Hubungan Pemahaman Etika dengan Praktik Profesional: Studi Empiris pada Mahasiswa D3 Optometri
DOI:
https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2448Keywords:
Etika Eptometri, Pemahaman Etika, Praktik Etika, Pendidikan Kesehatan, Mahasiswa OptometriAbstract
Penelitian ini mengkaji tingkat pemahaman etika dan praktik etika profesional pada mahasiswa D3 Optometri di ARO Gapopin Jakarta dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif-komparatif melalui pendekatan potong lintang. Sebanyak 58 mahasiswa mengisi kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur empat prinsip utama etika biomedis—autonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan—serta aspek-aspek penting praktik etika, termasuk kerahasiaan, pemahaman terhadap kode etik nasional, integritas dokumentasi, dan penerapan etika klinis. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji perbandingan antarkelompok, korelasi Spearman, dan kategorisasi skor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pemahaman etika dan praktik etika yang tinggi, dengan skor tertinggi pada prinsip non-maleficence dan keadilan, serta pada aspek dokumentasi yang jujur dan akurat. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun kelompok angkatan, sementara korelasi positif yang kuat muncul antara pemahaman etika dan praktik etika (r = 0.68, p < 0.001), yang menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman etika seseorang, semakin konsisten perilaku etis yang diterapkannya. Temuan ini menegaskan efektivitas pendidikan etika yang telah diberikan sekaligus menggarisbawahi perlunya penguatan materi terkait prinsip autonomi dan kode etik nasional optometri untuk lebih mendukung pengembangan profesional mahasiswa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












