HUBUNGAN DERAJAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DRY EYE SYNDROME PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA
DOI:
https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2414Keywords:
Dry eye syndrome, Smartphone, Derajat penggunaan smartphone, RemajaAbstract
Dry eye syndrome merupakan gangguan permukaan okular yang ditandai oleh ketidakstabilan lapisan air mata dan inflamasi, dengan salah satu faktor risiko utama berupa penggunaan smartphone dalam durasi lama. Remaja usia sekolah merupakan kelompok dengan paparan layar digital yang tinggi, sehingga berisiko mengalami dry eye syndrome. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Derajat penggunaan smartphone diklasifikasikan berdasarkan durasi penggunaan harian, sedangkan derajat keparahan dry eye syndrome dinilai menggunakan instrumen penilaian yang tervalidasi yaitu pemeriksaan klinis tes schirmer. Analisis data yang dilakukan untuk menilai hubungan antara kedua variabel tersebut adalah Rank Spearman. Sampel penelitian berjumlah 73 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara derajat penggunaan smartphone dengan derajat keparahan dry eye syndrome (r = 0,387; p = 0,001), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi cukup.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












