Obstruksi Saluran Napas Atas
DOI:
https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2245Keywords:
upper airway obstruction, emergency, infection, foreign bodiesAbstract
Obstruksi saluran napas atas (upper airway obstruction) merupakan kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara mulai dari rongga hidung hingga laring dan trakea bagian atas. Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, trauma, benda asing, maupun tumor. Manifestasi klinis mencakup kesulitan bernapas, perubahan suara, stridor, nyeri menelan, hingga sianosis dan penurunan kesadaran pada kasus berat. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan terdiri dari tindakan medikamentosa dan non-medikamentosa. Komplikasi dapat berupa gangguan pernapasan, pneumonia, hingga henti jantung jika tidak tertangani. Prognosis sangat bergantung pada penyebab, usia pasien, dan kecepatan intervensi; kasus akibat infeksi umumnya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan yang disebabkan keganasan. Tujuan penulisan artikel untuk membahas penyebab terjadinya sumbatan jalan napas dan penanganan sumbatan jalan napas. Studi penelitian menggunakan metode literature review. Literature didapatkan dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan segera merupakan faktor kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien obstruksi jalan napas atas. Obstruksi jalan napas atas merupakan keadaan yang perlu dikenali secara cepat, karena diagnosis dan penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.
Upper airway obstruction is a medical emergency characterized by impaired airflow from the nasal cavity to the larynx and upper trachea. This condition can be caused by various factors such as infection, trauma, foreign bodies, or tumors. Clinical manifestations include breathing difficulties, voice changes, stridor, painful swallowing, cyanosis, and decreased consciousness in severe cases. Diagnosis is established through anamnesis, physical examination, and supporting investigations. Management consists of both pharmacological and non-pharmacological interventions. Complications may include respiratory distress, pneumonia, and even cardiac arrest if left untreated. Prognosis largely depends on the underlying cause, patient age, and timeliness of intervention; cases due to infection generally have better outcomes compared to those caused by malignancy. The aim of this article is to discuss the causes of upper airway obstruction and its management. This study used a literature review method, with 18 scientific articles as references. Literature sources were obtained from PubMed, Science Direct, Google Scholar, medical journal, and textbooks. The findings indicate that early detection and prompt management are key factors in reducing morbidity and mortality in patients with upper airway obstruction. This condition must be recognized quickly, as early diagnosis and treatment are crucial for therapeutic success and for preventing life-threatening complications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












