Analisis Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Membentuk Kesehatan Mental Remaja Usia 10-18 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2317Keywords:
Keluarga, Masyarakat, Kesehatan Mental, RemajaAbstract
Saat ini isu mengenai kesehatan mental menjadi perhatian bagi masyarakat. Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas mereka. Banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental seperti faktor genetik, perubahan hormon, pengalaman traumatis, percintaan, pertemanan, keluarga maupun tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk kesehatan mental remaja usia 110-18 Tahun di Mandailing Natal. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki remaja usia 10-18 tahun sebanyak 32 orang. Pengambilan data dilakukan secara online melalui pengisian kuesioner Google Form. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara peran keluarga dengan kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun, diperoleh nilai p-value 0.032 (<0.05) sedangkan untuk peran masyarakat diperoleh nilai p-value sebanyak 0.251 (>0.05), artinya tidak ada pengaruh signifikan peran masyarakat terhadap kesehatan mental remaja usia 10-18 Tahun. Kesadaran akan kesehatan mental perlu disadari setiap individu untuk mencegah berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, sehingga diharapkan setiap keluarga memperhatikan kesehatan mental remaja baik saat berada dirumah maupun dilingkungan masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












