Hubungan Sikap Pola Interaksi Keluarga Dalam Reconstituted Nuclear Family Terhadap Kesejahteaan Keluarga

Authors

  • Shelomitha Fransiska Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dewi Dolifah
  • Amanda Puspanditaning Sejati

DOI:

https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2381

Keywords:

Pola interaksi, Kesejahteraan keluarga, Keluarga reconstituted

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia berdampak pada meningkatkan jumlah reconstituted nuclear family, yaitu keluarga yang terbentuk kembali setelah perceraian dan memiliki dinamika interaksi yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan melihat apakah sikap pola interaksi dalam keluarga berhubungan dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 67 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian disusun oleh peneliti sendiri dengan mengadaptasi indikator dari Family Function Scale-Indonesia Version (FFS-I). Data dianalisis seara univariat untuk menggambarkan kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan, serta secara bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk menilai hubungan antarvariabel. Uji validitas menghasilkan 14 item layak pakai untuk variabel sikap pola interaksi dan 10 item untuk variabel kesejahteraan dengan reliabilitas sangat baik (0.962 dan 0.930). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori sikap pola interaksi dan kesejahteraan yang tinggi Uji bivariat menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara sikap pola interaksi dan kesejahteraan (ρ = 0,838; p < 0,01). Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sikap pola interaksi kelurga untuk mendukung kesejahteraan pada reconstituted nuclear family.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Shelomitha Fransiska, Dewi Dolifah, & Amanda Puspanditaning Sejati. (2025). Hubungan Sikap Pola Interaksi Keluarga Dalam Reconstituted Nuclear Family Terhadap Kesejahteaan Keluarga. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10(2). https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2381