Efektivitas Rebusan Daun Seledri Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2323Keywords:
Daun Seledri, Hipertensi, Terapi KomplementerAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dan banyak dialami oleh masyarakat sekitar dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dibantu dengan terapi komplementer seperti pemanfaatan bahan alami. Salah satu bahan herbal yang diketahui memiliki efek antihipertensi adalah daun seledri (Apium graveolens L.) karena kandungan flavonoid, apigenin, phthalides, kalium, dan asparagin yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan literature review yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Data diperoleh melalui pencarian artikel pada database Google Scholar tahun 2024–2025 dan diperoleh sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun seledri secara rutin selama 3–14 hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Dengan demikian, rebusan daun seledri dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan terjangkau dalam pengelolaan hipertensi.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












