pemberdayaan masyarakat merupakan intervensi yang efektif untuk pencegahan stunting. Penguatan pelatihan kader dan pengintegrasian kearifan lokal ke dalam program gizi direkomendasikan.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2512 Asuhan Akupunktur pada Pasien Pasca-Stroke dengan Kesulitan Bicara: Studi Kasus 2026-01-19T12:28:53+00:00 Indah Indrianingtyas indrianingtyasindah@gmail.com Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id Chantika Mahadini chantika.mahadini@itsk-soepraoen.ac.id <p>Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan fungsi berbicara atau afasia, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Di Rumah Sehat Indah Pandaan, ditemukan banyak kasus pasca-stroke dengan kesulitan berbicara yang memerlukan intervensi efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita pasca-stroke yang mengalami kesulitan berbicara di Rumah Sehat Indah Pandaan Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu partisipan (Ny. W, 42 tahun) yang mengalami afasia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi selama enam sesi terapi dengan frekuensi dua kali seminggu menggunakan titik utama Ren-23 (<em>Lianquan</em>), LI-4 (<em>Hegu</em>), GB-20 (<em>Fengchi</em>), ST-40 (<em>Fenglong</em>), DU-15 (<em>Yamen</em>), HT-5 (<em>Tongli</em>), SP-6 (<em>Sanyinjiao</em>), dan KI-3 (<em>Taixi</em>). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada kemampuan bicara partisipan yang ditandai dengan artikulasi suara lebih jelas, volume suara meningkat, serta keluhan wajah kebas yang teratasi sepenuhnya. Kemiringan pada bibir dan lidah juga berkurang hingga tampak hampir simetris, serta keluhan penyerta seperti pusing dan pandangan mata berkabut berhasil diatasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan studi ini dengan populasi partisipan yang lebih luas dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk melihat efektivitas jangka panjang akupunktur pada kasus afasia kronis</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2513 Asuhan Akupunktur dalam Menangani Nyeri Leher: Studi Kasus 2026-01-19T12:36:16+00:00 Erlinawati erlinawati.itsk@gmail.com Chantika Mahadini chantika.mahadini@itsk-soepraoen.ac.id Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id <h2>ABSTRAK</h2> <p>Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat memengaruhi aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada pasien dengan nyeri leher. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan laki-laki berusia 52 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan, yaitu pengamatan, pendengaran dan penciuman, wawancara, serta perabaan, dengan validitas data diuji menggunakan triangulasi. Intervensi akupunktur diberikan sebanyak enam sesi terapi selama tiga minggu sesuai prinsip penatalaksanaan nyeri leher. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri leher yang dirasakan partisipan. Rentang gerak leher membaik, kekakuan berkurang, dan kualitas tidur meningkat. Perbaikan kondisi umum juga terlihat pada ekspresi wajah, serta temuan lidah dan nadi yang lebih seimbang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar guna memperkuat temuan terkait asuhan akupunktur pada nyeri leher.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2531 Manajemen Obesitas dengan Terapi Akupunktur: Studi Kasus 2026-01-23T12:08:52+00:00 Hema Anggi Pangesty anggi.pangesty@gmail.com Leny Candra Kurniawan drlenycandra@itsk-soepraoen.ac.id Amal Prihatono zoom11@itsk-soepraoen.ac.id <p>Obesitas merupakan masalah kesehatan kronis akibat penumpukan lemak berlebih yang dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Asuhan akupunktur menawarkan pendekatan alternatif yang aman dan efektif dalam menurunkan berat badan melalui regulasi metabolisme dan penguatan fungsi organ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh asuhan akupunktur pada kasus obesitas di Klinik <em>Nature Be</em> Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif studi kasus pada satu partisipan perempuan berusia 43 tahun dengan diagnosis sindrom Defisiensi <em>Qi</em> Limpa. Terapi dilakukan sebanyak enam kali sesi menggunakan jarum <em>filiform</em> pada titik utama BL-20, BL-21, ST-36, CV-6, CV-4, dan SP-6. Data dikumpulkan melalui empat cara pemeriksaan (<em>Wang, Wen, Wen, Qie</em>) dan diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan berat badan dari 95 kg menjadi 78 kg serta penyusutan lingkar perut dari 128 cm menjadi 97 cm. Kondisi lidah membaik menjadi merah muda normal tanpa tapak gigi, yang menandakan pulihnya fungsi transformasi dan transportasi Limpa dalam mengelola cairan serta lemak tubuh. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan lingkup lebih luas atau menggunakan metode kontrol untuk menguji efektivitas akupunktur pada kasus obesitas secara lebih mendalam.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2532 Asuhan Akupunktur Pada Penderita Batuk Pasca-Stroke: Studi Kasus 2026-01-23T12:19:34+00:00 Feby Efendi febyefendy81@gmail.com Leny Candra Kurniawan drlenycandra@itsk-soepraoen.ac.id Mayang Wulandari mayang@itsk-soepraoen.ac.id <h2>ABSTRAK</h2> <p>Batuk pasca-stroke merupakan komplikasi umum akibat disfagia yang meningkatkan risiko aspirasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Terapi akupunktur dipandang sebagai alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menangani kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita batuk pasca-stroke. Desain penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif terhadap satu partisipan laki-laki berusia 68 tahun yang menjalani enam sesi terapi di Rumah Sehat Indah Pandaan selama bulan April 2025. Data dikumpulkan melalui empat metode pemeriksaan akupunktur (<em>Wang, Wen, Wen, Qie</em>) serta dianalisis secara deskriptif. Hasil terapi menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan frekuensi batuk, dahak menjadi jernih dan sedikit, hilangnya sesak napas, serta peningkatan kualitas tidur. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah Sindrom Dahak Panas pada Paru dan Ginjal tidak menangkap <em>Qi</em> Paru. Partisipan disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga, tidak merokok, dan mengelola stres untuk mempertahankan kondisi kesehatan.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2533 Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri dan Kekakuan pada Kasus Trigger Finger 2026-01-23T12:25:03+00:00 Indrawati Setyono indrawatisetyono@gmail.com Mayang Wulandari mayang@itsk-soepraoen.ac.id Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraoen.ac.id <p><em>Trigger Finger</em> merupakan gangguan muskuloskeletal yang ditandai oleh nyeri dan sensasi mengunci (<em>locking</em>) yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Akupunktur adalah terapi komplementer yang relatif aman untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi gerak pada kasus gangguan muskuloskeletal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita <em>Trigger Finger</em> di Klinik Aura Akupunktur Jakarta Barat. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus dengan sampel satu orang partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode <em>Wang, Wen, Wen,</em> dan <em>Qie</em>. Intervensi dilaksanakan sebanyak enam kali sesi terapi menggunakan titik lokal <em>Ashi</em> (A1 <em>pulley</em>) serta titik distal LI-4, SJ-5, dan SI-3 dengan metode reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam kali terapi, nyeri tajam (<em>stabbing pain</em>) pada jari tangan ke-3 kiri hilang sepenuhnya. Kekakuan, sensasi terkunci, serta bengkak dan nyeri tekan pada area A1 <em>pulley</em> mengalami perbaikan signifikan hingga kembali normal. Penjaruman pada titik-titik tersebut terbukti melancarkan aliran <em>Qi</em> dan darah sehingga memperbaiki fungsi gerak jari. Hasil penelitian ini disarankan menjadi bahan pertimbangan bagi akupunktur terapis dalam memberikan asuhan yang tepat dan aman bagi penderita <em>Trigger Finger</em>.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2534 Penatalaksanaan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Melalui Asuhan Akupunktur: Studi Kasus 2026-01-24T11:42:39+00:00 Munischa munischa76@gmail.com Chantika Mahadini chantika.mahadini@itsk-soepraoen.ac.id Leny Candra Kurniawan drlenycandra@itsk-soepraoen.ac.id <p>Refluks gastroesofagus merupakan gangguan saluran cerna atas yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, sementara penggunaan terapi farmakologis jangka panjang memiliki potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita refluks gastroesofagus di Rumah Sehat Al-Izzah Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan berusia 26 tahun yang menjalani enam sesi terapi akupunktur selama periode Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan akupunktur, yaitu <em>Wang</em>, <em>Wen</em>, <em>Wun</em>, dan <em>Qie</em>, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah refluks gastroesofagus dengan sindrom ketidakharmonisan Hati–Limpa disertai defisiensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah enam sesi terapi, yang ditandai dengan hilangnya keluhan perut kembung dan nyeri ulu hati, membaiknya nafsu makan, serta teratasinya gejala penyerta berupa mual, sendawa, rasa dingin, gangguan tidur, dan pandangan kabur, disertai perubahan tanda objektif pada lidah dan nadi. Berdasarkan temuan tersebut, asuhan akupunktur disarankan sebagai terapi komplementer yang dapat dipertimbangkan dalam penatalaksanaan refluks gastroesofagus secara holistik.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2535 Efektivitas Akupunktur pada Kasus Xigai Tong (Nyeri Lutut) 2026-01-24T11:58:50+00:00 Widajati widajati74@gmail.com Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id Puspo Wardoyo puspo.akp@itsk-soepraoen.ac.id <p><em>Xigai Tong</em> (Nyeri lutut) merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat disertai gejala sistemik menurut kerangka <em>Chinese Medicine</em>, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada penderita <em>Xigai Tong</em> di Griya Sehat Sejati Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu klien sebagai subjek penelitian. Asuhan akupunktur diberikan selama enam sesi berdasarkan hasil diagnosis sindrom <em>Chinese Medicine</em>, khususnya Defisiensi <em>Yang</em> Ginjal. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan wawancara terkait keluhan utama dan penyerta sebelum dan setelah terapi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi klinis klien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis berupa hilangnya nyeri lutut, berkurangnya rasa dingin pada lutut dan punggung bawah, menurunnya frekuensi buang air kecil pada malam hari, jarangnya keluhan tinnitus, serta membaiknya kualitas tidur klien setelah enam sesi terapi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar asuhan akupunktur berbasis sindrom <em>Chinese Medicine</em> dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan terapi pada kasus <em>Xigai Tong</em>.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2537 Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Kepala: Studi Kasus 2026-01-24T13:04:16+00:00 Siti Permas niasiswanto27@gmail.com Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id Leny Candra Kurniawan drlenycandra@itsk-soepraoen.ac.id <p>Nyeri kepala merupakan keluhan umum yang sering dipengaruhi oleh faktor emosional berkepanjangan, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan fungsi harian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus nyeri kepala yang berkaitan dengan faktor emosi di Rumah Sehat Wellagree Bogor. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek yang menerima enam sesi terapi akupunktur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi titik akupunktur dan karakteristik nadi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan, ditandai dengan hilangnya nyeri kepala, membaiknya kualitas tidur, berkurangnya konstipasi, penurunan ketegangan emosional, serta ekspresi wajah dan refleks gerak yang lebih normal. Titik-titik akupunktur yang sebelumnya nyeri menjadi tidak sensitif, dan karakter nadi tampak lebih harmonis. Temuan ini menegaskan peran akupunktur tidak hanya dalam meredakan nyeri, tetapi juga dalam mendukung regulasi psikoemosional dan keseimbangan tubuh secara holistik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar praktik akupunktur mempertimbangkan aspek emosional sebagai faktor penting dalam penatalaksanaan nyeri kepala.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2538 Implementasi Asuhan Akupunktur untuk Mengurangi Frekuensi Kekambuhan Asma: Studi Kasus 2026-01-24T13:14:41+00:00 Yekti Andriani yekti.prana@gmail.com Amal Prihatono zoom11@itsk-soepraoen.ac.id Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id <p>Asma merupakan gangguan pernapasan kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup dan sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk paparan cuaca dingin. Pendekatan <em>Chinese Medicine</em> memandang asma sebagai kondisi kegagalan <em>Qi</em> Paru untuk turun akibat akumulasi dahak dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Asuhan Akupunktur pada penderita Asma. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu klien perempuan berusia 44 tahun yang menjalani enam sesi terapi akupunktur selama tiga minggu di Klinik Bhakti Husada Bekasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan akupunktur empat cara, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas sesak napas, berkurangnya rasa tertekan di dada, serta pernapasan yang dirasakan lebih lega. Batuk dan produksi dahak masih ditemukan, namun jumlahnya berkurang dan lebih mudah dikeluarkan, disertai peningkatan kekuatan suara dan berkurangnya frekuensi <em>sighing</em>. Pemeriksaan lidah menunjukkan selaput yang semakin tipis dan tidak lengket, sedangkan nyeri tekan pada titik <em>Zhongfu</em> (LU 1) menurun. Berdasarkan temuan tersebut, Asuhan Akupunktur disarankan sebagai terapi pendukung dalam penatalaksanaan Asma dengan Sindrom Dahak Dingin.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2539 Terapi Akupunktur sebagai Asuhan Holistik pada Kasus Menoragia 2026-01-24T13:32:01+00:00 Sri Wahyuni yunnimuktar26@gmail.com Chantika Mahadini chantika.mahadini@itsk-soepraoen.ac.id Amal Prihatono zoom11@itsk-soepraoen.ac.id <p>Menoragia merupakan gangguan menstruasi yang dapat menurunkan kualitas hidup akibat perdarahan berlebih dan keluhan sistemik yang menyertainya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons terapeutik asuhan akupunktur pada kasus menoragia dengan latar belakang sindrom Defisiensi <em>Qi</em> Limpa. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan <em>four diagnostic methods</em> <em>Chinese Medicine</em> (<em>Wang, Wen, Wen, Qie</em>) pada sesi awal dan akhir terapi, meliputi keluhan utama, kondisi umum, pemeriksaan lidah dan nadi, serta wawancara klinis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan durasi perdarahan haid dari sekitar 15 hari menjadi 8–9 hari dengan volume yang lebih terkontrol, peningkatan energi tubuh, berkurangnya rasa lelah dan dingin pada ekstremitas, perbaikan fungsi pencernaan, serta penurunan keluhan kecemasan dan <em>overthinking</em>. Perubahan positif juga tampak pada pemeriksaan lidah, nadi, suara, dan kualitas napas. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar terapi akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan komplementer dalam penanganan kasus menoragia serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain yang lebih luas.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2540 Penatalaksanaan Infertilitas melalui Akupunktur dalam Perspektif Chinese Medicine: Studi Kasus 2026-01-24T13:40:40+00:00 Zulli Nuralita zullinuralita1969@gmail.com Leny Candra Kurniawan drlenycandra@itsk-soepraoen.ac.id Mayang Wulandari mayang@itsk-soepraoen.ac.id <p>Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang kompleks dan sering berkaitan dengan gangguan keseimbangan internal tubuh, termasuk dalam perspektif <em>Chinese Medicine</em>. Salah satu sindrom yang berperan adalah sindrom dingin di rahim yang dapat menghambat fungsi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus infertilitas sekunder dengan sindrom dingin di rahim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan usia reproduktif yang menjalani enam sesi terapi akupunktur di Klinik Anugerah Cahaya Ilahi Jakarta Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan <em>Chinese Medicine</em> (<em>Wang, Wen, Wen</em>, dan <em>Qie</em>), kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kembali menstruasi setelah sesi terapi ke-6, disertai berkurangnya rasa dingin pada tangan dan kaki, penurunan frekuensi buang air kecil, serta perbaikan kualitas tidur dan kondisi emosional. Temuan objektif juga menunjukkan perubahan positif pada pemeriksaan lidah, nadi, dan kondisi otot perut serta pinggang. Berdasarkan hasil tersebut, akupunktur disarankan sebagai pendekatan komplementer dalam penanganan infertilitas dengan latar belakang sindrom dingin di rahim.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2541 Efektivitas Asuhan Akupunktur terhadap Penurunan Intensitas Vertigo: Studi Kasus 2026-01-24T13:54:54+00:00 Edison edidr09@gmail.com Puspo Wardoyo puspo.akp@itsk-soepraoen.ac.id Ikhwan Abdullah ikhwana@itsk-soepraon.ac.id <p>Vertigo merupakan gangguan keseimbangan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan sering disertai keluhan penyerta seperti gangguan tidur, ketidakstabilan emosional, serta keluhan gastrointestinal. Pendekatan akupunktur dalam kerangka <em>Chinese Medicine</em> dipandang relevan karena menekankan keseimbangan <em>Qi</em>, Darah, serta harmonisasi <em>Yin</em> dan <em>Yang</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asuhan akupunktur dalam menurunkan intensitas vertigo. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan penderita vertigo yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan akupunktur yang meliputi pengamatan (<em>Wang</em>), pendengaran dan penciuman (<em>Wen</em>), wawancara (<em>Wen</em>), serta perabaan (<em>Qie</em>). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi klinis sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam sesi terapi terjadi penurunan frekuensi vertigo hingga jarang muncul, perbaikan kualitas tidur, berkurangnya keluhan overthinking, serta hilangnya nyeri ulu hati. Selain itu, ditemukan perbaikan pada tanda objektif berupa perubahan kondisi lidah, kualitas suara, serta kekuatan nadi. Berdasarkan temuan tersebut, asuhan akupunktur disarankan untuk dipertimbangkan sebagai pendekatan terapeutik dalam penatalaksanaan vertigo secara komprehensif.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://www.jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/view/2542 Asuhan Akupunktur pada Penderita Somnolen: Studi Kasus 2026-01-24T14:09:44+00:00 Erna Dwiyani eryani21608@gmail.com Puspo Wardoyo puspo.akp@itsk-soepraoen.ac.id Amal Prihatono zoom11@itsk-soepraoen.ac.id <p>Somnolen merupakan kondisi mengantuk berlebihan di siang hari yang dapat menurunkan fungsi aktivitas, konsentrasi, dan kualitas hidup, serta dalam perspektif <em>Chinese Medicine</em> sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan organ Ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Asuhan Akupunktur pada pasien somnolen dengan sindrom Defisiensi <em>Yang</em> Ginjal. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan satu subjek yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi klinis, wawancara, serta pemeriksaan tanda objektif meliputi kondisi wajah, tingkat kesadaran, fungsi tidur, eliminasi, lidah, dan nadi sebelum dan sesudah terapi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan perubahan klinis antar sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan bertahap keluhan mengantuk di siang hari hingga tidak ditemukan pada sesi akhir terapi, perbaikan kualitas tidur, peningkatan nafsu makan, serta perubahan kondisi fisik yang ditandai wajah lebih segar, suara lebih jelas, dan respons motorik yang lebih lincah. Pemeriksaan lidah dan nadi juga menunjukkan pergeseran ke arah kondisi yang lebih kuat dan stabil. Berdasarkan temuan tersebut, Asuhan Akupunktur pada kasus somnolen dengan Defisiensi <em>Yang</em> Ginjal disarankan untuk dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam praktik klinis serta sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan dengan desain dan populasi yang lebih luas.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026